<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Yang Telah Pergi&#8230;</title>
	<atom:link href="http://www.negeri-senja.com/archives/2003/11/yang-telah-pergi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.negeri-senja.com/archives/2003/11/yang-telah-pergi/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Dec 2011 15:22:38 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
	<item>
		<title>By: ridhwan ermalamora siregar</title>
		<link>http://www.negeri-senja.com/archives/2003/11/yang-telah-pergi/#comment-102826</link>
		<dc:creator>ridhwan ermalamora siregar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 07:15:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.negeri-senja.com/?p=155#comment-102826</guid>
		<description>hula mba atta, aku si uda pernah baca ini, tp mas febri kemarin sms aku lagi, katanya dia liat ini...
apa kabar mba?? smoga baik2 saja..
aku juga suka liat postingan mba atta si d milis kine,he...tp aku jarang ikut nimbrung,liat2 ajah..
aku sekarang d astro awani, astro tv yg news channel.. oia mba, aku juga pengen bisa k amerika kaya mba atta ya klo ga salah? aku liat tulisan mba atta yang di atas,he... aku kmrn sempet lolos 3 screening dan masuk 20 besar fellowship voa, tapi kemudian gagal...yah,blum rejeki kayanya..coba lagi taun depan..aku pen bgt bisa k amerika mba, katanya ada semacam monumen gt yang ada nama amang dsitu bersama beberapa jurnalis yang meninggal, he...doakan ya mba...

sukses slalu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hula mba atta, aku si uda pernah baca ini, tp mas febri kemarin sms aku lagi, katanya dia liat ini&#8230;<br />
apa kabar mba?? smoga baik2 saja..<br />
aku juga suka liat postingan mba atta si d milis kine,he&#8230;tp aku jarang ikut nimbrung,liat2 ajah..<br />
aku sekarang d astro awani, astro tv yg news channel.. oia mba, aku juga pengen bisa k amerika kaya mba atta ya klo ga salah? aku liat tulisan mba atta yang di atas,he&#8230; aku kmrn sempet lolos 3 screening dan masuk 20 besar fellowship voa, tapi kemudian gagal&#8230;yah,blum rejeki kayanya..coba lagi taun depan..aku pen bgt bisa k amerika mba, katanya ada semacam monumen gt yang ada nama amang dsitu bersama beberapa jurnalis yang meninggal, he&#8230;doakan ya mba&#8230;</p>
<p>sukses slalu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: masmpep</title>
		<link>http://www.negeri-senja.com/archives/2003/11/yang-telah-pergi/#comment-102823</link>
		<dc:creator>masmpep</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 01:55:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.negeri-senja.com/?p=155#comment-102823</guid>
		<description>ersa siregar? saya kira beliau wartawan berbakat yang dimiliki republik ini. saya pernah bertemu--tak sengaja dengannya. tak memperhatikan pula. kala itu dia mengantar iwan yang akan kos di pondokan saya. hanya melihat sekilas, dan tersenyum. itu saja.

saya kemudian bersahabat--tak terlalu dekat--dengan iwan. dia suka dunia entertain. saya suka jurnalistik. iwan belakangan aktif di klub fotografi dan klub film. saya di lembaga pers. namun saya dan iwan pernah bekerjasama.

ceritanya saya menjadi pengurus salah satu lembaga pers. kami akan buat majalah. hijau hitam namanya. kami lebih mahir menulis, tak satu pun lincah memotret. akhirnya dengan katebelece saya, saya meminta iwan menjadi additional photografer majalah kami.

suatu siang--karena iwan tak pernah bangun pagi. dibangunan susahnya minta ampun deh. kebiasaannya begadang--saya dan iwan hunting foto. kami meliput di daerah kauman solo. dan klewer. dan kraton. untuk tulisan &#039;kantong kebudayaan islam-jawa di solo&#039;. saya sudah punya gambaran obyek apa yang kami butuhkan. saya minta iwan memotret klewer. soal angle, saya serahkan pada iwan. iwan memotret banyak. kraton, klewer, masjid agung, ponpes MTA, dan lorong-lorong kauman.

siang hari kami selesai. saya tak banyak duit kala itu. akhirnya iwan hanya saya traktir es buah di belakang kampus. dan sepotong thanks yang tulus....

kemudian saya sempat menjadi wartawan lokal di solo, sebentar. iwan masih kuliah, tapi maniak memotret. kami suka berdiskusi kecil pagi-pagi, sebelum saya hunting di rimba raya jalanan (untuk mendramatisir). iwan sempat magang di antara. dia masih sempat menunjukkan kliping foto2 jepretannya yang bertebaran di  sejumlah media--dibeli dari antara. saya mengomentari sisi jurnalistiknya sedikit. tak lama kemudian saya pindah kerja. iwan pun menyusul lulus dan pulang ke jakarta. 

saya kehilangan kontak. beberapa kali saya mencoba sms. entah sampai entah dia sudah ganti nomor....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ersa siregar? saya kira beliau wartawan berbakat yang dimiliki republik ini. saya pernah bertemu&#8211;tak sengaja dengannya. tak memperhatikan pula. kala itu dia mengantar iwan yang akan kos di pondokan saya. hanya melihat sekilas, dan tersenyum. itu saja.</p>
<p>saya kemudian bersahabat&#8211;tak terlalu dekat&#8211;dengan iwan. dia suka dunia entertain. saya suka jurnalistik. iwan belakangan aktif di klub fotografi dan klub film. saya di lembaga pers. namun saya dan iwan pernah bekerjasama.</p>
<p>ceritanya saya menjadi pengurus salah satu lembaga pers. kami akan buat majalah. hijau hitam namanya. kami lebih mahir menulis, tak satu pun lincah memotret. akhirnya dengan katebelece saya, saya meminta iwan menjadi additional photografer majalah kami.</p>
<p>suatu siang&#8211;karena iwan tak pernah bangun pagi. dibangunan susahnya minta ampun deh. kebiasaannya begadang&#8211;saya dan iwan hunting foto. kami meliput di daerah kauman solo. dan klewer. dan kraton. untuk tulisan &#8216;kantong kebudayaan islam-jawa di solo&#8217;. saya sudah punya gambaran obyek apa yang kami butuhkan. saya minta iwan memotret klewer. soal angle, saya serahkan pada iwan. iwan memotret banyak. kraton, klewer, masjid agung, ponpes MTA, dan lorong-lorong kauman.</p>
<p>siang hari kami selesai. saya tak banyak duit kala itu. akhirnya iwan hanya saya traktir es buah di belakang kampus. dan sepotong thanks yang tulus&#8230;.</p>
<p>kemudian saya sempat menjadi wartawan lokal di solo, sebentar. iwan masih kuliah, tapi maniak memotret. kami suka berdiskusi kecil pagi-pagi, sebelum saya hunting di rimba raya jalanan (untuk mendramatisir). iwan sempat magang di antara. dia masih sempat menunjukkan kliping foto2 jepretannya yang bertebaran di  sejumlah media&#8211;dibeli dari antara. saya mengomentari sisi jurnalistiknya sedikit. tak lama kemudian saya pindah kerja. iwan pun menyusul lulus dan pulang ke jakarta. </p>
<p>saya kehilangan kontak. beberapa kali saya mencoba sms. entah sampai entah dia sudah ganti nomor&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bea</title>
		<link>http://www.negeri-senja.com/archives/2003/11/yang-telah-pergi/#comment-80991</link>
		<dc:creator>bea</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 09:25:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.negeri-senja.com/?p=155#comment-80991</guid>
		<description>Sori, saya belum pernah kenal kamu tapi saya kenal Ersa, sejak 1990. Dia teman yang sangat baik, bapak yang baik dan wartawan yang baik. Sebagai wartawan, kami sama-sama berada dalam arus yang lain. Hingga menjelang akhir, kami msih sering bertemu dalam liputan di daerah konflik.  Tulisanmu memancing memori.

Semoga arwah Ersa diterima disisiNya.
Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sori, saya belum pernah kenal kamu tapi saya kenal Ersa, sejak 1990. Dia teman yang sangat baik, bapak yang baik dan wartawan yang baik. Sebagai wartawan, kami sama-sama berada dalam arus yang lain. Hingga menjelang akhir, kami msih sering bertemu dalam liputan di daerah konflik.  Tulisanmu memancing memori.</p>
<p>Semoga arwah Ersa diterima disisiNya.<br />
Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

