Sunday, 30 November 2003

Yang Telah Pergi…

Saya tak terlalu mengenal Ridhwan. Angkatan kami terpaut jauh. Saya tengah bergelut dengan akhir perkuliahan, skripsi dan rencana sidang yang terus tertunda saat laki-laki berkulit bersih ini bergabung dalam deretan mahasiswa baru.

Screening di Kine Klub, perkumpulan film FISIP, menjadi pertemuan pertama. Sudah enggan rasanya terlibat terlalu jauh dalam organisasi kampus, tapi mantan ketua tak bisa mengelak bujuk rayu adik-adik tingkat. Jadilah saya tergopoh-gopoh meluangkan waktu untuk ritual penerimaan keluarga baru Kine.

Satu tanya jawab singkat, di tengah rimbunnya taman belakang Gedung FISIP tercinta masih terpatri jelas…

- suka nonton film -
+ iya +
- biasanya sama siapa -
+ sama Amang +
- Amang? -
+ Papa saya, dia juga yang menularkan kecintaan pada film, jadi terbalik, kaya’nya saya deh yang lebih sering nemenin dia nonton (kali ini ada sebentuk senyum di wajahnya) +

Hanya kenangan itu yang saya punya. Saya tak tahu kalau “Amang” yang sempat terucap kala itu adalah Sory Ersa Siregar, reporter senior RCTI. Dari seorang sahabat yang pernah mengangkat profil keluarga Ersa, saya akhirnya paham adanya relasi yang terjalin antara Ridhwan dengan Ersa.

Kemarin, kenangan saya tentang Ridhwan terputar kembali. Saat berita duka singgah di telinga saya, “Ersa meninggal dalam baku tembak”, lamat-lamat sosok Ridhwan, screening dan percakapan akhir Juli kembali hadir… memenuhi ruang kepala, ditengah deadline yang memburu.

Tadi malam, dengan kepala yang masih pening dan demam yang belum usai, saya memaksakan diri menyaksikan profil Almarhum Ersa di layar kaca. Tak pernah sekalipun saya berjumpa dengan pria kelahiran Brastagi 4 Desember 1951 ini. Tapi… butiran hangat jatuh satu persatu dan saya terisak pelan.

Melihat kisah hidupnya membuat saya merasa kecil, sangat kecil. Tak layak rasanya menyandang “jurnalis” di bahu. Liputan saya relatif aman. Dari hotel ke hotel, kantor ke kantor, vendor yang satu ke vendor yang lain, strategi penjualan, operator seluler, high-end, mid-end, low-end, digital life, hifi, mini DV, CDMA, camcorder, EOS300D, O2 XDA II…

Hanya pesan pendek yang saya kirim untuk Ridhwan; Turut berduka cita, semoga almarhum mendapat tempat yang baik di sisiNYA, semoga kekuatan diberikan pada keluarga. Atta-Komunikasi’97

Malam tadi saya membisikkan nama Ersa dalam Isya, juga menyelipkan satu nama lain dalam untaian doa, dia yang juga kerap bersentuhan dengan tugas jurnalistik dan resiko yang mengintai … Semoga Allah menjaga, memberinya kekuatan dan melindunginya…

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 12:44.

kembali ke atas

1 komentar
untuk Yang Telah Pergi…

  1. bea

    pada Wednesday, 24 October 2007 pada 2:25 pm:

    Sori, saya belum pernah kenal kamu tapi saya kenal Ersa, sejak 1990. Dia teman yang sangat baik, bapak yang baik dan wartawan yang baik. Sebagai wartawan, kami sama-sama berada dalam arus yang lain. Hingga menjelang akhir, kami msih sering bertemu dalam liputan di daerah konflik. Tulisanmu memancing memori.

    Semoga arwah Ersa diterima disisiNya.
    Amin.

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Yang Telah Pergi…

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.6.3. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas