Sunday, 8 February 2004

Tante Ratna…

Saya anak kedua dari dua bersaudara. Kakak laki-laki saya, hingga saat ini belum berkeluarga. Alhasil tak ada satu celoteh sarat kelucuan yang menyapa saya dengan panggilan tante.

Kabarnya, panggilan ini juga bisa bersumber dari pertalian darah yang lain. Sayangnya saya tak terlalu dekat dengan keluarga Bapak, hanya bersumber dari keluarga ibu rasanya tak banyak menolong. Selain kendala jarak dan jarang bertemu, Ma’e juga berasal dari keluarga kecil.

Dulu, saya sempat dirubung rasa iri jika para sahabat perempuan berbagi tentang kebahagiaan menjadi seorang tante. Saya kerap memandangi binar mata mereka saat bertutur betapa keponakan tersayang menunjukkan perkembangan dalam bilangan waktu.

Di kubus kantor, dua orang rekan sekerja, menjadi om dan tante dengan jumlah keponakan yang lumayan banyak. Si om, yang terpaut satu kursi dengan saya, dianugerahi keponakan hingga 14 orang. Sedang si tante, yang tepat bersebelahan dengan saya, memiliki 5 orang keponakan.

Dan saya, duduk di sudut, tanpa keponakan dan saudara yang memanggil saya dengan imbuhan tante di depan nama saya…

Tapi, Tuhan tahu bagaimana cara menyenangkan hamba-NYA yang baik hati ini, di akhir pekan kadang-kadang celoteh itu datang dan menyapa saya dengan merdunya…

“Tante Ratna….”

Pekerjaan kami, seringkali memangkas libur akhir pekan. Kantor tetap buka 7 hari dalam seminggu. Dan Sabtu-Minggu adalah masa dimana beberapa rekan senior memboyong kru redaksi cilik ke kantor.

Dana, dengan bolanya, setengah berteriak memanggil saya. Dia tahu saya pandai mendongeng. Kebetulan selera kami sepadan. Saya menonton pertunjukan live Pika-Pika Kuro gelaran Majalah Bobo dan Dana mengkonsumsi versi VCDnya berulang-ulang.

Matanya menyipit, menahan gelak saat Tante Ratna bersenandung… “Pika ro, Pika ro, Pika-Pika Kuro” dengan suara mirip makhluk nakal berwarna hijau itu.

Atau Salma, putri tunggal salah seorang redaktur, yang datang menjemput ayahnya. Berjalan malu-malu ke kubus Tante Ratna. Salma tak perlu waktu lama untuk mengakrabkan diri.

Meja Tante Ratna, surga bagi gadis kecil nan cantik ini. Salma berkenalan dengan Sasa, sapi yang duduk di bantal berbentuk hati, Lula, lumba-lumba dari kayu berornamen batik, lalu ada Kutam, si kucing hitam dengan buntut yang panjang. Di atas komputer, yang biasa digunakan tante Ratna menulis, bersanding Pingu si pinguin dan Ago si ayam jago.

Salma juga senang memotret dengan ponsel Tante Ratna. “Nggak pa-pa sayang, pegang yang erat ya… Salma mau potret apa?”, kami tertawa, Salma sesekali berteriak dan terkagum-kagum dengan hasil bidikannya. Pertanyaan yang dilontarkan juga kritis. Bakat jurnalis yang terpendam, meski dengan penuh percaya diri ia berkata mantap; “Aku nggak mau jadi wartawan, ayah aja kerjanya sampe malam, capek kan Tante…”

Masih banyak kru redaksi cilik yang kerap datang. Dari mereka saya mendapatkan yang selama ini saya cari… gelak tawa, berondongan pertanyaan yang bertubi-tubi, bening mata, cerita yang meluncur dengan deras, kecupan di pipi kiri dan kanan, juga panggilan merdu yang datang dari bibir mungil mereka…

“Tante Ratna”

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 20:46.

kembali ke atas

6 komentar
untuk Tante Ratna…

  1. wibawa

    pada Tuesday, 19 February 2008 pada 12:35 am:

    Aku mo kenalan, boleh khan?

  2. tio

    pada Thursday, 17 July 2008 pada 8:10 am:

    hello tante ratna, met pagi..

  3. pada Monday, 28 July 2008 pada 8:10 pm:

    siap melayani sampat puas dan berkalikali email aku di pa_2006_07@yahoo.com

  4. saputra

    pada Wednesday, 30 July 2008 pada 3:47 pm:

    kenalan tante ratna aq punya, yang besar ,panjang keras , hubungi aku tante di jamin kok

  5. pada Wednesday, 3 September 2008 pada 7:44 am:

    Hy tante , klo maen ke bdg contact y

  6. pada Monday, 3 November 2008 pada 4:12 pm:

    hlo tante…..call aq ya 0818578906/087852446660
    tante pasti puas

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Tante Ratna…

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.6.3. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas