Tuesday, 30 March 2004

Miss Panic

Atta? Dia dulu teman kuliahku. Sayang setelah kerja kita jadi sibuk sendiri2. Tapi bagaimanapun juga dia tetep teman yang baik. Dia cewek yang tegar dan suka bekerja keras,tapi dulu dia gampang panik.Semoga sekarang nggak lagi hehe bisa bahaya.Thanks ya Atta dah bantuin aku untuk satu urusan waktu masa akhir-akhir skripsi dulu.(kamu dah tau ga usah disebut ya!) Jangan terlau sibuk ya! ++++ satu hal JANGAN LUPA SHOLAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tawa saya berderai. Kalimat yang diakhiri dengan puluhan tanda seru ini datang dari teman seperjuangan saat kuliah dulu. Irwan, teman saya di Kine Klub-organisasi film di kampus, satu angkatan, juga teman jalan. Membaca testimoninya di friendster seperti menyajikan kembali satu masa dengan corak pelangi di dalamnya. Potongan-potongan adegan, layaknya jalinan film tanpa suara, melintas lewat di depan mata. Kami, muda, bersemangat, rapat, nonton di kampus hingga larut, produksi, shooting, editing, video clip, film, film lagi, bioskop Singosaren, Solo. Potongan-potongan adegan yang memperkaya batin saya.

Cukup lama saya bergaul dengan laki-laki humoris asal Ngawi ini. Cukup waktu baginya untuk melihat bagaimana seorang Atta menyikapi setiap hal. Cukup banyak kesempatan, dia menyaksikan saya, berdiri mondar mandir, saat persiapan pemutaran film tak kunjung kelar. Saat saya kerap kesulitan berpikir dengan tenang dan terburu-buru mengambil kesempatan yang terkadang justru membuat rencana makin runyam. Saat saya, si ketua organisasi, tak bisa lagi memimpin rapat dan mengendalikan suasana. Atau saat saya menempelkan permohonan maaf di sekretariat dan berjanji untuk mengurangi rasa panik…

Dan julukan itu akhirnya melekat. Entah siapa yang memulainya. Atta si Miss Panic. Saya sendiri menyadarinya. Susah sekali untuk tidak panik dalam keadaan yang menghimpit. Saya bercumbu dengan kepanikan, menjadikan rasa panik laksana karib dan kebingungan melepaskannya, atau sekedar membuatnya sedikit menjauh.

Tak nyaman betul rasanya mengerjakan sesuatu dengan degup jantung yang makin kencang. Jadi harus dicari cara agar si panik tak lagi mendekat sedikit demi sedikit. Panik sama artinya dengan jalan buntu. Saat ini, setelah bekerja, kala panik menyerang, berjalanlah saya ke sudut kastil, perpustakaan, atau mendengarkan musik, pergi ke jendela dan memandang awan, melongok rumah senja kalian, menarik nafas, menata urutan langkah selanjutnya. Saya tetap mencoba mencari formula agar si panik terbang sejauh mungkin.

Tapi, namanya juga baru belajar, sekarang (lagi-lagi) saya mulai sedikit panik. Virus yang menyerang jaringan di kantor melenyapkan foto-foto yang sempat saya bidik untuk stok rubrik figur. Alhasil saya mesti mencari nara sumber lain dengan waktu yang terbatas, sebelum deadline.

Dan lihatlah, si rasa panik itu mulai tersenyum, bersiap menyapa saya di depan kubus. Celaka….. Aduh!!!!!!!!!!!!!!! (dengan lima belas tanda seru)

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 12:09.

kembali ke atas

37 komentar
untuk Miss Panic

  1. pada Tuesday, 30 March 2004 pada 1:11 pm:

    atta curaaaang !! tiwi baru mau nulis ttg testimoni temen sd di friendster juga !!
    :(( kok keduluan siiihh !!

    tapi di komen ini aku nomor. 1 !! yippi…

  2. okke

    pada Tuesday, 30 March 2004 pada 1:21 pm:

    tumben neh kedua.. panik napa,bu?

  3. roi

    pada Tuesday, 30 March 2004 pada 1:43 pm:

    miss panic?
    kok nggak keliatan ya….

  4. okke

    pada Tuesday, 30 March 2004 pada 2:03 pm:

    hauahhahah… dodolnya gw, gara2 pengen komen no 2 jadi gak baca sampe beres.. :D sekarang gw tau knapa lo panik!

  5. pada Tuesday, 30 March 2004 pada 3:28 pm:

    Smoga cepet ilang virus paniknya, dan kembali seperti sediakala :)

  6. pada Tuesday, 30 March 2004 pada 8:20 pm:

    wah..miss panic yah bu!!
    pengen liat kek apa panic nya negh..ekekek :D

  7. pada Tuesday, 30 March 2004 pada 8:24 pm:

    walah…. aduh semoga virusnya cepet2 kabur deh =.=… hwaaaaaaaaaa…… dan smoga cepet2 ketemu nara sumber laen :(.. all the best yah :)

  8. pada Tuesday, 30 March 2004 pada 8:48 pm:

    tiap deadline gak selalu panik kan? :-)

  9. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 6:17 am:

    atta panic? kaya apa yah? (mbayangin atta pasang muka ala maculay culkin di home alone) *ngakak*

  10. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 6:31 am:

    kenapa setiap kali posting nggak kelihatan paniknya, semua tertulis dengan benar dan indah.

    PS: cara mengatasi panik adalah mendengarkan lagu don’t panic dari coldplay “we live in beautiful world”

    btw , studio singosaren sekarang ada tiga theater lho, meskipun filmnya selalu telat.

  11. Q

    pada Wednesday, 31 March 2004 pada 7:00 am:

    paniiiikkkk … runnnn … runnn for your life …. panikkkk … piknikkk … piknik … *lho??*

  12. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 7:00 am:

    huhuhu aku juga panikan orangnya malah pernah saking paniknya gak sadar klo aku nangis hueheuhu ^^

  13. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 8:02 am:

    Virus komputer? Forget panic, i’m in anger!!!!! hrrrggggghhh Virus sialan! :p

  14. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 8:55 am:

    tarik nafaaaasss… hembuskan… tarik nafaaaasss… hembuskan…. ulangi 10 kali. ini kata guru yoga… dpt menghilangkan panik. huehehehehe….

  15. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 8:55 am:

    ..adu duh.. atta.., eee copot copooot.. :D

  16. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 9:31 am:

    Seni Mengatasi Panik…kayaknya Atta dah banyak tips nya nih…makasih…atau mungkin kita harus berguru dulu Ta…

  17. shanty

    pada Wednesday, 31 March 2004 pada 11:17 am:

    bahagianya aku yang pernah liat atta panik setengah mampus :))
    tapi ta, kalo ngeliat kamu panik, suntuk atau BT karena kerjaan bisa langsung ilang loh :))
    i love you deh :*

  18. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 1:07 pm:

    ada seorang teman yang pernah berkomentar terkagum-kagum dengan ketenangan gue, bahkan di saat gawat sekalipun. Tapi gue justru curiga dengan ketenangan gue itu, jangan2 respon otak gue terlalu lambat ya…

  19. chrysalic

    pada Wednesday, 31 March 2004 pada 4:09 pm:

    wa bisa dibayangkan jika tadapat press release kenaikan harga tilpun pasti lari tunggang langgang macam kebakaran jenggot. persiapan yang baik ialah artikel historis biar lebih KEUKEUH dalam menanyakan angka ya. hei mengapa profitnya turun empat kali lipat padahal salesnya naik dua koma tuju tiga enam delapan satu kali kira kira seperti itu. hmmm yayaya baik baik baik

  20. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 4:59 pm:

    Dudududu.. atta, gue sama lo.. panikan banget orangnya.
    Kalo ngga panik, ngga asik malahan hihihi

  21. ika

    pada Wednesday, 31 March 2004 pada 6:32 pm:

    kayanya atta miss calm yah .. hahaha . gak tau sih kalau udah lebih dari 3 jam ketemu atta, ketauan ya miss panic nya ?!

  22. pada Wednesday, 31 March 2004 pada 10:36 pm:

    emang suka panik inih orang…
    dicariin made lu :P
    ehauheuahuahuae

  23. pada Thursday, 1 April 2004 pada 3:36 am:

    Rumahnya harus ada panic roomnya dunk!!!

  24. meo

    pada Thursday, 1 April 2004 pada 7:30 am:

    daripada panik mendingan piknik. lebih seru.

  25. eyi

    pada Thursday, 1 April 2004 pada 8:59 am:

    then we have something in common, ta.
    gue juga panikan. sebel deh :( Mkn selain belajar senyum lagi, perlu belajar ngatasin panik juga ya?

  26. pada Thursday, 1 April 2004 pada 9:53 am:

    bener tanda serunya ada 15… :D

  27. pada Thursday, 1 April 2004 pada 2:28 pm:

    *mbayangin wkt atta panik gara2 gak bawa baju olahraga pas pelajarannya pak bachtiar :P*

    atta… minggu kemaren gue ketemu rini ratih, dia minta bantuin klo mo bikin reuni… :)

  28. pada Thursday, 1 April 2004 pada 8:38 pm:

    tarif telpon mau naik panik gak Ta? *pastinya ya :D*

  29. ds

    pada Friday, 2 April 2004 pada 9:41 am:

    ta, kalau ketemu konselor yang bisa nyembuhin ‘penyakit’ itu. kasih tahu aku ya? *atta curang, masak field emailnya fardhu ‘ain? emailmu apa?*

  30. pada Friday, 2 April 2004 pada 12:38 pm:

    ada apa dengan panik? :p

  31. pada Friday, 2 April 2004 pada 2:05 pm:

    hmmm nggak kebayang sebelumnya kalo atta panik-an. kalo aku bukan panik-an ‘ta, emang selalu mepet2:D

  32. pada Saturday, 3 April 2004 pada 10:40 am:

    alo jeng… masih panik ya? hahaha…. awas, ntar kejedut :D

  33. pada Saturday, 3 April 2004 pada 12:55 pm:

    koq atta panik nih ??? dengan 15 tanda seru lagi ;)

    tenang… tenang…

  34. pada Sunday, 4 April 2004 pada 1:18 am:

    hehe aku hampir posting juga masalah ini tta..haha keduluan.

  35. pada Thursday, 23 December 2004 pada 1:51 am:

    Obstacles are those frightful things you see when you take your eyes off your goal.

  36. pada Thursday, 15 December 2005 pada 6:37 pm:

    http://www.gratuitbaise.com/lesbienne/qrestin/pissing/chick/archive.html beganironrare

  37. pada Friday, 30 December 2005 pada 10:58 am:

    http://qiklana.optus.nu/incest/young-incestgallaries/tgps.html gloomymartyeredscouring

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Miss Panic

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.3.1. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas