Monday, 10 May 2004

Historical Island Adventure

mercusuar spanduk laut mercusuar2

Lihatlah sebuah titik jauh di tengah laut
makin lama makin jelas bentuk rupanya
itulah kapal api yang sedang berlayar
asapnya yang putih mengepul di udara…

Tentu bukan kapal api yang kami lihat saat lagu ini didendangkan. Hanya kapal nelayan, asap dari motornya tampak jelas dari kapal kami, KLM Putra Bugis. Cuaca cerah, langit biru, laut berwarna keperakan tersentuh sinar matahari pagi. Saya bertepuk tangan, membiarkan cahaya sang surya jatuh dan menimpa kulit. Dinta, gadis berusia empat tahun, bersandar di bahu saya dan ikut bernyanyi. Kami bergerombol dengan 10 orang peserta yang lain di sebelah kanan kapal. Di bagian tengah, Sager Family, yang berdarah India duduk dan sesekali melempar senyum.

Tak jauh dari kami, Sokken, yang ini warga negara Belanda dan teman-temannya, dua orang Spanyol dan empat orang Filipina, masih berkutat dengan krem pelindung sinar matahari. Di haluan, seorang murid sekolah fotografi Darwis tampak sibuk merekam setiap momen. Hunting foto dengan film hitam putih membuat ia harus bekerja ekstra keras. Beberapa orang berdiri di dekat layar, seolah menantang angin. Di bagian kiri, ayah dan ibu Danti, membuat reriungan kecil bersama dua orang kakak Danti. Masih ada dua keluarga lagi yang sibuk dengan aneka teka-teki.

Sesekali keriuhan berhenti, semua mata menuju Pak Chan dari Dinas Kebudayaan kala ia menerangkan sejarah pulau-pulau yang tampak dari kapal. “Di sebelah kiri, kalian lihat ada menara, itu dulu pulau Ubi Besar, sekarang sudah tidak ada, pasirnya dikeruk untuk pembangunan Bandara Soekarno-Hatta.”

rame-rame edam atta cipir

Historical Island Adventure. Pertama kali mendengarnya, saya langsung tertarik. Hitung-hitung hadiah ulang tahun dari saya untuk diri saya sendiri. Perjalanan dimulai pagi hari dari Pantai Mutiara, Pluit. Bangun pagi di akhir pekan? jelas bukan saya ahlinya. Tapi, dengan semangat menggebu (maksudnya semangat ibu saya yang menggebu-gebu untuk membangunkan putrinya ini), saya terhitung sebagai peserta yang tiba paling awal.

Dari Pantai Mutiara, sekitar 40 peserta dan kurang lebih 15 orang dari Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia, bertolak menuju Pulau Edam, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Di Pulau ini, semak belukar mewarnai perjalanan menuju Benteng pertahanan dan Mercu Suar yang dibangun sekitar tahun 1800-an. Duh… impian saya untuk berdiri dan merasakan angin bercanda di wajah saya akhirnya terkabul. Dari ketinggian 56 meter, laut tampak sangat memikat.

Pulau Edam ditinggalkan, Pulau Bidadari menanti. Makan siang, bermain di pasir putih dan mengunjungi Benteng Mortello, menjadi agenda acara di Pulau yang dulunya sempat dijadikan penampungan para pasien kusta.

Harus segera bergerak. Masih ada tiga pulau menanti. Selanjutnya, pelaut-pelaut pemberani meneruskan perjalanan ke Pulau Onrust. Pulau yang menyimpan sejuta misteri, dengan kisah hantu Marianya. Di makam Maria, Sokken berusaha menjelaskan arti puisi berbahasa Belanda yang terukir di batu hitam. Meninggal di usia 28 tahun, konon kabarnya hantu Maria sesekali muncul.

benteng onrust onrust2 laut2

Pulau Onrust makin lama makin mengecil. Saat kami meninggalkannya menjelang senja, menuju pulau yang terbilang masih tetangga Pulau Onrust. Kali ini giliran Cipir. Sisa-sisa Benteng dan Menara masih tampak jelas. Ratusan tahun lalu, ada jembatan yang menghubungkan Pulau Cipir dan Pulau Kelor. Sayang sekali, usaha pembangunan kembali jembatan itu oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta gagal. Jadilah kami kembali ke kapal dan memutar menuju Pulau Kelor.

Dan senja datang. Sebagian peserta berdiri di sisi kiri kapal. Menyaksikan matahari turun ke peraduannya. Saya memandangi semburat jingga dan menyadari betapa senja tidak pernah kehilangan kecantikannya. Senja dan laut, kerjasama yang baik dalam menghasilkan kuasan dengan langit sebagai kanvasnya.

gapura pulang

Senja juga menjadi penanda pelayaran akhir pekan itu harus diakhiri. Kembali ke titik awal dimana perjalanan dimulai, kapal berlayar pelan. Langit perlahan-lahan menghitam. Bintang satu persatu bermunculan. Laut, angin, langit, bintang…. Perlahan-lahan kilaunya digantikan lampu-lampu sorot dari Pantai Mutiara.

Kami berpisah dengan selaksa kenangan yang melekat. Langit, laut, angin, biru, ombak, kapal layar, pulau, mercu suar, senja, bintang… hadiah terindah untuk ulang tahun saya kali ini.

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 19:20.

kembali ke atas

31 komentar
untuk Historical Island Adventure

  1. pada Monday, 10 May 2004 pada 8:51 pm:

    wahh lagi jalan-jalan to, pantesan menghilang aja. Postingan lama gak diapdet.. he he he.. :)

    betul, senja di laut selalu meninggalkan kecantikan ….

  2. pada Monday, 10 May 2004 pada 9:07 pm:

    waakkk, gak rela, tadi ke sini belum update, jadi gak pertama deh komennya :D

    tta, seru yah… tiwi selalu suka ngeliat senja dari atas kapal laut… cantik !

  3. bRi

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 2:48 am:

    atta, gua pernah kemping di pulau cipir lho sama temen2 kansap dulu. wah jadi keingetan nih.

  4. Imponk

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 2:52 am:

    gambar mercusuarnya dari sini kok gak kelihatan yach? :(

  5. qky

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 6:29 am:

    :) mo jadi Bajak Laut ya ? :D
    Awas lho dilawan sama PeterPan ! :P~

  6. abhirhay

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 7:33 am:

    wah dapat setangkup senja
    sepasal sejarah
    semangkuk air laut
    dan sepiring ikan bakar…
    hadiah yg indah

  7. pada Tuesday, 11 May 2004 pada 8:13 am:

    attaaaaa…mauuuuuuu!!!!! gimana caranya? gimana? aduh, ingin jalan-jalan, tapi gak punya uang karena baru beli ‘mainan’…tapi kalo yang kayak ginian lumayan ramah kantong kan?

  8. pada Tuesday, 11 May 2004 pada 8:43 am:

    Ta…gimana caranya ikutan HIstorical Island adventure? kasih tauuuuu………hehe…….

  9. dino

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 9:04 am:

    itu bentengnya p.bidadari masih ada ya ? dulu sekali pernah masuk jauh ke dalam sampai lilinnya mati, kurang oksigen.

  10. dandy

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 9:30 am:

    waaa, jalan2 lagi !! gimana caranya ? sapa yg ngadain ? berapa biayanya ?
    pls inform me !!

  11. pada Tuesday, 11 May 2004 pada 11:24 am:

    Pernah puas mandangin bulan purnama segede tampah dari kapal kayu di tengah laut. indah bangeeeth.

    Pengalaman yg menyenangkan ya Ta kemarin itu?

  12. pada Tuesday, 11 May 2004 pada 11:31 am:

    igh…IRI!!gw tadinya mo ikut juga, tp mahal bgt bow…gak jadi deh!!:(
    btw, happy belated buddy yah jeng!:)

  13. shanty

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 11:32 am:

    i owe you a box of chocolate ;)

  14. ciphie

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 12:07 pm:

    wahhhh.. bagussss bannggeeeeett…. eh gue udah ngucapin happy birthday belom yah..?? kyknya belom yaa… happy very2 belated birthday….. =)

  15. eyi

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 2:11 pm:

    Oooo.. ini toh maksudnya berlayar sendirian? Waaa.. seneng ya, Ta? Ngebacanya aja ikutan seneng kok :)

  16. NUH

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 2:37 pm:

    Di Dermaga Ararat

    : bagi na’

    Sepasang jejak sampai ke pintu gerbang Dongeng

    : terbuka sepenuhnya, kita tak bisa singgah berkunjung.
    Hingar hewan-hewan, dan si Tua di geladak berlarian.
    Hujan, 40 hari 40 malam memastikan siapa tenggelam,
    siapa sampai ke pendaratan setelah banjir 7 bulan.

    Sepasang jejak itu: jejakmu dan jejakku. Bersilangan.
    Perahu dengan sepasang bimbang, sepasang gamang,
    sepasang resah, sepasang gundah: cuaca tak terduga.

    “Kita kelak mendarat di mana?” — aku menjengkali dada langit
    “Kita kelak berlabuh di mana?” — aku mengilani jarak bintang.

    Jejak itu: satu. Lunas perahu. Banjir besar yang dijanjikan.
    Kita hewan-hewan kedinginan. Belajar saling berdekatan.

    Sepasang jejak itu. Jejakmu jejakku. Turun dari Perahu.

    Mei 2004

  17. ika

    pada Tuesday, 11 May 2004 pada 2:44 pm:

    uhuy .. hadiah ulang tahun dari diri sendiri .. oke lho hadiahnya jalan2 ke pulau .. dulu pernah ke P Bidadari jaman masih kecil hihihi .. masih bagus Ta ?!

  18. pada Wednesday, 12 May 2004 pada 9:52 am:

    ternyata abis jalan2 juga toh.. wah seru2.. dan yak bener bgt, nothing beats the beauty of sunset in contrast with the sea :)

  19. pada Wednesday, 12 May 2004 pada 10:03 am:

    huhuhu.. jalan2 lagi.. ke pulau bidadari pula… pasti asik yah… hmm…

  20. pada Wednesday, 12 May 2004 pada 10:52 am:

    Huuu.. jalan2 bikin sirik deh… :p

  21. pada Wednesday, 12 May 2004 pada 11:10 am:

    hebat nih ultah ke 25 dikasih mercu suar :)

  22. pada Wednesday, 12 May 2004 pada 2:45 pm:

    mau juga dongggg.. ngiler nih, ta. gimana sih caranya ikutan?

  23. pada Wednesday, 12 May 2004 pada 2:53 pm:

    mbakAtta. itu dinegara mana?
    kok bagus banget :).
    jalan2 nih :D ikut tour , mahal yah?

  24. pada Thursday, 13 May 2004 pada 9:45 am:

    waaaaaaah asyiknya bisa menghadiahi diri sendiri dg jalan2….
    kapan ya bisa seperti it???

  25. pada Thursday, 13 May 2004 pada 7:24 pm:

    aprian : cuma sehari kok pri. akunya aja yg lagi males ngupdate. :D

    t.w : iya; cantik wi, kaya’ kamu. kudanya gimana tuh?

    bRi : cipir keren ya. kalo onrust enggak deh, takut sama Maria

    Imponk : udah keliatan kan?

    qKy : huahahahahha

    abhirhay : hadiah yang indah bhi. :)

    cici : eh penasaran nih mainannya apa sih?

    ranukama : ini tahunan ji, jadi mesti nunggu tahun depan :D tapi nanti tak kabarin deh kalo ada

    dino : benteng pulau bidadari masih ada pak. gak masuk sampe dalem sih kemaren

    dandy : i’ll send u an email ya.

    simanis : halo mbak. walah kemaren bulannya gak segede tampah

    GreTan : nguras kantong sih. tapi gak papalah. kan hadiah ultah… :D

    shanty : iya mana nih coklatnya?

    ciphie : thanks sist; Lombok malah lebih keren ya :)

    eyi : seneng banget yi

    NUH : masih kerenan pantai disana tuh pak… hehehehe. miss that oil city very much

    ika : hihihi; udah banyak berubah bu. yg pasti berkurang luasnya

    emil : perjalanan kamu juga seru buanget :D

    hero : hmm juga

    erly : ayo jalan2; ajak peyot juga

    dion : hehehehee. kegedean; jadi ditinggal aja di pulau sana

    wendy : pulang ke Indo dulu mbak :)

    Randi : itu masih masuk Jakarta lho. :)

    linda : itung2 manjain diri lin

  26. Lhukie

    pada Sunday, 16 May 2004 pada 10:00 pm:

    Uhuy… nanti kalo aku ulangtaun, mau dong dikasih kado kaya’ gitu … :D

  27. pada Tuesday, 18 May 2004 pada 10:29 am:

    Waaaww.. seru dan cool sekali ta :)

  28. pada Tuesday, 18 May 2004 pada 5:37 pm:

    Wah … asyik betul jalan2nya.
    Btw, selaksa makna? …
    Selaksa itu nominalnya berapa ya? :D

  29. Inna

    pada Sunday, 7 May 2006 pada 4:25 pm:

    kalau ada yang mau jalan-jalan ke pulau kelor, onrustm or cipir, kasih tahu saya ya, sekaliak berapa biayanya. thx.

  30. Dan

    pada Friday, 17 November 2006 pada 5:13 pm:

    heeiii, waktu itu ak juga ikut tur yang sama. tapi kita enggak saling kenal ya.

  31. dhonny 43

    pada Thursday, 7 December 2006 pada 10:45 am:

    kreeeeeeeeeeeeeeennzzzzzzzzz bgt pulau secengnya, tmpatnya seru abis

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Historical Island Adventure

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.3.1. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas