Wednesday, 21 July 2004
Hey … Lihat!
Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di atas sana, putih, berarak
O.. itu awan kasih
Awan kasih?
Ya, awan kasih yang lembut, terbentuk dari titik-titik rindu yang menguap. Awan kasih itu untukmu.
Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di atas sana, berkelap-kelip, di langit
O… itu bintang yang kuambil malam tadi
Bintang yang kauambil malam tadi?
Ya, satu dari tujuh bintang utara yang kuambil untukmu.
Bagaimana caranya?
Naik ke atap dan memikirkanmu. Dalam sekejap, bintang itu dengan mudahnya kugapai. Kutaruh lebih dekat, agar dapat menerangi lelapmu saat malam tiba. Satu dari tujuh bintang utara itu untukmu.
Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di sebelah sana, mekar, semerbak
O… itu kembang harap
Kembang harap?
Ya, kembang harap. Mekar dan wanginya bertambah seiring dengan harap yang kuucap dalam doa. Kembang harap itu untukmu.
Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di atas sana, di barat langit
O… itu lantunan senja
Lantunan senja?
Ya, lantunan senja. Kala senja tiba, langit akan menyanyikan nada terbaiknya menghasilkan lantunan senja, komposisinya terpatri di barat langit dengan semburat jingga nan elok. Lantunan senja itu untukmu.
Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di sana, tinggi, menjulang
O… itu bukit rindu
Bukit rindu?
Ya, bukit rindu. Setiap rindu yang terbersit dalam hati, tumbuh menjadi bukit rindu. Bukit rindu ini untukmu.
Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di sana, rintik, ritmis
O… itu gerimis bahagia
Gerimis bahagia?
Ya, gerimis bahagia. Saat tawamu berderai, gelakmu terurai, bahumu terguncang dan matamu mengecil, gerimis ini turun. Sengaja aku memilih sore hari. Setelah rintiknya usai, kau dapat mencium aroma tanah dan menghadirkan aku disana. Gerimis bahagia ini untukmu.
Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di sana, berdua, bersisian
O… itu kita sayang
Kita?
Ya… kita. Berdua. Bersisian. Melangkah menuju rumah senja yang kita bangun. Rumah senja dengan awan kasih, satu dari tujuh bintang utara yang aku ambil, kembang harap, lantunan senja, bukit rindu dan gerimis bahagia. Kita. Berdua. Menuju rumah senja. Dan memelukmu dari belakang, mencuri harummu, mengagumi gelakmu, menikmati menit-menit yang kita habiskan bersama, mengecupmu di lengkung alis, kala jemari kita bertautan. Cepat sedikit sayang. Rumah senja itu tampak semakin jelas…
pada Wednesday, 21 July 2004 pada 9:07 pm:
Hey..Lihat!
Apa?
Itu…bayangan orang
O..itu Atta
Atta ?
Ya, Atta. Atta temanku yang baik dan murah hati. Yang pernah aku ceritakan diblogku kemarin.
pada Thursday, 22 July 2004 pada 2:55 am:
aihhh… bikin kangen aja nih sama abang tersayang..
pada Thursday, 22 July 2004 pada 6:04 am:
tulisannya… atta bangeeet.. hi hi. have a nice day.
pada Thursday, 22 July 2004 pada 6:52 am:
Suatu ketika…
Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di sana, berhamburan, berlarian, bising tergelak terdengar
O… itu anak-anak kita sayang
Kok banyak amat ?
Pan Kagak KB
pada Thursday, 22 July 2004 pada 7:38 am:
nice
pada Thursday, 22 July 2004 pada 8:21 am:
atta udah pengen merit ya …
Pasti krn minggu lalu abis ketemuan sama obin dan ayah bundanya. Ayyo tta, lamar lgs aja si abang … hehe
pada Thursday, 22 July 2004 pada 8:21 am:
hmm…hmm…duuuh romantisnya ta
pada Thursday, 22 July 2004 pada 9:51 am:
“cepat sedikit sayang. rumah senja itu semakin jelas.”
Jadi atta udah mau cepet2? suruh orangnya ‘lari’ aja, ta. jangan ‘jalan’
pada Thursday, 22 July 2004 pada 9:59 am:
Gue jadi inget lagunya Uci Bing Slamet jaman baheula tea, ‘ di bukit indah berbunga, kau mengajak aku kesana..’ hehe.. atta ngga tau kali ya, gue emang selera jadul
pada Thursday, 22 July 2004 pada 11:35 am:
wah wah

siapa lagi nih kali ini?
hehehe
pada Thursday, 22 July 2004 pada 11:49 am:
***Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di sana, berdua, bersisian
O… itu kita sayang
Kita?
Ya… kita. Berdua. Bersisian. Melangkah menuju rumah senja yang kita bangun. Rumah senja dengan awan kasih, satu dari tujuh bintang utara yang aku ambil, kembang harap, lantunan senja, bukit rindu dan gerimis bahagia. Kita. Berdua. Menuju rumah senja. Dan memelukmu dari belakang, mencuri harummu, mengagumi gelakmu, menikmati menit-menit yang kita habiskan bersama, mengecupmu di lengkung alis, kala jemari kita bertautan. Cepat sedikit sayang. Rumah senja itu tampak semakin jelas…***
whaaaaaa…. romantis kaleeeee..
pada Thursday, 22 July 2004 pada 11:49 am:
***Hey… Lihat!
Apa?
Itu, di sana, berdua, bersisian
O… itu kita sayang
Kita?
Ya… kita. Berdua. Bersisian. Melangkah menuju rumah senja yang kita bangun. Rumah senja dengan awan kasih, satu dari tujuh bintang utara yang aku ambil, kembang harap, lantunan senja, bukit rindu dan gerimis bahagia. Kita. Berdua. Menuju rumah senja. Dan memelukmu dari belakang, mencuri harummu, mengagumi gelakmu, menikmati menit-menit yang kita habiskan bersama, mengecupmu di lengkung alis, kala jemari kita bertautan. Cepat sedikit sayang. Rumah senja itu tampak semakin jelas…***
whaaaaaa…. romantis kaleeeee..
pada Thursday, 22 July 2004 pada 1:17 pm:
ikut plesir gak week end ini?
pada Thursday, 22 July 2004 pada 1:56 pm:
alhamdulillah, rumah senjanya kian dekat…
pada Thursday, 22 July 2004 pada 2:03 pm:
Hey … Lihat!
Apa?
Itu, di atas sana, di barat langit
yang mana..?
Itu, di atas sana
yang mana…?
Makanya pake kacamata dulu…
pada Thursday, 22 July 2004 pada 2:22 pm:
Hey .. jangan ngeliat …!!!
Aku lagi nggak pake apa-apa niiiiiih
pada Thursday, 22 July 2004 pada 4:24 pm:
atta, makin sedih liat postingmu…atta, sedih lagi nih…
pada Thursday, 22 July 2004 pada 5:53 pm:
hey…lihat!
apa lu liat-liat?
aaa..ampun neng, galak amat!
hehe..well done again ta!
pada Thursday, 22 July 2004 pada 8:14 pm:
*I’m speechless*
pada Thursday, 22 July 2004 pada 8:24 pm:
and they live happily ever after..< (i> lovely words, Ta!
pada Thursday, 22 July 2004 pada 9:57 pm:
satu dari tujuh bintang itu buat si akang teh kasep pisan kan? ^^
pada Thursday, 22 July 2004 pada 10:07 pm:
hey lihat!
apa?
itu lho negeri senja…
negeri senja yang mana?
itu punya atta
emang napa?
bagus lho….:D
pada Friday, 23 July 2004 pada 12:56 pm:
Kangeeeeennn…..
pada Friday, 23 July 2004 pada 1:56 pm:
huhuhuhu….komentar gw dah diambil Bagas (no 18) *gak kreatip mode on*
pada Friday, 23 July 2004 pada 5:52 pm:
atta, saya sampe sekarang blum jelas-jelas kalo soal rumah.. huehehe…
pada Saturday, 24 July 2004 pada 5:13 pm:
ae lihat..
apa..?
ada nenek2 nyanyi lagu rap..
pada Sunday, 25 July 2004 pada 4:41 am:
mana sih, kok gak kelihatan?
pada Sunday, 25 July 2004 pada 8:32 am:
hey lihat… puty lagi megangin perut. laper kali yeee?
pada Sunday, 25 July 2004 pada 11:52 pm:
wahhh… keren banget!
pada Monday, 26 July 2004 pada 1:28 am:
kayanya makin deket aja nih, ta..
sama harinya..
selamat..:D
pada Monday, 26 July 2004 pada 4:41 pm:
Ck..ck…ck….sampe susah kasih komennya
pada Monday, 26 July 2004 pada 8:47 pm:
Hey..Lihat!
Apa?
Itu…ada orang senyum-senyum sama kamu..
agak ndut, matanya besar, idungnya agak pesek!
O..itu si Luigi
Luigi ?
Ya, Luigi. Si idung pesek temanku yang lagi nyasar di Afrika itu. Dia ngga jadi pulang Oktober ini..ditunda jadi Desember, nanti ketemuan deh…
pada Wednesday, 28 July 2004 pada 4:06 pm:
Hey..Lihat!
Apa?
Itu disana, semburat pelangi berkilauan
O… itu pelangi senja
Pelangi senja?
Ya, pelangi senja. Setiap rintik gerimis bahagia berkumpul untuk mandi matahari senja. Untuk memberikan arah kepada siapa yang melihatnya, bahwa dikakinya berkilaua sekumpul emas
pada Thursday, 29 July 2004 pada 11:24 am:
nanti undang aku ke rumah senjanya ya? heheh.. jadi kapan nih??