Friday, 6 August 2004

Dari Balik Bungkus Permen…

Waktu kecil dulu saya senang sekali melihat sekeliling dari balik bungkus permen. Permainan yang satu ini kerap saya lakukan di atap. Dari atas rumah, duduk di dekat kerimbunan pohon jambu milik tetangga, bersama buku tulis tebal, tempat koleksi bungkus-bungkus permen saya tersimpan. Buku tulis? ya, bungkus-bungkus permen yang tadinya keriting berubah wujud setelah menghuni buku tulis. Perlu beberapa hari untuk mengubah bentuk bungkus-bungkus permen tadi menjadi lebih rapi.

Di dalam buku tulis tebal, tersedia bungkus-bungkus permen aneka warna. Merah, kuning, biru, ungu, hijau, putih, coklat, coklat muda, oranye, merah jambu, hitam, biru tua. Koleksi saya lebih banyak didominasi bungkus-bungkus permen berwarna cerah. Biasanya warna-warna cerah ini membalut permen-permen manis. Rasa strawberry, coklat, mangga, jambu, jeruk dengan sedikit rasa asam. Saya kurang menaruh perhatian pada permen mint. Sesekali saya juga berjuang menghabiskan permen mint untuk mendapatkan bungkus permen berwarna biru tua. Iming-iming coklat di bagian dalam permen sedikit mengurangi ketidaksukaan saya terhadap rasa yang satu itu.

Permainan yang sangat sederhana. Caranya juga sangat mudah. Hanya membentangkan bungkus permen yang sudah rapi dan melihat sekeliling melalui bungkus permen tadi. Saat pilihan jatuh pada warna coklat, dalam sekejab, pucuk-pucuk pohon, atap rumah sebelah, kandang ayam di bawah, jendela rumah, teman saya yang berjalan di pekarangan, tiang listrik, semua yang terekam dalam indera penglihatan saya berubah menjadi coklat. Nyaman. Teduh.

Suasana ceria seketika hadir saat bungkus permen merah jambu menjalankan tugasnya. Langit merah jambu. Awan merah jambu. Burung merah jambu. Kalau desir angin dapat terlihat, desir angin pun pasti menjadi merah jambu. Angin merah jambu :D

Biru tua akan membawa kita menuju suasana yang futuristik. Rasanya seperti terbawa ke alam lain yang kerap digambarkan film-film fiksi ilmiah. Kucing saya terlihat seperti makhluk aneh yang datang ke bumi.

Nuansa senja datang melalui bungkus permen warna oranye. Aktivitas melihat sekeliling dari balik bungkus permen warna oranye ini bisa jadi merupakan cikal bakal saya menjadi penikmat senja. Sekarang, setiap kali melihat semburat jingga, nuansa yang sama seperti bertahun-tahun lalu, duduk di atas atap dengan buku tulis tebal tempat koleksi bungkus permen, di dekat kerimbunan pohon jambu milik tetangga, masih juga hadir.

Dari balik bungkus permen, saya mendapati dunia berganti-ganti rupa. Berubah mengikuti warna-warna yang saya pilih. Sekarang mungkin saya harus kembali melakukan permainan ini. Melihat sekeliling dari balik bungkus permen. Rasanya sudah saatnya mengganti bungkus permen kelabu yang saya pilih dengan warna yang lebih mendatangkan perasaan nyaman.

(Belakangan mood saya cepat sekali turun. Pikiran saya juga kurang fokus. Naskah sering telat. Dua kali saya menuju tempat yang salah. Terbengong-bengong dengan suksesnya di Hotel Hyatt, padahal acara pagi itu berlangsung di Hotel Hilton –Dan parahnya, perjalanan dari kantor ke Hyatt melewati Hotel Hilton–. Beberapa hari berikutnya, saya malah ke Hotel Aryaduta, padahal nara sumber jelas-jelas mengatakan tempat pertemuan siang itu di Hotel Borobudur. Kacau! Addduh Atta, apa yang tengah terjadi padamu? )

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 9:23.

kembali ke atas

37 komentar
untuk Dari Balik Bungkus Permen…

  1. Q

    pada Friday, 6 August 2004 pada 10:38 am:

    No 1 …. bangga … nangis terharu ….

  2. Q

    pada Friday, 6 August 2004 pada 10:49 am:

    aha! … masih nomer dua rupanya … tta, kamu itu kenapa toh? beneran kangen yah sampe gak konsen gitu? … hehehe permainan masa kecil kita gak beda jauh …

  3. shanty

    pada Friday, 6 August 2004 pada 11:48 am:

    iya deh, biar pecah telornya….
    aku komen dulu, baru baca
    =))
    atta, ntar pulangnya bareng aku aja yah, gak ada ojeg nih di buaran III :P

  4. eyi

    pada Friday, 6 August 2004 pada 12:18 pm:

    ga tersesat di labirin lagi kan, ta?
    jangan dong, hunny..
    atau mau jalan2 naik busway bareng aja? ;)

  5. pada Friday, 6 August 2004 pada 3:28 pm:

    suka koleksi bulu ayam juga nggak waktu kecil? :p

  6. pada Friday, 6 August 2004 pada 4:28 pm:

    …ya ada apa tta?… ada sesuatu yang menawan pikiranmu kah?… hingga seperti melihat sekitar dari bungkus permen… semuanya tak lagi terkenali…

  7. pada Friday, 6 August 2004 pada 9:44 pm:

    semoga mood-nya segera balik ke normal ya.., lalu nggak salah tempat lagi:)

  8. pada Friday, 6 August 2004 pada 10:47 pm:

    atta, masa kecilku ditempat terpencil gitu, hutan, laut, hehehe permen susah didapet..cian ya

  9. pada Saturday, 7 August 2004 pada 1:05 am:

    kalo gitu dibalik aja, non.
    kl mo Hilton, inget aja mau ke Hyatt.
    gitu jg kalo mo ke Borobudur, bilang dalem hati mo ke Aryaduta.
    apa karena sama sama ‘H’ jadi ketuker ya? apa gara gara berbau nama ‘purba’ Borobudur-Aryaduta, jd kliru gitu?

  10. pada Saturday, 7 August 2004 pada 12:25 pm:

    Yiahahaha….biasa itu ta!…kadang-2 kalo gak nurutin kata hati ya begitu-itu…malah salah gak karu-2an :D

  11. pada Saturday, 7 August 2004 pada 11:45 pm:

    warna bisa mempengaruhi suasana hati lho ta….:).
    mungkin kamu ada masalah yang belum selesei..:), apa mungkin perlu cuti 1 ato 2 hari untuk menangin pikiran, yah….itung2 liburlah….:)

  12. pada Sunday, 8 August 2004 pada 4:17 am:

    janganlah memikirkan daku lagi, adinda. masih banyak yg lain :) *senyum dong, Ta*

  13. pada Sunday, 8 August 2004 pada 6:06 am:

    :( kok bisa *binun*. ps: saya kemarin beli tren digit@l loh *promosi ah*.

  14. pada Sunday, 8 August 2004 pada 9:40 am:

    Spiderman, Dongengan Pahlawan

    : Parker dan Lee

    “Di balik kudung kedok,
    menjadi pahlawan cuma
    semacam nasib buruk.”

    New York adalah ruang museum impian, Mary Jane,
    tempat khayalan diberi tubuh, diberi kenyataan.
    Kenapa gigitan racun laba-laba itu tidak menusuk
    tanganmu saja, bukan? Karena cerita dan kita perlu
    pahlawan. Begitulah, dalam setiap dongengan,
    selalu ada yang harus dijadikan korban.

    “Dan aku harus bergegas
    setiap kali datang raungan
    sirine polisi dan ambulans.”

    New York adalah kantor surat kabar, Mary Jane,
    tempat keingintahuan jadi barang perdagangan.
    “Tak Ada lagi Spiderman! Tak Ada lagi Spiderman!”
    Mereka temukan topeng yang kau ingin lupakan.
    Dan dalam setiap dongeng, selalu ada alasan
    agar sang pahlawan harus segera dikembalikan,
    dengan ikhlas atau didesak paksaan. Sebab
    yang jahat selalu meminta dilumpuhkan. Sebab ada
    yang memohon, “Aku ingin mati di tanganmu, Pahlawan.”

    “….dan dongeng tak pernah
    mati, tak akan pernah juga
    kehabisan nama pahlawan

  15. roi

    pada Sunday, 8 August 2004 pada 1:43 pm:

    stres berat tuh…
    jalan ke bandung yuk ;p

  16. pada Sunday, 8 August 2004 pada 8:22 pm:

    wah ada apa tuh ta sampai kelimpungan gitu? hehe..istirahat..

  17. pada Monday, 9 August 2004 pada 3:56 am:

    kaya’nya kita perlu beli permen rasa oranye, yuk..yuk..yuk..

  18. pada Monday, 9 August 2004 pada 8:13 am:

    haha.. biar fresh (emang iya?) ganti aja warnanya yang sama kayak warna kulit sayah sejak dilahirkan di bumi ini: Putih Tua alias Item Muda, heheh

  19. pada Monday, 9 August 2004 pada 8:43 am:

    huhuhu…. sayah juga pernah mo ke roxy, eh malah naek jembatan penyebrangan dpn LIA dan jalan ke arah Semanggi…. :P

    btw, sayah suka bungkus permen warna biru… klo gak salah dulu dari trebor .. :D cool… :)

  20. cici

    pada Monday, 9 August 2004 pada 9:57 am:

    lagi linglung ya Ta?kayak saya beberapa minggu yang lalu…

  21. pada Monday, 9 August 2004 pada 10:17 am:

    saatnya anda perlu sebuah GPS. :D

  22. pada Monday, 9 August 2004 pada 10:37 am:

    makanya tta, kalo’ mo liputan atau wawancara, itu bungkus permennya yg berwarna hitam jangan dipegangin di depan mata dulu… gelap deh jadinya, gak keliatan jalan :p

    tiwi juga suka sama permainan bungkus permen itu dulu.. :)

  23. pada Monday, 9 August 2004 pada 10:41 am:

    saya justru pengen melihat dunia melalui kedua mata Mbak Atta, biar tahu rasanya tersesat hehehe

  24. pada Monday, 9 August 2004 pada 5:27 pm:

    coma sekarang permen ngga gitu lagi bungkusnya :(. dulu paling suka sugus ya?

  25. pada Tuesday, 10 August 2004 pada 8:11 am:

    moral of the story:

    1. jangan nyari hotel pake kacamata dari bungkus permen

    2. rupanya sepotong senja itu kamu dapat dari bungkus permen orange

  26. qky

    pada Tuesday, 10 August 2004 pada 8:13 am:

    aku suka Halls, pedes, sinus-ku longgar, happy ending :)

    mesti jadi bajak laut lagi kalee…, kena angin laut… segeran :P

  27. pada Tuesday, 10 August 2004 pada 12:33 pm:

    jenuh kali ya

  28. pada Tuesday, 10 August 2004 pada 4:10 pm:

    Bagi permennya dong ta :)

  29. pada Tuesday, 10 August 2004 pada 6:56 pm:

    YESS! nomor 29! apa sih dit? maap nih Ta, mo bikin pengakuan…kirain selama ini lo cowok.

  30. pada Wednesday, 11 August 2004 pada 12:44 pm:

    aduh atta…
    kamu salah. Coba lihat agenda lagi dengan baik!
    kamu tuh bukan ke Hyatt juga bukan ke aryaduta…
    tapi mesti ke Balai Sarbini sayang…
    Bawain acara Indonesia Idol :D

  31. atta

    pada Wednesday, 11 August 2004 pada 5:59 pm:

    Q : addduh, jangan ada air mata. hehehehe. appa coba? jadi kapan nih ke daeng tata.

    shanty : wow, kantormu jauh sekali dear :)

    eyi : gak di labirin lagi kok yi. thank u ya sista

    pipit : suka. terus dikasih makannya pake serutan pensil :D

    abhirhay : cuma boring dikit aja kok bhi.

    siberia : thank u so much sista :)

    otty : Otty pasti punya permainan yang lebih seru :D

    bryan : bisa jadi. hehehehehe

    siwoer : bener juga woer. jadi besok2 mesti lebih dengerin kata hati ya?

    bhima : lagi ngerayu redaktur buat cuti nih :)

    mushrooms : huhuhu, kakanda membuatku sedih.

    randi : ya ya bagus; jangan beli satu, langganan aja sekalian. hehehehehe

    spiderman : udah ketemu jawabannya, kenapa superhero milih profesi wartawan :D

    roi : enaknya yang cuti. have a great holiday ya. eh oleh2 jangan lupa.

    bagas : minggu ini bisa istirahat full *seneng Mode ON* liat kembang api dimana ya?

    imponk : yuk yuk.

    pepper : item muda dan manis :)

    prazz : berasa gini gak, “ya ampun gue kan mau ke Roxy, kenapa jadi ke semanggi” :D Trebor, permen favoritku

    cici : tapi belakangan senyum cici banyak berderai :)

    balq : yang sama PDA harganya selangit :D

    tiwi : o ya? tiwi suka warna apa?

    Andi : jangan ndi, yang ada bingung.

    sondher : he eh, bungkus permen sekarang gak asyik lagi. dulu paling suka Trebor :)

    kere kemplu : dulunya dari bungkus permen, sekarang dari balik jendela.

    qky : obatnya kaya’nya ke laut deh. tahu aja nih si bapak … :D

    richoz : see, u can read my mind. tapi gak jenuh kok kalo ngeliput acara yang diorganize perusahaanmu. hehehehehe. gak bisa ngobrol kita ya.

    nita : mau yang mana nit?

    adhitnya : :D

    bLub : oh iya yah :)

  32. pada Wednesday, 11 August 2004 pada 7:15 pm:

    mungkin kamu sedang jatuh cinta….*serius* saya serius nih….

  33. gre

    pada Thursday, 12 August 2004 pada 7:19 am:

    pantes.. nggak pernah nyampe solo.. nyasar terus sih… :)

  34. atta

    pada Thursday, 12 August 2004 pada 5:15 pm:

    yuliana : hahahahahha. enggak julie. bosen aja kali

    gre : kangen berat. tapi belum nemu tanggal yg pas nih :)

  35. ika

    pada Thursday, 12 August 2004 pada 5:32 pm:

    waalaah ada apa dng atta ?? bisa seperti ituuu ? kayanya perlu beli PDA niih biar ga salah jadwal .. hihiihihi .. !!

  36. pada Friday, 30 December 2005 pada 11:06 pm:

    it’s been a long time since i so enjoyed reading posts in the net. two thumbs up! astonishing cards becomes white pair in final: http://www.turkishdailynews.com.tr/ , when Gnome is Grass it will Con Player to love circle you should be very standard , when Cosmos Increase Plane Destroy to expect chair you should be very standard

  37. hoir

    pada Monday, 28 May 2007 pada 5:16 pm:

    hihi

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Dari Balik Bungkus Permen…

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.6.3. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas