Wednesday, 29 September 2004

Pagi Yang Biru…

Tapi sadarkah, sekarang… kita sepertinya tengah menghitung mundur untuk sesuatu yang selama ini kita takutkan.

Dan puncaknya adalah malam tadi. Saat kami berdua, berjauhan, membicarakan apa yang terbaik. Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. Saya mencintainya. Tapi memeluknya terlalu erat bukan satu solusi yang bijak.

Waktu, jarak, orang-orang di sekeliling, cara pandang terhadap sesuatu, kami yang bergerak bersama jaman, pernak-pernik dalam hidup, rupanya mengubah cara kami memperlakukan apa yang kami bangun selama ini.

Saat hitung mundur itu usai, rasanya seperti sebuah pijakan, yang belakangan kian rapuh, direnggut dari tempat saya menapak. Tidak ada pijar kembang api, seperti layaknya hitung mundur pada pergantian tahun. Sunyi. Perlahan butiran bening itu leleh dari kelopak mata. Saya takut.

Tapi, tengah malam tadi, keyakinan saya terbentuk. Meneruskan ini hanya membuat langkah kami menjadi semakin berat. Serpihan keyakinan yang saya timbun, setelah saya menemukan jawaban dari apa yang selama ini saya cari.

Tidak, saya tidak ingin menghabiskan hari bersama orang yang selalu kehilangan waktu, bahkan untuk membalas pesan pendek sekalipun, karena beragam alasan, mulai dari mengolah naskah, kekurangan berita, mengatur tata letak dan lainnya.

Tidak, saya tidak akan menikmati semburat merah dengan orang yang bongkahan kasihnya memudar karena jarak (Konsep Global Village saat ini bukan lagi sebatas jargon, dengan beragam teknologi dan perangkat digital, jarak harusnya bukan lagi kendala)

Tidak, saya tidak akan melangkah bersama menuju rumah senja disertai dengan laki-laki yang tidak sanggup menjaga anugerah terbaik yang datang dalam hidupnya.

Yang pasti saya lelah. Kelelahan sempurna yang membuat saya akhirnya merumuskan ulang skenario hidup yang sempat kami rancang.

Dan saya melepaskannya, dia laki-laki dengan semburat jingga, penuh keyakinan dan ikhlas, seperti saat saya menerimanya duduk di beranda hati saya di masa lampau.

*****************************************

pagi ini saya bangun dengan perasaan yang tidak terlalu baik. dengan koran pagi di ujung tempat tidur -mantan anggota DPR kembali mengungkap suap, begitu headline yang dipilih redaksi mereka-, kecupan dan pelukan hangat dari Ma’e, saya tidak menemukan putih -kucing yang biasanya ikut sibuk hilir mudik di atas kepala-, saya kurang bersahabat dengan aktivitas pagi. tapi pagi ini saya sudah harus beramah-ramah dengan sekretaris perusahaan, untuk pengajuan proposal kegiatan Ramadhan. saya memilih kemeja biru dengan garis-garis vertikal, kemeja favorit saya, dengan aksen tanpa kancing di bagian kerah membuat leher saya terlihat lebih jenjang. memercikkan harum Oceanus. memulaskan lip care -setiap hari saya pergi tanpa lipstik-. memakai sepatu hitam andalan. berjalan ke kantor. melempar senyum pada bapak tua penjaja roti yang mangkal di mulut gang. bercakap-cakap dengan redaktur news room. membaca headline lainnya -2 SPV tak ditemukan di neraca Danareksa-. bersiap-siap mencari taksi biru untuk liputan ke acara yang diadakan operator seluler yang menguasai lebih dari 50 persen dari total pelanggan seluler. menunggu kehadiran bintang tamu yang akan menginap selama beberapa hari di ruang redaksi. mampir ke bank lebih dulu untuk mentransfer ongkos liburan.

Yup. Liburan. Jumat malam nanti saya pergi ke Semarang. Mengunjungi Stasiun Tawang, Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Toegoe Moeda, Klenteng Sam Poo Kong. Lalu lanjut ke Ungaran, Komplek Candi Gedong Songo lengkap dengan hutan pinus (addduhhh, hutan pinus gitu lho :)). Tidak lupa ke Rawa Pening, naik kereta api yang ditarik loko bernomor B 2502 buatan tahun 1902 antara Ambarawa-Bedono. Oh ya, ke Palagan Ambarawa juga. Setelahnya, perjalanan dilanjutkan ke Yogyakarta. Pundong, Kota Gede, Taman Sari, Benteng Vredenberg dan Malioboro (saatnya melakukan ritual Stasiun Tugu hingga ujung jalan Malioboro tempat dulu Mirota Batik berdiri).

Perjalanan yang permohonan liburnya sudah saya ajukan sejak awal September ini menjadi momen baik untuk sedikit menarik nafas dan mensyukuri apa-apa yang masih saya miliki.

Saya pamit; karena sebelum pergi, deadline sudah menghadang, banyak pekerjaan yang harus saya rampungkan terlebih dulu. Selama pergi, saya juga tidak membawa peralatan yang neko-neko, jadi saya akan terpisah dengan internet dan sebagainya. Setelahnya, saya mohon doa, semoga semua berujung dengan baik.

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 8:58.

kembali ke atas

51 komentar
untuk Pagi Yang Biru…

  1. dy

    pada Wednesday, 29 September 2004 pada 9:57 am:

    Been there, atta. Enjoy your breathing space and hope things’ll get better when you’re back.

  2. pada Wednesday, 29 September 2004 pada 9:58 am:

    ahh…life….so mysterious, trying to find the meaning therein, harvesting tears and laughter, somehow…. life keep going on, time keep ticking, we keep grewing old…..and we keep wandering and wondering…

  3. Qky

    pada Wednesday, 29 September 2004 pada 10:00 am:

    Insya Allah, keputusan terbaik akan menghasilkan yang terbaik pula… be strong n have fun to be happy vacation…

  4. Q

    pada Wednesday, 29 September 2004 pada 10:49 am:

    “so you were in but not entirely
    you were up for this but not totally
    you knew how arms length-ing can maintain doubt”

    *dari orang yang batal konser tgl 3 nanti* … lunpia semarang jangan lupa yah?

  5. shanty

    pada Wednesday, 29 September 2004 pada 12:00 pm:

    :)

  6. pada Wednesday, 29 September 2004 pada 2:06 pm:

    rasanya atta pasti kuat menghadapi semua itu,…. yakinlah tta suatu ketika kamu akan sampai ke rumah senjamu bersama-sama laki-laki dengan semburat jingga…..walopun mungkin laki-laki dengan semburat jingga yang selama ini bukan untukmu,…hik…

  7. pada Wednesday, 29 September 2004 pada 2:39 pm:

    relax, tta…
    Insya Allah, akan ada lelali yg lebih baik yg telah disediakan oleh-Nya untukmu…
    Cuma jalani saja semua ini, dan tunggu kejutan manisnya di depanmu…
    :-)

  8. roi

    pada Wednesday, 29 September 2004 pada 4:03 pm:

    laip gos on sista

  9. pada Wednesday, 29 September 2004 pada 4:54 pm:

    saatnya cari cowok baruuuuuu!!!!! ihiy! fotografer kan baisanya keren2 tuh!hahahaha!have a nice trip atta!oleh2 jangan lupa!

  10. pada Wednesday, 29 September 2004 pada 6:03 pm:

    keputusan kadang emang harus kita ambil meski mungkin memnghasilkan luka baru [untuk sesaat dan pasti akan sembuh].

    selamat berlibur. jangan lupa nasi liwet simpang 5 semarang dan roemah keboen punyanya nglaras rasa.

    untuk jogja cobalah gajah wong yang kartu namanya ada di sebuah blog payah.

  11. bay

    pada Wednesday, 29 September 2004 pada 9:37 pm:

    hwwaaaaaaa … :(( semarang.. jogja.. coba cuti gue diapprove dan gue bisa pulang kampung hari2 ini, gue bisa traktir lu melahap lampu2 kota semarang di waktu malam dari taman tabanas, juga mengulik seuplik senja di paris :(( trus nongkrong di benteng jualan kaos dagadu aspal bareng temen2 gue :((

  12. ky

    pada Thursday, 30 September 2004 pada 6:32 am:

    b strong. just recently been there. ok, girl, it’s time to start thinking “he is not the only man in the world”

  13. pada Thursday, 30 September 2004 pada 7:13 am:

    masih banyaaaak laki-laki ta :)

    nyanyikan lagu2 perjuangan ta… he wasn’t man enough for me… atau i will survive ;)?

  14. pada Thursday, 30 September 2004 pada 8:33 am:

    sedih? ngga apa2, mungkin ini saatnya.. mulai berhitung, tarik nafas yang dalam dan panjang dan coba melangkah dengan pelan seiring dengan ketukan sang waktu, senja kan tidak hanya datang untuk hari ini.. di saat seperti ini saya pernah nyelesaiin 3 lagu hits hanya dalam waktu yang singkat -hits utk kalangan sendiri :P-

  15. pada Thursday, 30 September 2004 pada 8:52 am:

    have a nice trip ya ta. mudah2an balik dari jalan2 si atta menemukan seseorang yg bs diandalkan untuk langganan martha stewart living…huehehe

  16. pada Thursday, 30 September 2004 pada 8:57 am:

    have a nice journey, Ta, safe and sound! (both in Jateng and in the future!)

  17. eyi

    pada Thursday, 30 September 2004 pada 9:04 am:

    Alhamdulillah kalau memang udah ikhlas..

    Kalau yang lama nggak pergi, yang baru nggak akan datang, Ta ;)

    Baik2 ya, hun.. Enjoy the vacation. Hiks hiks, ngiri…

  18. ciphie

    pada Thursday, 30 September 2004 pada 11:19 am:

    attaaa darling… oleh2 ya dr jogja… huhuhu sorrrryyy bangett….. gue jrg kesini…. kdg2 webnya gak kebuka di gue gak tau kenapa…. =|

    howayuu…… ketemuaannn yiuukkk

  19. pada Thursday, 30 September 2004 pada 12:45 pm:

    iya ta.. loe layak dapet yang lebih baik. Yang bisa lebih bersyukur dengan anugerah terbaik dlm hidupnya :) spt kamu bilang.

  20. pada Thursday, 30 September 2004 pada 1:01 pm:

    “The greatest thing in the world is not so much where we are, but in what direction we are moving.”

    aloute be strong!

    first time to surf your blogs, the written is touching.
    lam kenal

  21. pada Thursday, 30 September 2004 pada 2:59 pm:

    udah lama gak ke sini, kabar terakhirnya kok mengharukan..speechless.. tabah aja ya, mbak. pasti nanti digantikan dengan yang lebih baik =)
    ati2 di jalan dan met liburan!!

  22. pada Thursday, 30 September 2004 pada 3:22 pm:

    breath taking niiiyy…

  23. SyL

    pada Thursday, 30 September 2004 pada 5:41 pm:

    Atta, be strong, Girl.
    Don’t worry, time will heal.
    Dibalik semua ini pasti ada hikmahnya, dan sosok lain yang kalau kata Robby Williams ‘A BETTER MAN’ is waiting for you either sooner oor later, and again, time will take you there to meet him. Be patient ya, Girl.

    Have a good break, make the most out of it. Oleh-olehi kami cerita dengan barisan kalimat ala Atta yang selalu membuat para pembacannya berdecak kagum, especially my husband and Emaknya Cemara.

    Take care, Girl and enjoy the holiday ya.

  24. indi

    pada Thursday, 30 September 2004 pada 5:45 pm:

    Yupe…atta sudah dikelilingi cinta, why bother terus2 sedih :)…wish u all the best :)

  25. achi

    pada Thursday, 30 September 2004 pada 6:36 pm:

    the show must go on, kalo sempet nyambi denger lagunya bazil valdez (YOU).
    HUV NICE HOLIDAY, …ILL MISS YA

  26. pada Thursday, 30 September 2004 pada 9:16 pm:

    semburat jingga itu perlahan memudar … lalu hilang. Tapi di sudut, biru merah kuning dan yang lain menawarkan kehangatan warna yang dalam

  27. pada Thursday, 30 September 2004 pada 11:31 pm:

    take care :)

  28. pada Friday, 1 October 2004 pada 4:24 am:

    Sabar..ya…sabar.., things are meant to heappen to make you able in goingthrough the test of time, should you able to succeed, then you’d gain a certified patience and big-hearted personality…rewards would come at just around the corner…keep smiling and moving forward, as I go through the days counting till my next flight home..:)

  29. pada Friday, 1 October 2004 pada 7:18 am:

    ta..
    kok kayanya eluw jalan-jalan mulu ya? :D
    pengen banget tuh gue nyobain naek kereta ambarawa-bendono :(

    mm, soal yang satu itu..
    sabar is the key, ta.. :)

  30. pada Friday, 1 October 2004 pada 7:55 am:

    ta, baik-baik kah?

  31. pada Friday, 1 October 2004 pada 9:42 am:

    there’s nothing more to be if you can be the remedy who heals love

  32. pada Friday, 1 October 2004 pada 1:12 pm:

    nanti akan ada yang baik lagi.. *ini tulisan kamu sendiri pas ngisi comment di blognya biru* :)

  33. pada Friday, 1 October 2004 pada 6:36 pm:

    Selamat jalan-jalan.
    Ditunggu lagi laporan perjalanannya. Deadlinenya sehari setelah balik ke Jakarta. :)

  34. pada Saturday, 2 October 2004 pada 12:53 am:

    ternyata ke semarang - jogja ya ?..moga2 ketemu pas di malioboro…
    penuhi hidupmu dengan kebahagiaan ya…kamu pantas membahagiakan dirimu….

  35. saa

    pada Saturday, 2 October 2004 pada 2:08 am:

    aduh, telat. maap. met liburan, ta. :)

  36. pada Saturday, 2 October 2004 pada 12:18 pm:

    met liburan, tta.
    tuhan punya rencana lain. tunggu skenario dari Dia selanjutnya ;)

  37. pada Sunday, 3 October 2004 pada 4:33 pm:

    tenaangg…saya masih ada buat ngenalin ‘putro putro’ yang laeen..;)
    ditunggu hari senin

  38. ika

    pada Monday, 4 October 2004 pada 1:07 pm:

    waa atta .. semoga itu keputusan terbaik deh .. met jalan2 yaaa .. met seneng2 .. omong2 afal amat no loko nya ? hueheue !!

  39. pada Monday, 4 October 2004 pada 3:05 pm:

    Ketemuan neng Tengkleng pasar klewer yo Ta?….nek gak sempat yuk ngupi neng neng sego-kucing deket mirota situ juga gak pa-2….

  40. otty

    pada Tuesday, 5 October 2004 pada 2:04 am:

    bye Atta, have a nice getaway. Hope there is someone there more than happy to share a piece of his mauve sky of sunset with you :)

  41. pada Tuesday, 5 October 2004 pada 8:45 am:

    mbak sampai Jogja kapan? Mungkin bisa ketemu? Hehehe… gimme a call, sms, hug, kiss, anything.. :p

  42. pada Tuesday, 5 October 2004 pada 8:59 am:

    Masih ada bintang yang bersinar, mbak.. dan katanya, di sana ada harapan…

  43. pada Tuesday, 5 October 2004 pada 10:35 am:

    Aduh, postingnya kayak film India banget. Hampir aja nangis bombay nih :)

    Atta, masih banyak cowok di Global Village ini …

  44. dandy

    pada Thursday, 7 October 2004 pada 9:27 am:

    i will survive .. ayyo, nyanyi lagu itu aja, tta … :-)

  45. pada Friday, 8 October 2004 pada 11:47 am:

    cihuuyyy…atta resmi jomblo neeeh? Bebas euy!!!!

    btw, apa-apaan sih kluyuran mulu! KERJAAAA!!!!! ;)

  46. fahrie

    pada Tuesday, 12 October 2004 pada 3:58 pm:

    waktu menyembuhkan semua luka, be strong, sist

  47. pada Saturday, 16 October 2004 pada 9:22 am:

    buat semua; terima kasih banyak.
    i will survive *tangan terkepal dan wajah tersenyum* :D

  48. Anonymous

    pada Thursday, 10 March 2005 pada 8:01 pm:

    asyik dong maik kereta, kapan-kapan ikut dong.

  49. MitHaTa

    pada Monday, 5 December 2005 pada 5:37 pm:

    great journey, i will!! have a nice day.

  50. pada Wednesday, 2 August 2006 pada 3:06 pm:

    [...] Patah hati edisi kedua itu langsung ditutup dengan jalan-jalan ke Semarang, Rawa Pening, hingga Yogyakarta. Sebenarnya tidak ada kaitan antara patah hati dengan jalan-jalan, saya sudah merencanakan perjalanan itu bersama beberapa teman dari jauh-jauh hari. Ceritanya ada di sini [...]

  51. pada Tuesday, 10 October 2006 pada 6:41 pm:

    [...] Rasanya baru kemarin pagi yang biru itu datang. September Ceria, seperti lagu yang kondang lewat vokal apik Vina Panduwinata rasanya tak tepat dijadikan latar untuk bulan sembilan satu tahun lalu. [...]

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Pagi Yang Biru…

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.7. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas