Monday, 11 October 2004
akhir pekan dan hitam putih
Nyamannya liburan bersama para fotografer. Sepanjang Semarang hingga Jogja, kami menyambangi beragam tempat nan eksotik.
Saya jelas bukan fotografer. Bekal saya hanya kamera digital pocket biasa. Sementara mereka -tujuh fotografer yang ramah dan baik hati- membawa persenjataan lengkap. Mulai dari kamera film dan digital, tripod, aneka lensa dan pernak-pernik lainnya.
Selama mereka sibuk berburu angle terbaik untuk foto-foto mereka, saya juga sibuk mengganggu konsentrasi mereka
Caranya? dengan mengerahkan segenap tenaga dan mengeluarkan bujuk rayu. Tujuannya? ya agar mereka sudi mengabadikan saya. hehehehe. *narsis Mode ON*
Tidak sia-sia juga usaha saya. Sebagian hasilnya bisa dinikmati di sini. Penggalan akhir pekan yang manis dalam sentuhan hitam putih.

Diambil di Stasiun Ambarawa. Gaya tidak menengok ke kamera ini bukan disengaja, tapi memang saat itu saya tengah menatap kamera lainnya

Lawang Sewu-Semarang, bangunan tua yang masih memperlihatkan sisa-sisa kecantikannya, barisan pintu-pintu juga sinar matahari pagi yang menembus kaca-kaca hias. Dapat melenggang dan mengambil sudut-sudut di Lawang Sewu terbilang sulit. Untunglah tipuan kami, yang mengaku sebagai mahasiswa dan tengah melakukan tugas kuliah, berhasil mengetuk pintu hati para penjaga. Jadilah foto hitam putih diatas merekam saya -si model yang tengah mengirim pesan pendek via ponsel-, sedang berdiri tepat di bawah tulisan kesetiaan adalah kebanggaan
(Semboyan “kesetiaan adalah kebanggaan” merupakan peninggalan Kodam IV/Diponegoro yang pernah berkantor di Lawang Sewu)

Tujuh fotografer ramah, baik hati juga jenaka dan satu orang non fotografer berpose bersama di depan Lawang Sewu. Penggalan akhir pekan yang manis dalam sentuhan hitam putih.
terima kasih untuk mbak Vera, atas foto-foto yang rupawan. matur nuwun sanget mbak ![]()