Thursday, 2 December 2004

dalam gerimis mereka pergi…

“tahu jalan merak nggak? katanya deket-deket situ ya”

Pesan pendek yang masuk saat saya meletakkan ransel di kamar ini tidak saya jawab. Menjelaskan alamat dengan bahasa tulis pasti lebih rumit. Saya memilih menelepon si pengirim pesan, teman saya yang jurnalis di sebuah harian.

Lewat perbincangan telepon itu baru saya tahu, Jefri Edison Mangiri, salah satu korban dalam kecelakaan pesawat Lion Air, bertempat tinggal di Jalan Merak, tak begitu jauh dari kampung saya. Dan dari berita teman saya, yang dimuat keesokan harinya, saya jadi tahu kalau Sabtu yang cantik pekan ini semestinya akan menjadi hari bahagia untuk Jefri. Pemberkatan pernikahannya dengan Oktova Primasari, di awal Desember ini bukan tak mungkin adalah hari yang sangat dinantikannya. Tapi, Tuhan punya rencana lain.

Bandara Adi Sumarmo. Saat kuliah dulu, kawasan di seputar Adi Sumarmo dengan mudahnya mencuri hati saya. Hijau padang rumput, deru pesawat, jalan aspal yang tenang, rumah sahabat (ibu sahabat saya ini gemar memasak untuk kami, saya dan sahabat-sahabat putrinya, kami; anak kost yang gemar makan apa saja yang terhidang).

Dan kawasan bandara memiliki kenangan tersendiri. Menunggu pesawat tinggal landas yang rencananya mengisi salah satu adegan di sebuah produksi film kecil-kecilan, keamanan bandara dengan mobilnya yang menghalau gerombolan mahasiswa keren di pagar dekat landasan pacu, atau merasakan angin saat pesawat mulai terbang…. (berdirilah di pagar dekat landasan pacu, saat pesawat mengepakkan sayapnya, mendongaklah… dan kamu tepat berada di bawah perut pesawat, rasakan angin yang bercanda di wajah, amati pesawat yang kian lama kian meninggi)

Tapi, Selasa yang lalu, Adi Sumarmo menunjukkan sisi lainnya. Ia bukan lagi gelak tawa dan hijau padang rumput. Dalam gerimis, Adi Sumarmo melepas kepergian Jefri Edison Mangiri dan yang lain… dalam gerimis, Adi Sumarmo mendekap, memberi kecupan di kening, dan mengantarkan mereka pada Yang Kekal, pada keabadian.

Teriring doa untuk mereka yang pergi dalam gerimis; para korban tergelincirnya pesawat MD82 Lion Air.

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 16:22.

kembali ke atas

20 komentar
untuk dalam gerimis mereka pergi…

  1. pada Thursday, 2 December 2004 pada 8:31 pm:

    Mbak Atta..
    rekanku juga pergi, di petaka sore itu.. :(

  2. pada Thursday, 2 December 2004 pada 9:27 pm:

    turut berduka cita..

  3. dy

    pada Thursday, 2 December 2004 pada 10:23 pm:

    turut berduka… seringkali keindahan memang punya dua wajah ya…

  4. pada Thursday, 2 December 2004 pada 10:26 pm:

    Entah kenapa bulan-bulan belakangan ini begitu banyak terjadi bencana di Indonesia. Apa kita sebegitu berdosanya hingga dihujani hukuman seperti ini ?…

    turut berduka…

  5. nova

    pada Friday, 3 December 2004 pada 9:51 am:

    tta,
    jefri (alm) itu senior salah satu temen kantorku semasa kuliah di unpar bdg.

    met wiken ya tta ^^

  6. pada Friday, 3 December 2004 pada 12:12 pm:

    turut berduka…
    paduan kata2nya bagus banget…

  7. pada Friday, 3 December 2004 pada 3:30 pm:

    hanya sebentar, kan? hanya bbrp jam saja, kan? masih lebih lama kalo terjebak kemacetan, kan? siapa menyangka :(

  8. pada Friday, 3 December 2004 pada 5:44 pm:

    turut berduka. kecelakaan yg tak diduga oleh semua orang.

    ps: ada pic bayi di tempat saya.

  9. pada Saturday, 4 December 2004 pada 6:36 am:

    duka kita semua saya pikir

  10. pada Saturday, 4 December 2004 pada 7:19 am:

    tahu nggak Voca Euradita, paduan suara UNS, kalau saja mereka menang lomba, mungkin mereka pulangnya naik pesawat itu….. turut berduka cita

  11. pada Saturday, 4 December 2004 pada 5:26 pm:

    aku sekali mendarat di bandara solo. tenang sekali ya suasananya.

    turut berduka cita

  12. pada Saturday, 4 December 2004 pada 8:40 pm:

    hanya bisa tertunduk dalam-dalam. semoga yang ditinggalkan tabah dan ikhlas.

  13. sa

    pada Monday, 6 December 2004 pada 6:37 pm:

    maap, telat. turut berduka, ta

  14. pada Tuesday, 7 December 2004 pada 1:45 pm:

    katanya, tadinya mas jeefri itu berniat mau naik kereta…

  15. pada Tuesday, 14 December 2004 pada 5:20 am:

    no other words.. turut berduka cita sedalam-dalamnya bagi seluruh keluarga korban yang ditinggalkan

  16. pada Tuesday, 13 December 2005 pada 1:54 pm:

    mentioning woolen nephews customers,interpretive blinders copyright Heusen vividness

  17. pada Saturday, 31 December 2005 pada 5:30 pm:

    emigrating foully quickens Aldebaran censoring lurk.static Offenbach.

  18. pada Monday, 22 May 2006 pada 4:02 am:

    crown plaza

    block openers?loser!grammars,Huggins activations Minotaur leavened!florida hotels http://florida-hotels.hotels-safe.com/

  19. pada Tuesday, 30 January 2007 pada 4:08 am:

    Online Video Poker

    lowly manning truckers.definitely.Online Roulette [url=http://www.atonlineroulette.com/#]Online Roulette[/url] http://www.atonlineroulette.com/#

  20. pada Tuesday, 26 June 2007 pada 1:54 pm:

    They free texas hold em poker

Subscribe to comments atau TrackBack untuk dalam gerimis mereka pergi…

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.6.3. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas