Friday, 18 March 2005

Jadi Begini Rasanya Bertemu Belahan Jiwa…

jam gadangJeep yang dikemudikan Pak Anas memasuki kota itu sore hari. Perlahan-lahan. Semestinya semburat jingga sudah mulai bertugas. Memulas langit barat. Menghadiahkan penduduk bumi permainan warna-warna yang cantik. Tapi… sore ini semburat jingga urung muncul, mengalah dan memberikan ruang pada rintik kecil-kecil.

Rinai hujan turun sejak perjalanan dari Istana Pagaruyung. Kecil-kecil. Saya sangat sangat sangat suka gerimis. Jalan basah. Aroma tanah.

Pak Anas, pengemudi sebuah persewaan mobil di Padang menurunkan saya di muka hotel. Semua orang yang saya tanya saat saya merancang perjalanan Desember akhir tahun lalu itu menyebutkan nama hotel ini sebagai yang wajib diinapi. “Enak, dari sana kamu bisa lihat Ngarai Sihanok, mau jalan ke Jam Gadang, tinggal jalan kaki dari hotel”.

Satu janji temu dibuat. Dua jam lagi, Pak Anas kembali menjemput saya. Untung ada Pak Anas. Ayah satu orang anak ini lahir dan besar di Batusangkar, membuatnya mengenal seluk beluk ranah minang. Pak Anas pengemudi yang baik. Sepanjang perjalanan, dia tahu kapan saatnya melambatkan mobil dan berhenti. Memberi kesempatan saya untuk berdiri di tepian Danau Singkarak atau mengagumi sawah menguning dan kebun teh yang terhampar di Solok dalam perjalanan antara Padang-Bukit tinggi

Tak banyak yang bisa dilakukan di malam hari. Hanya makan malam di Pasar Banto dan sedikit memutari kota. Pak Anas menghindari jalan sekitar Jam Gadang, satu pentas musik membuat suasana hingar bingar. Dari jendela kamar hotel, saya bisa melihat ujung Jam Gadang dalam siraman cahaya lampu kota.

Hujan usai juga. Pagi hari tanpa rinai. Beberapa spot bisa dikunjungi secara estafet. Selepas tengah hari nanti, perjalanan dilanjutkan menuju Danau Maninjau.

Pagi hari tanpa rinai menyusuri Goa Jepang, Benteng Fort de Kock, Pasar Atas dan rumah kelahiran Bung Hatta, Bapak Bangsa, pada sosoknya melekat sifat jujur dan bijak. Rumah sederhana itu terletak tak jauh dari Pasar Banto.

Dan… sebelum meninggalkan kota, Jeep diarahkan menuju Jam Gadang.

Saya berdiri, menatap ikon dari kota dengan cuaca yang lembut ini. Hanya saya dan Bukit tinggi. Aura hangat yang terpancar dari kota ini dengan mudahnya membuat saya jatuh hati.

Di depan Jam Gadang saya tebarkan pandangan ke sekitar. Suasana tak begitu ramai. Bendi-bendi di pinggir jalan. Dan tiba-tiba perasaan nyaman itu hadir. Nyaman. Tenang. Dalam diam … desiran itu datang.

Jadi begini rasanya bertemu belahan jiwa. Bukan lagi kupu-kupu dalam perut. Atau landasan pacu yang bergemuruh pindah ke organ dalammu. Tapi, rona merah jambu yang bermuara pada perasaan tenang. Segala kenyamanan yang berkumpul di pusat hati. Rasanya seperti … sesuatu yang berdesir saat saya berada di depan Jam Gadang.

jadi begini rasanya bertemu belahan jiwa. saya dan bukit tinggi. siang itu.

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 18:30.

kembali ke atas

36 komentar
untuk Jadi Begini Rasanya Bertemu Belahan Jiwa…

  1. pada Saturday, 19 March 2005 pada 12:49 am:

    Blm pernah ke bukit tinggi tapi kira2 sama dengan kota2 di Sumbar; pasar warna-warni, musik diputar keras, tapi beberapa tempat bisa begitu sepi…

  2. pada Saturday, 19 March 2005 pada 3:26 am:

    jadi ingat lagunya Katon: “belahan jiwa apakabarmu?”

  3. pada Saturday, 19 March 2005 pada 4:36 am:

    baca tulisan ini lagu yg terngiang nginang Kambanglah Bungo nih….jaman paduan suara sd dulu he he he ;)

  4. pada Saturday, 19 March 2005 pada 6:02 am:

    inget beberapa taun lalu menghabiskan malam tahun baru di bukit tinggi. menyenangkan. bukan dengan rame2 gitu deh. jadi kangen, pengen kesana lagi

  5. pada Saturday, 19 March 2005 pada 6:32 am:

    belon pernah kesono mbak..
    ktemu datuk maringgih tak..? ;)

  6. pada Saturday, 19 March 2005 pada 1:50 pm:

    makan nasi padang dong Ta :D *lagi ngidam nasi padang*
    belahan jiwa=bukit tinggi atau belahan jiwa ada di Bukit Tinggi ;)

  7. pada Saturday, 19 March 2005 pada 6:41 pm:

    belahan jiwamu sebenernya si fotografer, atau bukittinggi sih ta?

  8. cici

    pada Saturday, 19 March 2005 pada 9:33 pm:

    kasian dibelah2 gitu…jiwanya :)

  9. pada Sunday, 20 March 2005 pada 12:41 am:

    jadi dia orang bukittinggi ya ta…hehehe

    di benteng atas ada yang masih jualan rujak nggak? duh kangen ;)

  10. pada Sunday, 20 March 2005 pada 12:52 pm:

    hmm..ada kupu-kupu kecil ya mbak yang meronta-ronta ingin terbang bebas di perut ?…salam buat bukittingginya mbak.. :D

  11. pada Sunday, 20 March 2005 pada 2:14 pm:

    ehem..ehemm…
    *cuma bisa hmm hmm dan kedip2*

  12. sa

    pada Sunday, 20 March 2005 pada 4:46 pm:

    saya nya = negeri senja atau saya = atta? hehe.. msh berusaha menyambung2 kan. ga pernah ke bukit tinggi sih. :D

  13. pada Monday, 21 March 2005 pada 1:47 am:

    sayang sayah blom dikasih kompi ampe skr, jadinya gak bisa ngeblog :( :(

  14. pada Monday, 21 March 2005 pada 6:48 pm:

    siapa tahu, belahan jiwanya memang ada di bukit tinggi… hehehe :)

  15. pada Monday, 21 March 2005 pada 6:59 pm:

    Kangen banget ke Bukit Tinggi..terakhir kali pas SMP dulu..:)
    Apa nama hotelnya mbak?

  16. pada Monday, 21 March 2005 pada 8:22 pm:

    aye belum pernah ke sumatra…

  17. pada Tuesday, 22 March 2005 pada 5:15 am:

    LDR nih ceritanya, tta ? kalo’ kangen mahal ih… :p

  18. pada Tuesday, 22 March 2005 pada 5:45 am:

    bukit tinggi = belahan jiwa ?
    Urang awak yo ?

  19. pada Tuesday, 22 March 2005 pada 11:04 am:

    Suka iri dgn postingan Atta, apalgi kalo udah nulis tentang perjalanan.
    Enak banget Ta…
    Sedang gw, masih terperangkap dalam satu lantai di gedung berlantai 25
    Pagi sampai ke malam :(

  20. ben

    pada Tuesday, 22 March 2005 pada 11:15 am:

    belum pernah ke sumatera. k
    kata orang sih saya padang murtad hehehehehe……. :D

  21. pada Tuesday, 22 March 2005 pada 11:25 am:

    belahan jiwa… ahhh… untung bukan belahan yang lain… hehehehe… :twisted:

  22. eyi

    pada Wednesday, 23 March 2005 pada 7:48 am:

    ‘bukit tinggi’ saya ada di belah-belah sono ya Ta? ;)

  23. gagah

    pada Wednesday, 23 March 2005 pada 8:38 am:

    aahh… pengen liat yg belah…
    eh.. pengen liat padang juga maksudnya…

  24. Qky

    pada Wednesday, 23 March 2005 pada 9:15 am:

    saya yang SEDERHANA, cukup ke warung PADANG ajah deh. sambil teriak… NAMBO CIE :mrgreen:

  25. pada Wednesday, 23 March 2005 pada 12:11 pm:

    attaaa fotonya kuraaang.

  26. pada Saturday, 26 March 2005 pada 11:45 am:

    aku jadi mau pulang kampung… huhuhu… kangen kampung halaman. ayo, atta, tanggung jawab. take me to bukit tinggi… huhuhu… :P

  27. pada Monday, 28 March 2005 pada 9:53 am:

    jadi pengen ke sumatera

  28. pada Monday, 28 March 2005 pada 12:44 pm:

    enak ya kalo masi lajang, punya banyak uang… :D

  29. sophie nurbani

    pada Tuesday, 4 April 2006 pada 8:42 am:

    Mbak, apa ya nama hotel yang di bukittinggi, karena saya akan kesana insya Allah akhir April ini.
    Mohon dijawab lewat e mail saya langsung ya Mbak.

    Terima kasih.

  30. pada Thursday, 29 June 2006 pada 12:04 am:

    spironolactone aldactone http://spironolactone-aldactone.blogspot.com/

  31. elvan

    pada Friday, 8 September 2006 pada 6:26 am:

    Mba , minta tolong nama hotel dan contact no nya donk …

    kayaknya tertarik juga nich… kirim ke email saya juga aja ya…

  32. aa

    pada Thursday, 19 October 2006 pada 7:58 am:

    Pulang kampung ke Bukit tinggi pasti assyyiiiiiiik

  33. dee

    pada Thursday, 2 November 2006 pada 9:34 am:

    bukittinggi emang indah coy, indah banget…..
    saking indahnya cintaku pernah kandas dengan belahan hati dibukittinggi…….. ya terbelah2 dech
    hehehehehehehh

  34. Ninik

    pada Friday, 23 February 2007 pada 10:02 am:

    Bisa minta nama hotelnya ?

  35. Yeny

    pada Tuesday, 3 July 2007 pada 9:36 am:

    Mba, apa ya nama hotel yang di bukittinggi, karena saya dan kel. akan kesana insya Allah pada tanggal 7 Juli ini. Kalau bisa tolong jg kasih saya mengenai jadwal2 selama disana dong termasuk mobil yg bisa disewa plus gaetnya, seperti pak Anas itu loh… Rencananya saya dr tgl 7 sd 10 di bukit tinggi dan 10 s/d 11 di padang.

    Jawabnya ke email aku aja ya Mba….

    Terima kasih atas bantuannya.

  36. aya

    pada Wednesday, 8 August 2007 pada 10:21 am:

    hi,..
    boleh tau alamat atau no telp dr hotel tempat menginap di bukit tinggi ? karena minggu depan saya akan ke sana. dan pls help no telp pak Anas

    thx a lot for your help

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Jadi Begini Rasanya Bertemu Belahan Jiwa…

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.3.1. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas