Sunday, 29 January 2006
Menjawab Tanyamu
Anak-anak selalu penuh dengan tanya. Saat mendengar celoteh dari bibir-bibir mungil itu, saya sesekali menerka, apa ya yang ada di kepala mereka?. Mereka, anak-anak manis yang pernah saya jumpai, seperti tak pernah kehabisan bahan pertanyaan. Bertanya ini, bertanya itu. Penuh rasa ingin tahu.
Saya belum menikah dan belum memiliki anak. Tidak setiap hari juga saya bertemu anak-anak. Tapi setiap pertemuan dengan wajah-wajah polos itu, entah dengan anak teman kantor, putri sahabat, atau anak di sekitar rumah, selalu diisi dengan sederet pertanyaan.
Malam ini tiba-tiba saya membayangkan, bagaimana kalau setiap hari saya berkumpul dengan mereka, anak-anak saya kelak, wajah-wajah ceria yang tak henti bertanya. Dan saya mulai berandai-andai. Kira-kira apa yang akan mereka tanyakan? Bisakah saya menjawab setiap tanya yang terlontar?
- Kenapa sih hujan kok turun dari langit?-
Ah yang ini saya pasti bisa menjawab. Jelaskan tentang konsep penguapan, titik-titik air yang ditampung di awan, angin yang bergerak dan turunlah hujan. (Benar kan?)
- Gober Bebek itu siapa?-
Wah apalagi yang ini. Saya akan tatap mata buah hati saya, melihatnya dengan senyum, dan mulai bercerita, mengutip “The Life and Times of Scrooge McDuck”: Gober adalah keturunan terakhir klan McDuck, keluarga ningrat di Skotlandia yang jatuh miskin, dan tak mampu membayar pajak. Gober lalu bertekad untuk bisa membantu. Koin pertama yang didapatnya dari menyemir sepatu menjadi inspirasi baginya untuk memulai petualangan di Amerika. Gober lalu menjadi sangat sangat sangat kaya, tetapi kikir, terutama pada keponakannya Donald. (Yap, terjawab sudah)
- Kok bisa ada gunung berapi?-
Huhuhu, Ibu bingung. Nanti dulu, kan ada Google. Jelajah sana, jelajah sini, selesai.
- Kenapa di tahun 2005-an, Nicholas Saputra itu terkenal?-
Ya harus. Kamu tahu, Ibu juga suka kok. Ganteng, manis, cerdas, aktingnya keren, si Nicho ini pernah jadi bintang utama di film Gie. Waktu dia jadi Rangga di Ada Apa Dengan Cinta?, aktingnya bikin hati jadi lumer.
-Ini apa?-
tripod
-Kok Ibu kalau motret suka pakai ini, buat apa?-
Untuk menjaga supaya kamera kita tenang. Kalau kamera tenang, hasil gambarnya juga akan tenang, enggak goyang.
- Teori relativitas itu apa sih bu?
Ya ampun, fisika. Sebentar, sebentar, Ibu tanya teman ibu yah. Om anu itu yang lulusan fisika dari sebuah institut negeri di Bandung itu loh. Sabar ya Nak.
- Dulu Ibu ketemu Bapak di mana?-
Walah, untuk pertanyaan ini tidak perlu referensi. Ibu hafal di luar kepala. Mau detailnya juga tak?
Sempat terbersit pikir; susah juga ya menjadi orang tua. Mudah-mudahan, suatu saat nanti, jika waktunya tiba, saya tetap diberkahi berton-ton rasa sabar untuk meladeni tanya mereka. Semoga tetap ada banyak jalan untuk mencari jawab. Termasuk ketika wajah-wajah itu bertanya :
Kok orang perang sih Bu?
Kalau perang begitu, sekolah libur enggak Bu?
Kenapa orang mencuri?
Kalau perang begitu mereka ngerebutin apa sih Bu?
Kenapa sih sampai ada orang membunuh?
Jadi Munir meninggal waktu naik pesawat, kok bisa? kan dia cuma makan mie goreng sama minum jus jeruk? (saya berandai-andai nama Munir akan masuk dalam buku sejarah beberapa tahun mendatang)
Orang-orang di kolong jembatan itu akan terus di situ enggak sih Bu?
Katanya semua manusia itu saudara, kalau saudara kenapa ngebom?
Memangnya ruang rapat di gedung DPR itu seluas apa sih Bu? Kenapa Bapak yang pakai jas itu ngomongnya mesti teriak-teriak gitu, ngotot-ngotot, kalau ngomong biasa aja mungkin takut enggak terdengar sama yang lain kali ya Bu?
Tapi pengamen kecil yang kita lihat tadi juga ada jam istirahatnya kan?
Kenapa dipukuli? Kalau si mamang enggak boleh jualan di situ, bapak-bapak baju hijau itu kan bisa ngomong baik-baik. Ya kan bu?
Kenapa kita enggak punya hutan lagi Bu?
Loh? Kok beras Vietnam sih, kata Ibu dulu banyak sawah menguning, terus sekarang petani-petani itu nanam apa Bu?
dan sederet tanya lainnya …
Jadi anakku yang kinasih, tulisan ini dibuat jauh-jauh hari sebelum kamu hadir di dunia. Suatu saat jika waktunya tiba, pasti akan ada banyak tanya dari bibirmu. Semoga juga ada banyak jalan untuk menjawab tanyamu.
(terinspirasi dari perjalanan antara Karet-Slipi; bersama teman dan dua anaknya. “Bu, kenapa ibu-ibu itu di pinggir jalan?, yah kita enggak bisa minggir ya,” ucap Dandy, 3 tahun, putra bungsu teman kantor. Kami di dalam mobil yang melaju, di luar hujan turun, dari balik jendela terlihat seorang ibu berhenti mengemis sejenak, berteduh di bawah jembatan layang Pejompongan)

pada Sunday, 29 January 2006 pada 8:49 pm:
…” heheheeh.. anak kecil memang seringkali banyak memberi inspirasi yah ta… sayah jadi ingat HIRA,anak sahabat sayah yang selalu berceloteh di sepanjang jalan…saat kemping pertamanya dia…sayah jadi kangen dia”
pada Sunday, 29 January 2006 pada 9:40 pm:
belum menikah dan belum punya anak, perlu ditambahi kata segera
Amin.
aku doakan Ta…
pertanyaan anak2, you tell me
tapi lama2 kita jadi pinter kok Ta, pinter ngeles 
learning by doing Ta..
sekarang lagi di proses jawaban: dulu Ibu ketemu bapak di mana ya Ta
good luck!
semoga segera mendapatkan your other half..
pada Monday, 30 January 2006 pada 3:00 am:
Ide yang bagus, Atta… Damian sudah banyak tanya tapi aku nggak mencatat, kayaknya lucu juga ia baca kalau sudah besar :))
pada Monday, 30 January 2006 pada 7:45 am:
kenapa kok pada ngomongin aku ? :-/
pada Monday, 30 January 2006 pada 7:46 am:
anak kecil memang selalu jujur
salam kenal ya…
pada Monday, 30 January 2006 pada 7:57 am:
ingin rasanya menjadi anak kecil kembali… tapi mana mungkinn…
pada Monday, 30 January 2006 pada 8:41 am:
bu, siapa sih jindo? heheh…
atta, kalo anak emang suka polos, kemaren pas lagi jemur anakku di depan rumah ada anak tetangga nanya gini ke aku,”tante, lagi jemur dede ya, kok dedenya udh keluar tante masih gendut?” nah lohhh!!! hihihi..gw bingung jawabnya, jadi minder kalo keluar rumah nih
pada Monday, 30 January 2006 pada 9:26 am:
anak kecil…pacar kecil gue
suatu hari May juga pengen ngajak anak dan tentu bapaknya jalan-jalan ke gunung. biar mereka disana bisa banyak belajar ….hmmm pacar kecil gue..
anak kecil selalu punya jawaban yang polos dan jujur..
pada Monday, 30 January 2006 pada 10:13 am:
hmmm…. berarti aku paling beruntung bisa menghadapi 1001 pertanyaan murid2ku di kelas 1 sd.
“ibu, apa ibu sudah punya istri?”
Aku tersenyum geli, suami maksudnya pasti…, tapi intinya dia nanya apa udah nikah. Hilang senyum geli berganti senyum kecut…
Duh….besok mereka nanya apa lagi ya….
pada Monday, 30 January 2006 pada 10:26 am:
hem… anak-anak memang slalu banyak bertanya
Jd orang tua susye jugak yak?!?
pada Monday, 30 January 2006 pada 11:22 am:
eiehieheihe…
nanti anak2 kita dikumpulin ya ta… suruh main bareng.. heiehieh *amien*
pada Monday, 30 January 2006 pada 2:08 pm:
Atta… Atta…
Mau punya anak ya kudu ada Bapak-nya kan?
Nah, jadi mari kita cari dulu Bapak-nya ada dimana?
Perlu dibantu…?
Tapi jangan saya yah, soalnya saya kan sudah “ditemukan”
pada Monday, 30 January 2006 pada 4:45 pm:
yang jelas satu na. dolo siwoer kecil nan mungil buadungnya puolllll
pada Monday, 30 January 2006 pada 4:59 pm:
saya baru tau lho, cerita tentang paman Gober!
hikhikhikhik…
pada Monday, 30 January 2006 pada 5:27 pm:
ehehehe.. attaaa…
kayaknya kamu dah pengen punya momongan deh
cepetin gih, si abang suruh ngelamar…
hihihi
pada Monday, 30 January 2006 pada 10:22 pm:
punya buku “mengapa begini mengapa begitu” (penerbitnya lupaa) terbukti membantu menjawab pertanyaan2 ponakan yang aneh2…
pada Monday, 30 January 2006 pada 10:24 pm:
to live is to ask actually…. and eventually to find the answer…. bisa jawab pertanyaan2 gw? heheheheheuuu…
pada Tuesday, 31 January 2006 pada 10:26 am:
jadi inget sekitar setahun lalu ditanya anak orang: tante kan udah sebesar mama, kok belum ada suaminya? kenapa? (gleg!)
pada Tuesday, 31 January 2006 pada 1:10 pm:
wah, jadi kangen sama ponakan yang cerewet tapi menyenangkan di ndeso……
wah, jadi pingin juga punya anak yang cerewet tapi menyenangkan…..
semoga tahun ini ketemu pasangan jiwa, menikah, dan punya anak…..
begitu juga dengan mbak atta…..
amin….
btw, udah ketemu jindo? bajindo? hehehehehe…..
pada Tuesday, 31 January 2006 pada 8:29 pm:
gak jadi ke sumba.. jadi bingkisan-nya mana? hue he he..
eh.. tante.. tante.. kapan masak cumi lagi di bogor?
pada Wednesday, 1 February 2006 pada 6:11 am:
Aku mau Raniiiiiiiiii sekarang!
Aku mau ditanya2in terus…
Hihihi!
Tunggu tanggal mainnya Ta…
pada Wednesday, 1 February 2006 pada 8:34 am:
aku juga mau ditanya2in..
kayaknya harus ada yang bikin buku antisipasi terhadap pertanyaan anak2 deh hehe..ayo bikin ‘ta
pada Wednesday, 1 February 2006 pada 11:25 am:
*suatu hari saat kopdar blogfam*
+ “mama…mama… kalo’ tante yg lg pegang kamera itu tante siapa ma ?!”
- “oo.. itu tante atta, sayang… kenapa, kamu mau dipotret sama tantenya yah ?”
+ “nggak ma.. tapi tadi tante itu ngabisin es krim-ku…”
kekekekeke… ATTAAAAA..!! :p
pada Wednesday, 1 February 2006 pada 5:15 pm:
moga2 cepet ditanya2 ama anak sendiri ya Ta. Amin
pada Thursday, 2 February 2006 pada 3:24 pm:
sewaktu gw lagi mandiin Raihan, gw nyletuk ” Kamu jangan bikin malu bapak”
Eh Raihan malah tanya ” Malu itu apa Pak…?”
bingung juga jawabnya, gw terangin pakai bhs Jawa ” Isin ”
” O , diketawain ” kata Raihan.
pada Friday, 3 February 2006 pada 4:53 am:
aku dulu nanya kayak gitu gak ya??
pada Friday, 3 February 2006 pada 7:32 am:
bu ratna mmmm sudah mmmmmmmmmmm… gini lho… mmmmmmm…. saya punya teman namanya ratno….. mmm dia itu…. gimana ya
pada Friday, 3 February 2006 pada 12:54 pm:
sedih membaca paragraph terakhirmu, ini yang susah dijawab pas dimana anak melihat sendiri semua nya. seblom punya anak, harus married dulu dunk tta…kapan nih tta???? hahahaha
pada Friday, 3 February 2006 pada 1:44 pm:
sejak di skolah baru, Rafa diajarin multi-lingual (bahasa, english and arabic). sekarang bentar2 dia nanya suatu benda dalam 3 bahasa itu.
yg terakhir dia tanyain “ma…kalo bhs arab nya tiang listrik apa?”
nte atta mau gak anterin mama ke toko buku utk cari kamus multi-lingual?
pada Saturday, 4 February 2006 pada 6:24 pm:
heuheu.. pertanyaan dari anakkecil umur 5tahun yang terakhir gw hindari jawab : jadi nanti bayinya tante boit kelur dari mana ?
waktu si bunga udah lahir, pertanyaan itu dijawab dengan : wah waktu lahiran, tante boitnya merem, jadi ngga’ liat keluarnya darimana..
[males jelasinnya gtulhooooooo].. :p
pada Monday, 6 February 2006 pada 11:32 am:
duh… pengen anak nihhh….
rindu ! rindu! rindu!
hehe… kangen lu juga, ta.
apa nggak bisa kamu usahakan sebuah pertemuan kita?
jlederrrr!!!! hehehe
pada Wednesday, 8 February 2006 pada 10:24 am:
kok orang bikin blog sih, bu….
pada Wednesday, 22 February 2006 pada 8:30 am:
Saya paling senang kalau ditanya anak2, meski beberapa kali jadi dongkol karena tanya-nya personal… pengin nyubit tapi dilihat ortu-nya
Juga nggak tega karena biasanya si anak bertanya sambil matanya membulat tanpa dosa…
pada Thursday, 11 May 2006 pada 2:27 pm:
[...] Perhatikan tulisan yang ini dengan tulisan yang itu. [...]
pada Monday, 17 July 2006 pada 12:22 pm:
jadi pengen cepet-cepet momong anak, kak.
dan aku tidak akan berkata tidak tahu padamu nak, aku ingin jadi jendela duniamu ketika kau belum menemukan jendela lain di masa kanak-kanakmu….
pada Thursday, 3 August 2006 pada 4:08 am:
jbhffg
gdfsgv fsdaf fafdsafas
pada Sunday, 13 August 2006 pada 7:50 pm:
raomqrom
zpgktzraze abdiapvy qqjqgijqu oelfopwahy szegfpaw
pada Sunday, 13 August 2006 pada 11:42 pm:
ohzbzoxeig
ynrtybumg upbwqswjm areuzozwgq vrgyrzvbv ezjrdylxk
pada Monday, 14 August 2006 pada 1:17 am:
itvsdar
qwndxeo pieozlxla hoqzyklg rbyzdmyfws lbjgxy
pada Friday, 1 December 2006 pada 2:19 am:
anal hardcore sex
anal hardcore sexanal hardcore sex anal hardcore sex anal hardcore sex anal hardcore sex anal hardcore sex anal hardcore sex anal hardcore sex anal hardcore sex anal hardcore sex frrmloizpc