Sunday, 1 January 2006
Semoga Lebih Baik
Sore yang cerah. Awan seperti bulu biri-biri menyebar di langit utara. Sebaran sinar matahari teduh saja. Tak menyengat saat menyentuh kulit. Orang ramai berkumpul di tanah lapang. Duduk beralaskan rumput hijau. Aku sendiri memilih duduk di dekat kerimbunan pohon kembang sepatu.
Tidak semua duduk beralas rumput. Satu orang duduk di bangku kayu kecil. Wajahnya tampak jelas terlihat. Sore itu ia menjadi pusat.
“Aku hendak membuat permainan,” ucapnya, merebut perhatian kumpulan orang-orang di tanah lapang. “Aku akan membacakan pertanyaan dan kalian bisa mengangkat tangan kalian kalau merasa kalianlah orangnya”.
Semua orang di tanah lapang mengangguk. Sepertinya permainan akan berjalan semarak.
“Aku mulai sekarang,” ujarnya, tersenyum. “Semua siap?,” ia bertanya, dan mengedarkan pandangannya, menatap orang-orang yang duduk beralas rumput.
Lagi-lagi, semua orang mengangguk. “Ya ya, kami siap,” Laki-laki berambut ikal yang duduk tak jauh dariku sepertinya sudah tak sabar, ingin permainan segera dimulai.
“Siapa yang kerap kali lupa pada jadwal acara atau janji temu?”
Aku segera mengangkat tangan.
Orang yang duduk di bangku kayu kecil melanjutkan pertanyaannya
“Siapa yang senang menunda-nunda pekerjaan dan kerepotan setengah mati ketika akhirnya jadwal tenggat semakin dekat?”
Ya ampun, aku juga. Cepat-cepat aku mengangkat tangan.
“Siapa yang sering lupa meletakkan kunci, lupa menaruh charger ponsel, lupa membawa kunci rumah dan terpaksa membangunkan penghuni lainnya begitu pulang agak larut, lupa membayar tagihan telepon seluler, lupa menaruh majalah pinjaman dari perpustakaan, kehilangan banyak sekali catatan penting karena tidak memindahkannya dan hanya membiarkannya tergeletak bersama kertas-kertas lain di atas meja?”
Wah, aku juga, aku juga. Dan lagi-lagi aku mengangkat tangan tinggi-tinggi.
“Siapa yang merasa waktu 24 jam yang ada tak pernah cukup, bukan karena jumlah waktu yang kurang banyak, tapi karena manajemen waktu yang ia terapkan tidak maksimal?”.
Ini … aku juga.
“Siapa yang memiliki beragam mimpi, tapi tidak mencoba perlahan-lahan menyusun langkah untuk menjadikannya nyata bukan hanya khayalan semata?”
(Aku ragu mengangkat tangan. Tapi ah, begitu banyak asa yang hanya diucapkan pada obrolan bersama teman saja, cita yang tak pernah bergerak menjadi nyata, karena jejak-jejak yang terhenti. Mana mungkin beasiswa jatuh ke tangan kalau menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris masih gagap seperti sekarang -sementara belajar bahasa akhirnya berhenti di tengah jalan akibat beragam alasan-. Mana mungkin memotret bisa menjadi lebih baik kalau malas berburu gambar, malas menimba ilmu dari orang-orang yang jauh lebih mumpuni, kalau kamera lebih senang dipandangi ketimbang digunakan. Mana bisa mimpi sebelum usia 30 -membuat satu buku yang kecil saja, tidak usah diterbitkan besar-besaran- benar-benar terwujud kalau tidak dimulai menulisnya satu persatu, membuka dialog dengan beberapa penulis yang sudah pernah menerbitkan karya, menempa mental manakala naskah diedit atau ditolak. Mana mungkin saldo tabungan tiba-tiba membumbung kalau tidak menyisihkan pendapatan dan menabungnya di rekening yang wajib dan harus tidak dikutak-katik)
Dan, aku kembali mengangkat tangan.
Aku melihat ke sekeliling, tak ada orang yang kehilangan semangat bermain, tapi hanya aku yang masih mengangkat tangan setiap kali pertanyaan usai dibacakan.
***
(365 hari di 2005 baru saja lewat, tidak semua buruk, banyak juga hal menyenangkan yang terjadi. tapi di 2005 kemarin si neng atta ini rasanya makin ceroboh saja, mudah lupa pula, padahal masih muda. neng atta juga makin malas. malas masuk kelas bahasa inggris, malas bangun pagi, malas olahraga, malas menabung, tapi tidak malas makan dan kian gendut. hehehehe. hari ini menjadi gerbang pembuka dari 365 hari di 2006 yang siap dijelajahi. mudah-mudahan bisa jadi awal untuk meneguhkan kembali semangat, mengusir malas -hush, hush, ayo rasa malas pergilah jauhjauh-, memulai langkah kecil, bergerak mewujudkan cita -tak lagi khayal semata-, semoga 2006 lebih baik, untuk saya, untuk kalian, untuk semua :))
pada Sunday, 1 January 2006 pada 11:47 am:
dear atta sayang,
selamat taon baru 2006 buat atta dan keluarga. yuppp semoga toan 2006 menjadi taon kenyataan bukan cuman khayal semata. ameennn….
pada Sunday, 1 January 2006 pada 12:36 pm:
hi, mbak atta… met taon baru ya! kemaren aq baca kalo tulisan2 mbak atta yang dulu ada sebagian yang ilang… kebetulan aq suka nyimpen tulisan2 mbak, ga sesuai bulan sih, tapi berdasarkan kategori, jadi aq ga tau mana tulisan yang udah ketemu, mana yang blom… kalo mbak butuh, mail me aja… thanks!
pada Sunday, 1 January 2006 pada 2:05 pm:
Semoga *background sound: KLA Project*

Bener itu, Ta. Sdh nulis list, bukan berarti sdh terwujud. Sdh diobrolin dg teman, bukan berarti sdh mengerjakan
pada Sunday, 1 January 2006 pada 4:03 pm:
aku juga angkat tangan!
semoga mimpi2 Atta bisa terwujud di tahun 2006
pada Sunday, 1 January 2006 pada 4:09 pm:
atta, selamat tahun baru juga. tahun baru, walopun mimpi lama, tapi perwujudannya baru semua deh….semoga…
pada Sunday, 1 January 2006 pada 4:53 pm:
pertanyaan kedua dan terakhir saya ikutan angkat tangan
happy new year
pada Sunday, 1 January 2006 pada 10:08 pm:
selamat tahun baru, atta!
semoga semua yang diimpikan kan terwujud satu demi satu di tahun yang baru, dan atta tak perlu mengangkat tangan lagi saat permainan yang sama dimainkan kembali akhir tahun 2006.
bon courage for everything!
pada Sunday, 1 January 2006 pada 11:43 pm:
atta… met tahun baru yah…
aduh, tulisanmu manis bangeettt…!
inspiring banget deh..!
pada Monday, 2 January 2006 pada 5:32 am:
hi atta, semoga diberi kekuatan oleh ALLAH, 2006 dijalani dengan penuh semangat untuk berubah. . .
pada Monday, 2 January 2006 pada 6:12 am:
selamat tahun baru..bonne annee..
Iya, semoga segala sesuatunya menjadi lebih baik untuk kita semua
pada Monday, 2 January 2006 pada 6:24 am:
met tahun baru 2006 ya na…moga-2 tambah baek dan sukses, dan yang paling penting doa apa yak? ;P
pada Monday, 2 January 2006 pada 7:02 am:
met tahun baru Ta…
semoga impian di tahun kemarin akan terpenuhi di tahun ini. amin. ;)
pada Monday, 2 January 2006 pada 7:50 am:
Siapa yang masih diberi kesempatan di tahun 2006?
pada Monday, 2 January 2006 pada 9:37 am:
happy new year 2006 atta

semoga tahun baru bukan hanya pertanda waktu, tapi upaya bagi kita untuk senantiasa membuat diri lebih baik, InsyaAllah.
sukses ya tta.. may your dream will come true
pada Monday, 2 January 2006 pada 10:29 am:
happy nu year mb Atta..
moga thn ini mjd lbh baek.
keep fighting n never give up for all condition!
succes girl..
pada Monday, 2 January 2006 pada 12:26 pm:
met ultah!
pada Monday, 2 January 2006 pada 12:35 pm:
Tahun lama, tinggalkan kenangan lama, dan sambut Tahun baru, harapan baru, semangat baru. Pacar lama….??? kayaknya ditinggalin juga deh, soalnya baru ketemu cowok baru……….. SEMANGAT!!!!!!!!!
pada Monday, 2 January 2006 pada 12:51 pm:
..tengkyu pernah mampir di blog aku. seneng bgt
Well, tahun baru semangat baru.. Mungkin tahun ini kita (krn aku juga ikut angkat tangan) ga perlu angkat tangan buat semua pertanyaanpertanyaan itu ya:p
pada Monday, 2 January 2006 pada 4:37 pm:
hey .. met tahun baru yah. mohon maaf lahir batin (keukeuh meski event nya lain)
pada Monday, 2 January 2006 pada 6:15 pm:
selamat tahun baru!
semoga tahun ini lebih baik drpd th kemarin !
pada Monday, 2 January 2006 pada 6:37 pm:
he’eh, setujuh kalaw si atta itu pelupa walaw masih muda. buktinya sampai sekarang janji nongton pilem su-hok-gi kagak pernah kesampaian. hehehe…
pun demikian, kawan ini adalah salahsatu mahluk yang menyenangkan. indeed. kapan tante, kita bakal nongkrongin rak buku? :p
pada Monday, 2 January 2006 pada 8:59 pm:
ditunggu ya, ta
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 4:37 am:
Ayooo Attaaa…semangaaat
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 5:43 am:
met… tahun… baru…, Ta….. Ta….
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 6:14 am:
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 8:03 am:
Attaaaa!!!! jahat lo… kok gw gak di ajak..
gw gak mau dateng sendirian, klo ada elo kan gw punya patner buat angkat tangan he..3x…
met taun baru yach bu… dan bener kata elo… kita emang butuh taun baru…
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 8:32 am:
waa kalo aku ada disana, atta bukan satu2nya yg angkat tangan tinggi2 hehehehehe
met tau baru ^_^
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 10:30 am:
waaah… mbak atta makin produktif aja ya… kreatifitasnya itu lho yang bikin gw kagum… terus berkarya ya.. juga met taun baru
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 1:02 pm:
atta, always always always a beautiful writing from you. happy new year and i wish you a happiness and prosperity to the year ahead.
pada Tuesday, 3 January 2006 pada 2:48 pm:
hai..ta, seperti berkaca.. Gue Bangget.. hehehehe.. melewati satu januari bicara sama kamuh, pasti gak akan pernah sayah lupa.. eh btw yang rajin belajar motretnya yah.. karena kamuh janji mo potret sayah.. keep smiling, keep shining..
pada Wednesday, 4 January 2006 pada 6:23 am:
hepi nu yir atta
hayoo, jangan lupa janji mo ke banjarmasin taon ini kan?
nabung yang buanyak gih…
muaaachh!!!
salam sayang dari kalfia
pada Wednesday, 4 January 2006 pada 11:15 am:
Atta.. kalau jadi terbitin buku kecilnya, kasih tahu ya.
All the best for you.
-doverwhite-
pada Wednesday, 4 January 2006 pada 8:04 pm:
lho, tak pikir bro, jebule sist, to?
walah, sori, salah mengira….kekekeke
hepi nyu yier, sist!
bolehkah namamu tak masukkan di “bolo-kurowo list”ku?
pada Wednesday, 4 January 2006 pada 9:38 pm:
ada yang bilang sebuah ide, cuma butuh niat dan komitmen aja untuk memujudkannya.. awalnya saya skeptis.. tapi ternyata bisa yah.. terimakasih buat semuanya..
pada Wednesday, 4 January 2006 pada 9:41 pm:
ta,.. koment yang diatas di abaikan saja.. makanya gak nyambung sayah salah kirim heheheeh.. maaf
pada Thursday, 5 January 2006 pada 1:35 pm:
semoga…
… amin
pada Thursday, 5 January 2006 pada 10:27 pm:
atta, met taun baru yahhhh.
semoga sukses semuanya.
kau datang kan di temu penulis blogfam bandung? *aku ninggalin Pm di Blogfam*
pada Friday, 6 January 2006 pada 11:20 am:
Hi Atta, Selamat Tahun Baru juga yaa …
And of course, may the force be always with us ..
pada Friday, 6 January 2006 pada 12:48 pm:
Dear Atta,
Semoga taun 2006 ini bisa membawa banyak berkah buat kita. Kedepan, kayaknya saya mesti mulai lebih gencar lagi shifting career tothe next level, destination: Europe - tinggal itu aja yang belom pernah dikunjungin. Salam kangen dari afrika barat
pada Friday, 6 January 2006 pada 7:52 pm:
selamat tahun baru juga atta!
jabat erat dan salam hangat, sehangat mentari catalonia yang bersinar di sepanjang la rambla hingga laut mediterania
pada Saturday, 7 January 2006 pada 10:10 am:
neng atta, semoga semua impiannya terwujud tahun ini. udang2x ya! ;p
pada Sunday, 8 January 2006 pada 8:53 am:
selamat tahun baru 2006.
happy Idul Adha .
wah, undang2 maksudnya uda mo itu yah?
;D smoga tercapai cita2-nya.
pada Tuesday, 10 January 2006 pada 12:24 am:
met tahun baru…sedikit-demi sedikit, lama2 menjadi bukit… (bukan pesan untuk jumlah makanannya lho* :D). Moga2 cita2 di tahun 2006 tercapai
pada Tuesday, 10 January 2006 pada 7:37 am:
he he he… kudu angkat tangan ya ?
pada Thursday, 12 January 2006 pada 8:18 am:
Happy New Year Atta..good luck, good health and prosperity
pada Friday, 13 January 2006 pada 7:53 am:
happy new year atta!! semoga lebih baik dan bahagia di tahun ini
pada Saturday, 14 January 2006 pada 12:24 pm:
Happy New Year atta!!!
Semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin!!!
Terus berkarya yach!!! =>
pada Sunday, 5 March 2006 pada 2:09 pm:
Tahun baru selalu menakutkan. Takut akan waktu yang tersisa. Takut pada kesia-siaan langkah yang tinggal beberapa jengkal. Paradok !! Berkurangnya kesempatan hidup justru sering disakralkan dengan pesta-pesta yang mengurutkan dada. Abnormal !! Kesempatan hidup yang semakin sempit justru diperingati dengan hedonis yang berlebihan. Tahun Baru adalah peringatan !!. Tahun Baru adalah terminal yang selalu mengingatkan kita akan kain kafan. Tahun baru selalu saja tidak dipahami ?!.