Wednesday, 2 August 2006

Patah Hati

Patah hati? Sebentar. Saya cari dulu di kamus hidup saya. Wah, ndak nemu tuh. Loh, enggak bohong saya ini. Benar-benar tak ada ternyata istilah yang satu itu.

Cuplikan dialog di atas itu adalah gambaran diri saya saya puluhan tahun yang lalu. Patah hati? Wah, enggak banget deh. Semasa bersekolah dulu, saya pasti tertawa paling kencang ketika melihat adegan-adegan patah hati di film remaja. Kalau saya mendapatinya di cerita pendek majalah remaja yang saya langgani, saya bisa berkata dengan jumawa : patah hati jelas tidak ada dalam kamus hidup saya.

Sombong.

Saat menempuh pendidikan menengah atas, saya sering menjadi saksi, bagaimana teman-teman di sekitar saya menangis sesenggukan karena pujaan hati mereka berulah atau ketika hubungan cinta si teman tadi dengan pasangannya merenggang. Tapi, anehnya ketika akhirnya relasi saya juga tidak berjalan mulus, saya tidak mengalami perasaan sedahsyat mereka.

Saya ingat, di tahun pertama masa seragam abu-abu, saya tengah menjalin kisah dengan kakak kelas. Di tahun kedua, hubungan itu tak bisa lagi dilanjutkan. Sedih? Iya sih, tapi tak sedalam kesedihan ketika teman-teman saya patah hati. Setelah putus dengan kakak kelas yang baik hati itu saya melanjutkan hidup dan kembali merajut kasih dengan …

adik kelas. (Iya adik kelas saya, lucu, manis, tinggi, jago basket, berkulit gelap, tergila-gila pada Juventus, lahir di bulan Oktober -saya lupa tanggalnya-).

Hubungan kedua ini jauh lebih singkat. Dan saya hanya menangis sebentar saja setelah pulang dari sekolah. Setelah itu, saya kembali sehat walafiat, tak kurang suatu apa. Saya lagi-lagi bisa berkata dengan jumawa : patah hati jelas tidak ada dalam kamus hidup saya.

Hohoho, tunggu dulu anak muda. Kesombongan tentu ada batasnya.

Dan benar:

Saya, si atta, yang pernah dengan lantangnya berkata kalau patah hati jelas tidak ada dalam kamus hidupnya, akhirnya harus mengakui kekuatan dan ketangguhan cinta :D

Patah hati itu datang ketika saya mengakhiri hubungan saya dengan Abang, mantan pacar saya semasa kuliah. Waktu itu -di semester-semester terakhir kuliah- saya bisa menangis berhari-hari, kehilangan selera makan, menjadi malas beraktivitas, lesu, lemas, sedih; intinya ya mirip-mirip dengan apa yang sering dipakai para sineas-sineas untuk menggambarkan adegan orang patah hati.

Saya beruntung, dikelilingi orang-orang dengan daya juang yang tinggi. Teman-teman kos saya bergiliran menemani saya. Sahabat-sahabat saya di kampus juga. Teman saya siap dipanggil kapan saja. Jadi kalau kesedihan itu tiba-tiba memuncak dan saya ingin menangis hingga berderai-derai dan berpanjang-panjang, teman saya sigap datang.

Anehnya meski patah hati begitu lara, nelangsa, saya kok ya akhirnya kembali lagi bersamanya. Iya, pacar saya si Abang Jampang itu. Kami mencoba kembali membangun hubungan selepas kuliah. Dan …

Putus lagi

Ha-ha-ha

Patah hati edisi kedua, masih dengan orang yang sama ini, tidak seheboh patah hati edisi pertama. Mungkin karena saya sedang gembira-gembiranya, menikmati perubahan status dari mahasiswa menjadi pekerja dengan beragam hal baru yang saya temui.

Patah hati edisi kedua itu langsung ditutup dengan aktivitas yang menyenangkan; jalan-jalan ke Semarang, Rawa Pening, hingga Yogyakarta. Sebenarnya tidak ada kaitan langsung antara patah hati dengan jalan-jalan, saya sudah merencanakan perjalanan itu bersama beberapa teman dari jauh-jauh hari. Ceritanya ada di sini

Sudah hampir dua tahun lalu, dan sekarang saya kembali patah hati. Mmm… saya malas menceritakan detailnya. (Loh, bukannya baru bercerita Perihal Rasa Itu? Itu stok lama, baru saya rilis ketika saya teringat saya masih memiliki tulisan yang belum dikeluarkan. Hi-hi-hi). Rasa yang menyenangkan itu masih ada, saya tidak terlalu memaksakan diri untuk segera menghapusnya.

Besok saya kembali melakukan perjalanan. Patah hati dan jalan-jalan memang berkawan sejak dahulu kala. Ha-ha-ha. Bukan, bukan, saya bukan berjalan-jalan karena patah hati, rencana esok hari sudah dirancang sejak berbulan-bulan lalu. Besok sore saya sudah ada di Surabaya, menghabiskan satu dua hari di sana, dan melanjutkan perjalanan ke Jember. Ada Jember Fashion Carnaval, perhelatan tahunan yang sudah lama menarik perhatian saya.

Jadi, ya, saya patah hati, ada awan mendung di sini, di hati, tapi hidup itu kawan terlalu indah untuk diratapi. Bukan begitu?. Sebelum ini saya sudah berkata: apapun yang menanti saya di ujung sana, hidup saya akan baik-baik saja. pasti ;)

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 15:02.

kembali ke atas

83 komentar
untuk Patah Hati

  1. pada Wednesday, 2 August 2006 pada 3:26 pm:

    hehe.. setuju saya sama Atta.. patah hati selalu dianggap remeh.. tinggal maem doang juga beres (karena hobbynya maem).. tapi.. ketika dengan dasyat dia hadir.. huaaaa nda lagi deh.. tapi itu lah indahnya cinta hehe.. harus pake patah hati..

    tapi eh tapi… mending patah hati dari sakit gigi.. ededede ogah gue sakit gigi lagi mah.. :P ga bisa makan heheh

    Ta.. pa kabar Ta? :D

  2. pada Wednesday, 2 August 2006 pada 3:36 pm:

    Kalau keseringan patah hati … mungkin nggak lama-lama hati seseorang bisa jadi rompal dan nggak bisa disambung-sambung lagi?!! Hiks. Hehehehe, posting yang sangat menyentuh … serasa sedang berkaca pada diri sendiri :)

    Setelah beberapa edisi patah hati, mudah-mudahan nggak ada SPECIAL EDITION on ‘patah hati’ *wink*

    ~ still waiting for that old crap (read: love) ~

  3. pada Wednesday, 2 August 2006 pada 4:43 pm:

    sakit itu enak kok jeng

  4. pada Wednesday, 2 August 2006 pada 4:52 pm:

    patah hati ku jadinya…….. *gaya bencong taman lawang nyanyi dangdutan :P*

  5. pada Wednesday, 2 August 2006 pada 8:30 pm:

    hati kok patah pensil patah kaleeee

  6. qq

    pada Wednesday, 2 August 2006 pada 9:49 pm:

    Wuih…nambah lagi jumlah orang yang lagi patah hati … hehehehe. Jadi inget omongan temenku: “summer begini banyak yang patah hati Q”. So, udh berapa orang ya yg Qq itung dari kemaren? ;)

  7. pada Thursday, 3 August 2006 pada 4:02 am:

    Wah ini patah hati yang ndak Rahmat Kartolo ini …

  8. pada Thursday, 3 August 2006 pada 6:30 am:

    tapi tta … lebih baik patah hati ketimbang mematahkan hati orang lain .. :)

    gak nyambung

  9. roi

    pada Thursday, 3 August 2006 pada 6:47 am:

    patah hati? anggap aja batu loncatan Ta…

  10. indri

    pada Thursday, 3 August 2006 pada 8:37 am:

    ta, aku juga lagi patah hati. setelah 10 tahun absen dari dunia romance (hehehe, pathetic ya?), kupikir aku dah mati rasa. eh, sekalinya suka, patah hati lagi. Indeed broken heart hurt so bad, but even the hurt is sweet. Seperti Ratu bilang, memang pedih, tapi kita akan baik-baik saja.

  11. pada Thursday, 3 August 2006 pada 11:01 am:

    oalaa mba… sama dong :p
    waktu pertama kali bener2 patah hati… ceritanya nangis seharian, lupa makan, masuk angin… & terkapar sakit seminggu setelahnya hahahaha saya masih sering ngetawain moment 1.5 th yl itu… setelah itu… berbulan2 kemudian, masih selalu ada tangis tiap mengingat2….
    hu hu hu…

    tapi awal tahun ini bangkit lagi dong :D
    berbunga2 lagi…
    & baru aja patah hati lagi..

    yang ini lebih sakit. tapi ga banyak air mata yang keluar… mungkin saya lebih bisa menerima nya kali ya
    cuma, tiap keinget… cuiiiiit banget rasanya di dada ini, kaya dicubit2 tang dokter gigi :D

  12. pada Thursday, 3 August 2006 pada 11:22 am:

    dear atta, pa kabar? lama gag kesini, tau2 dapet judul posting patah hati, kamu benar, hidup ini terlalu indah untuk diratapi. Benar, aku setuju sekale. Nanti semuanya juga akan berakhir, jadi nikmati aja saat ini, termasuk patah hati nya :P

    setidaknya bisa cerita keanak cucu gimana rasanya patah hati, mungkin kamu akan lupa kelak bagaimana rasanya.

    aku kangen kamu euyyy

  13. vie

    pada Thursday, 3 August 2006 pada 5:10 pm:

    Tuhan pasti beri sesorang yang baik buat orang yang juga baik. jadi, patah hati? hua…ha….ha…ha….(terpingkal-pingkal sampai keluar air mata, ngak tau itu air mata karena geli atau ingat pas patah hati he…he…)

  14. Marley

    pada Thursday, 3 August 2006 pada 9:35 pm:

    Lha koq, jadi patah-patahan gini?
    kayak lempeng bumi aja (patahan,red), bisa bergerak dan menghasilkan gempa. menghancurkan semuanya, tanpa sisa.
    hati kalau belum pernah merasakan yang namanya patah juga belum sempurna, jadi sering-seringlah jatuh cinta, biar terbiasa patah hati. dan membuat hati lebih paripurna. “halah….”

    pingin melu ning jember, nginep nggone lumba-lumba hidung botol, trus pergi-pergi ke pantai watu ulo, pasir putih dan tetangganya, terus ke rembangan, kita berenang, wah menyenangkan..

  15. pada Friday, 4 August 2006 pada 12:15 am:

    Patah hati. Ehm…Nggak pake acara nangis sih, soalnya ngelampiasinnya itu ke makanan, jalan-jalan. Pokoknya seneng-seneng dan ngecengin cowok baru. Hehehehe…

    Mbak, maaf blognya ku link ditempatku.

  16. pada Friday, 4 August 2006 pada 12:16 am:

    Ups, satu lagi. Habis ini cerita soal Jember Fashion Carnaval-nya dong Mbak. Sama foto-fotonya juga. *request boleh kan mbak?*

  17. pada Friday, 4 August 2006 pada 4:06 am:

    Atta, waktu itu kamu pernah ngasih aku big hugs waktu aku sediiiih banget (baca: patah hati ;)). Sekarang giliranku deh, big hugs for Atta :).

    Yuk yuk kita lanjutkan hidup kita :)

  18. pada Friday, 4 August 2006 pada 9:03 am:

    waahhh patah hati ya…buat saya lumayan bisa bikin kurus tanpa harus susah payah diet :P
    Tapi coba di bayangkan..
    is so funny thing when we start to fallin’ love again and remembering those stewpid broken heart….
    jadi percayalah…someday somehow..you will smile or even laughing for the stewpid broken heart you feel today…
    ;)

  19. may

    pada Friday, 4 August 2006 pada 1:33 pm:

    Hmmmmm…jadilah kuat Atta.

    big hug buat Atta

  20. pada Friday, 4 August 2006 pada 4:28 pm:

    Boleh patah hati tapi jangan keterusan, nice blog, salam kenal.

  21. pada Saturday, 5 August 2006 pada 11:11 pm:

    gapapa, artinya atta dikasih kesempatan sama Tuhan untuk jatuh cinta dengan orang lain *amin*

  22. pada Sunday, 6 August 2006 pada 7:19 am:

    ya ya ya… i know how u feel lah, it’s time to move on lah…hehehe..bagus2 tulisannya. salam kenal ya

  23. pada Sunday, 6 August 2006 pada 10:29 am:

    Be Strong ya… honey … ;)

  24. MaduRizka

    pada Tuesday, 8 August 2006 pada 7:35 am:

    emang nyeri
    tapi ada cara utk tidak patah hati lagi
    yaitu dg ….. patah kaki!!! ??? tergantikan kah?
    haha
    haha aku “mengaku” bertnggung jawb hampir membuatmu patah kaki
    di PabrikGula Semboro pd 7Agustus2006 jam14an kemaren (akurat)
    adegan yg kita lakukan sangat dramatis, berguling di antara banyaknya rel lori yg simpang siur, debu bterbangan, daun berguguran
    haha
    hm, aku bersenang2 hari2 terakhir kmaren
    bgaimana dg mu?
    cheer up, miss u already !!!

    salam, datang-datangla ke jember

  25. exa

    pada Tuesday, 8 August 2006 pada 10:13 am:

    well, menarik juga
    but postingan kali ini rasanya kurang tajem deh…
    banyak bikin penasaran sih… heehee

    bravo atta kutunggu di semarang, malang atau….

  26. pada Tuesday, 8 August 2006 pada 9:17 pm:

    kalau patah hati, minumnya teh botol sosro dong …. eh, salah, itu makan ati ya? :p

  27. gre

    pada Wednesday, 9 August 2006 pada 7:31 am:

    alah.. orang padang khan nggak cuman satu di dunia ini.. :))

  28. pada Wednesday, 9 August 2006 pada 8:22 am:

    mendingan patah hati apa sakit gigi .. hayoooo… eh, dua2nya gak enak ya ….

  29. pada Wednesday, 9 August 2006 pada 9:48 am:

    oalah, mari ceklek ati to, ta !!! wis, mari mlaku2 nang jember, ngko koen wis lali ………

    hidup terlalu indah untuk dilalui dengan kesedihan. maka, tersenyumlah ….. :p

  30. FFN

    pada Wednesday, 9 August 2006 pada 10:13 am:

    jd kpn kita ngopi di setarbak ta? gw udah kembali di indonesia fana ini

  31. pada Wednesday, 9 August 2006 pada 6:03 pm:

    patah hati itu justru menjadikan kita lebih kuat, darlin’…
    suatu hari, kalau patah hati lagi *mari diketok kayunya*, hati kita mestinya sudah bisa bilang… “been there! done that! bring it on!!” hehehe…

  32. pada Thursday, 10 August 2006 pada 10:43 am:

    Emhmm.. What a tough girl.. :P

  33. cj

    pada Thursday, 10 August 2006 pada 2:19 pm:

    katanya… orang yang pernah patah hati itu akan jadi pecinta yang lebih baik di kemudian hari.
    hug hug hug
    ditunggu cerita perjalanannya ya, tta! :-)

  34. Ndy

    pada Saturday, 12 August 2006 pada 5:57 am:

    beneran loe? kejadian dah…

    eh, elo tetep jadi minjem dong yaaaaaa…
    hahahah…

  35. dienda

    pada Saturday, 12 August 2006 pada 1:27 pm:

    pa kabar mbak? ^^
    sudah lama tak baca2 kok tiba2 patah hati?? =(

    i so miss blogging =(

  36. pada Saturday, 12 August 2006 pada 11:24 pm:

    Ta, jgn sedih ya…patah hati emang gitu…

    Buat gue patah hati:

    hari H- hingga setahun kemudian: dunia terasa gelap, kelam, dan tanpa harapan. Lebih baik gue mati aja…

    Setahun lewat sehari: “ah, semua baik2 aja kok. Pikirin karir n sekolah lagi ah, dah lama kedua hal itu gue lupain sejak patah hati…”

    hihihi, moga2 lu gak gitu

  37. pada Monday, 14 August 2006 pada 7:54 am:

    patah hati ?
    [setelah patah hati biasanya semakin kuat]

    Jember Fashion Carnaval ?
    [waah, crita-crita yah setelah balik dari sana nanti, sptnya menarik tuh…..*penasaran*]

  38. pada Tuesday, 15 August 2006 pada 12:09 pm:

    that is so sad… i know a thing or two of having on-and-off relationship with someone…

    cheers…

  39. pada Tuesday, 15 August 2006 pada 2:25 pm:

    huhuhuhu.. kayaknya gw kayak kamu dulu deh.. patah hati itu apaan ya ?
    masih banyak cowok2 didunia.. :D
    yang jember fashion fest nya.. hehe.. kemaren gw liyat dikit di acara artepolis.. kayaknya bakal asyik tuh!

  40. Primaz

    pada Tuesday, 15 August 2006 pada 3:19 pm:

    When you love somethings, lets its free.
    If its back to you, its your….

    If wasn’t , it was never..

    ( Englishnya bener nggak sih ? tapi kira kira begitu lah ).

  41. pada Tuesday, 15 August 2006 pada 4:17 pm:

    so sorry to hear dat… tapi seneng kalau atta tambah kuat…

    gimana kalo rencana itu kita jalanin ta.. *tetep usaha*

  42. onet

    pada Tuesday, 15 August 2006 pada 5:24 pm:

    Oke!!! Betul banget….
    Kata orang sih…
    Tiap orang patah hati… (putus..)
    Kita harus tetep berdoa…

    Pasti orang yang baru pasti lebih baik dari yang pernah kau temui..

    Hiks..!! Kaya gue ne… Yang baru tadi pagi patah hati..
    Emang bisa diobatin dengan melakukan kegiatan..
    Tapi tetep sihh kalo nangisnya…
    Hidup harus terus berlanjut..
    Ni lagi TP-TP ma yang nge-net di depan.. He..he..

  43. pada Tuesday, 15 August 2006 pada 7:18 pm:

    Mbak Atta, aku minta ijin masukin webnya mbak ke link ku ya? :)

  44. pada Wednesday, 16 August 2006 pada 4:42 am:

    jd inget suatu hari di bandara. di situ ada saya, tante dan keponakannya (cowo seumuran saya). tante ini kesel karena keponakannya itu patah hati keterusan, iya hiperbolanya bisa dibilang seperti-tak-bisa-kelain-hati-lagi-aja. tante ngomong gini: IHHH BODO AMAT KAU, PUTUS … YA CARI LAGI! (baca logat batak) hehehe masih untung cuman ngomong gitu, nggak disuruh minum Baygon sekalian hehehe Btw baik-baik Atta!

  45. tintin

    pada Wednesday, 16 August 2006 pada 7:54 am:

    tadi malem baru aja ngomongin patah hati dengan sigaran jiwo yang pernah patah hati berlarut-larut… yah kadang patah hati itu susah sembuh, sembuh lama… tapi pasti sembuh, ya kan mbak atta

  46. pada Wednesday, 16 August 2006 pada 11:10 am:

    patah tumbuh hilang berganti ……itu pasti

  47. pada Wednesday, 16 August 2006 pada 4:25 pm:

    halo semua …
    terima kasih terima kasih
    :)

  48. ayu

    pada Friday, 18 August 2006 pada 11:22 am:

    aku pena pena patah hati,,hoohohohoho waktu tu aku gak makan 2 hari huhu
    but karang aku da semangat lagi,,coz aku puna banyak temen

  49. ika

    pada Sunday, 20 August 2006 pada 9:37 am:

    ya amploop patah hati kok dibikin sequel sih ta .. hehehe .. besok2 jangan ada sambungan nya lagi ya .. semoga dapet yg ga bikin patah hati :D

  50. Peps

    pada Sunday, 20 August 2006 pada 6:33 pm:

    Atta sayang.. Buat ngilangin ’sakitnya’ mending ke bali aja deeh. Blum pernah ketemu Jasper-ku tersayang, kan?? Pasti jatuh cinta lagi. Ganteng lho.. Gimana kalo malem taon baru???

  51. pada Wednesday, 23 August 2006 pada 11:03 am:

    kata orang bijak, sakit itu baik, karena kita tahu kita masih tetap hidup…hihihihihi

    hmm..segelas tequilla mungkin bisa membantu jeng?.. ;;)

  52. pada Wednesday, 23 August 2006 pada 11:36 am:

    jangan p’nah sayang banget sama cowok, jadi kalo suatu saat hati kita patah, ga sakit” banget. kalo ngasi cinta, ya 70% aja lah.

  53. pada Monday, 28 August 2006 pada 11:15 am:

    patah hati…emang cuma waktu yg bisa nyembuhin…
    hix!

  54. Helena

    pada Friday, 1 September 2006 pada 10:00 am:

    Mba Atta ikutan ya…..

    Aku kuliah di jogja…dan akupun patah hati…ya berselang 9 bulan kekasihku meninggal karena kecelakaan….dan hampir setengah hidupku terbang bersama ruhnya….

    Pertengahan Maret 2003 aku berkenalan…yah…sampai akhirnya kami berpisah..karena aku harus kerja di tempat di mana ortuku tinggal……

    aku bertemu seseorang dan kami akhirnya menikah……..walaupun tanpa sepengetahuan si dia di jogja…….Dulu waktu aku akan pergi…si dia menangis hingga berderai-derai……..tapi ternyata 6 bualn setelah kepergianku…si dia menjalin kasih dengan wanita lain asal trenggalek jatim……aku sedih…nah akhirnya juga kuputskan menikah…nggak usah pacar-pacaran….takut putus lagi…ya…..Alhamdulillah sampai sekarang.

    Sakit juga Patah hati……..tapi jangan samapi sakit hati…

  55. ana

    pada Saturday, 2 September 2006 pada 4:22 pm:

    patah hati….serasa dunia kiamat, pingin bunuh diri rasanya….sakitttt,kejamm. eh tapi saat itu saja lho paling seminggu dua minggu. habis itu lupa, apalagi kalo sudah dapat gantinya.

  56. pada Saturday, 2 September 2006 pada 4:24 pm:

    putus cinta sungguh sangat menyakitkan……….beberapa hari yang lalu bertepatan tanggal 2-9-2006 saya putus dengan seorang cewek sedangkan kami dah menjalin hubungan sekitar 2bulanan…………………saya kecewa,sedih,gak ada selera mkn..padahal saya sudah berusaha melupakannya namun tidak bisa……….ternyata patah hati tidak ada obatnya……………..

  57. Nisha

    pada Thursday, 7 September 2006 pada 1:23 pm:

    Emmm…..patah hati….itu benar-benar sakit….Rasanya hidup kita sia-sia…
    Apa yang telah kita upayakan dengan tak ada artinya sama sekali….
    Ada perasaan tak percaya…klo ternyata orang yang kita cinta teramat kejam pada kita….Uhhh……menyayat hati rasanya….Kok tega ya dia ama aqu….
    Padahal kurang apa coba…aku telah berusaha memenuhi apa yang dia inginkan….but…no sex lho….
    Tetapi tidak ada penghargaan sama sekali…
    Wah bikin trauma saja…
    Ada juga pikiran saja seh….Aku akan balas perlakuan ini ama cowok-cowok lainnya….Hehehehehe……………
    Tapi klo pas sadar yah….gak papa lah…toh dia bukan yang terbaik buat kita….buktinya dia tega lakukan itu padaku…ya kan….
    Udahlah…kita harus ikhlas terima semua…biar kita tidak terlalu sakit ngrasain yang namanya patah hati….Ya tho…..

  58. rz

    pada Friday, 8 September 2006 pada 11:30 pm:

    hiks … skrng gw gw sakit ati banget nehh…. belikan donk obat na :)

  59. u2r

    pada Wednesday, 13 September 2006 pada 8:59 am:

    patah hati itu indah juga ya, benar benar blog yang bagus, sederhana dalam tampilan tapi kaya dengan makna, keren.. sukses ya

  60. Harry

    pada Thursday, 14 September 2006 pada 6:28 pm:

    Sekarang g lagi sedih akibat patah hati…
    Bener2 patah dech…
    Rasanya kayak orang bego gitu………..
    Oh, hati…….

  61. shariey

    pada Thursday, 3 May 2007 pada 2:41 pm:

    patah hati,itu sangat menyakitkan ketika seseorang yang kita sayangi,cintai,harapkan pergi. ketika hubungan itu harus d akhiri

  62. HPsari

    pada Monday, 14 May 2007 pada 9:49 am:

    sepertinya aku akan patah hati….mungkin tinggal menghitung hari…hiks..hiks..hiks.. huaaaaa

  63. sEbY

    pada Friday, 25 May 2007 pada 4:37 pm:

    org berkata,, alah patah hati..

    tapi yg q rasakan hanya hancur dalam hati,,
    aku menangis,, dan menangisi dia,,
    sudah ku coba untuk melupakan dia tapi tetap tidak bisa….

    bantu aku tuk lupakan dirinya
    bantu aku tuk hapus namanya..
    bantu aku tuk menghilangkan cinta ku
    bantu aku,, untuk bersedia merelakan dia..
    hati ku sakit.. dan sampai aku seperti mayat hidup yg gak tau kehidupan..
    hati ku seperti diiris,,
    di tampar..
    karena aku uda sayang banget sama dia
    aku terhempas ..
    setiap aku melihat dia dengan yg lain
    tak sanggup tuk lihatnya..
    rasanya ingin mati saja..
    seperti tak ada harapan
    ,,kenangan indah yg tak pernah sadarkan ku bahwa dia bukan miliku lagi..
    ,,,aku pendam rasaku,, dan aku ungkapkanya
    depan dia.. kalo aku masii sayang bgd sama dia

    tapi dia gak mau mengertii perasaan ini yg aku pendam sgd lama
    dan perasaan ini sering menyiksa ku

    dan memaksaku u/lupakan dia..
    semoga aku bisa lupakan dicke……….

  64. mayang

    pada Wednesday, 6 June 2007 pada 8:20 pm:

    hux..emang patah hati ga enak in..pas lg patah hati, kaenya trauma utk jatuh cinta lg..takut bakalan ngrasain patah hati yg kata orng bs gampang n bs susah disembuhin..buat case nya aq susah banget…pa lg da 3 taon bsama..n putus cuma krn ortu…kaenya ga seru..(deu..kog aq jd kangen yah…hix..hix..)

    hux…hux…
    tp aq pengen jatuh cinta lg…(tp ga mo patah hati lg..)

  65. ade

    pada Monday, 11 June 2007 pada 2:18 pm:

    patah hati…..?? obatnya iman dan taqwa kaya lagu rhoma irama, hehehe..

    gw dah 2X patah hati, klo lo ga percaya hari ini gw lagi patah hati yg ke 2 …serius, sumpah gw ga bo’ong

    5 taon lebih dah gw jalanin tinggal selangkah lagi gw menuju masa depan but jodoh ditangan tuhan

  66. pada Tuesday, 26 June 2007 pada 1:40 pm:

    Patah hati hampir semua orang pernah ngalamin, cuman gimana caranya supaya patah hati itu bisa cepat sembuh dan terlupakan????
    caranya gampang: 1. yakinkan dirimu bahwa kamu putus dengan pacar adalah seuatu yang benar-benar mesti dan harus terjadi 2. lihat sudut pandang positifnya misalnya saja kamu putus dengan pacar kamu masalah atau beban pikiranmu kini justru makin ringan dan tidak terikat oleh orang lain lagi 3. tanamkan keyakinan bahwa masih banyak orang yang jauh lebih baik dari dia 4. dan terakhir mesti kamu ketahui bahwa suatu saat kamu pasti akan mencintai lagi :) SEMANGAT!!!

  67. pada Tuesday, 26 June 2007 pada 3:39 pm:

    Ehmmm… Gw jg ud beberapa kali ngalamin patah hati dan hidup terasa hambar kayak makan ruzak tanpa garam sambel n gula jawa gitue dech he3x, tambah lago asam jawanya ketinggalan. Pokoke patah hati itu bener2 tawarr. Tapi untungnya bisa Gw lampiaskan dgn ngemil2… Jd lebih ringan dank penderitaan Gw ^_^. Cuma resikonya badan Gw jd melar ! Weleh weleh..

  68. gannia

    pada Thursday, 28 June 2007 pada 10:46 am:

    payah hatii??
    Ga enaak bgt..
    Sakiit bgt..
    Gra2 cnta,, org bsa brubah.. gmna gra2 patah hatii??
    Bsa smpe skit, ga mw mkan, jdi srng nangs, ga enk ngpa2in, stres, depresi, smpe gila atw bsa ja mmpertaruhkan nyawa’y sndrii..
    Gw cwe,, gw ga pnh mndua,, sll syg dn stia sm co.
    Tp knp dy mgatn gw yahh??
    Hhh.. blm lgi gw smbuh dri rsa sdih dn sjit gw gra2 dpgatn,, 3 mnggu kmudian dy malah JADIAN sma SAHABAT gw sndri..

    Shabat apaan yg kya gtu yaah??
    Knapa dy nerima coba??
    Dianggep apa gw sm dy??
    Mngerikn bgt.. mkan tmn yah nmanya??
    Msii bsa dianggap shabat ga siih??

    Bntuin gw yaah..

  69. SipTa

    pada Monday, 24 September 2007 pada 12:30 pm:

    Wuih.., aku juga lagi dalam proses patah hati ni, lagi nyari obat patah hati malah nyangkut disini..

    Atta..
    Tuhan kan Maha Jagoan, kalo Dia kasih patahnya, pasti Dia juga kasih lemnya…

    Super Semangat ya..
    (eh apa iya Atta se-sedih itu sampai butuh di suntik semangat??)

  70. pada Wednesday, 3 October 2007 pada 11:46 am:

    patah hati menyakitkan

  71. dy

    pada Monday, 8 October 2007 pada 1:13 pm:

    patah hati ??? waktu putus sama cowo gw yang kedua kali emang sedih. yang bikin bete seminggu kemudia dia jadian sama temen gw !! what !!! ego gw terluka banget tuh. apa kata dunia coba mantan co jadi sama temen gw sendiri. tapi gw lebih tangguh kali ini, soalnya waktu dia pertama kali selingkuh, dan sama sahabat gw, gw aja bisa survive. hihihi.
    time cures, right !!!

  72. vina

    pada Friday, 28 December 2007 pada 3:12 pm:

    patah hati,,,,he,,he,,kalo nggak pake patah hati kita kurang bisa merasakan manis dan nikmatnya cinta,,,asal,,,kalo patah hati jangan sampe mendendam aja,, ntar ngak sembuh2 dong ati kita,,,

  73. tomtom again

    pada Thursday, 22 May 2008 pada 5:50 am:

    la ba’sa,taamantu bal uridu…kaifa..aiwah?

  74. ciweey

    pada Sunday, 8 June 2008 pada 6:51 pm:

    yup…,wey juga rasain itu ‘’sekarang”.disaat wey dah ikrarkan kata ‘’serius”, die nyakitin wey.padahal cemua yg terbaek wey lakuin to die,walo kadang menentang keluarga.tp ternyata semua itu nga ada artinya.nga taulah.. apa mungkin karena wey ama die seumuran,makanya sama-sama egois hiks..hiks..hiks ;( wala…wey jadi curhat…!tp itu cmua nyakitin banget.wey ampe terpikir to akhiri idup wey.tapi wey tau klo itu nga akan akhiri masalah.yg penting cekarang”dunia belom berakhir..bila die putuskan wey..masih banyak temen2 ey disini…temeni wey” !

  75. mawar_merah

    pada Sunday, 8 June 2008 pada 6:58 pm:

    kakek nenek,om tante pada bilang klo jgn pacaran klo nga mau patah atie.ehm,itu mah udeh hukum alam.yea…walopun ju2r,aq ndiri ampe sakit 7 ari 7 malem,tp yea…jgn diikutin.kelewat larut ama patah atie sama juga dgn belajar berenang di kolamnya tetangga(nga nyambung bgt ye).tp yea itulah idup.saat qt coba tuk serius,dienya nga.

  76. nda

    pada Saturday, 21 June 2008 pada 11:57 am:

    ehm…
    tuhan pasi kasi kita org yg salah sebelum dy kasi org yg benar dalam hidup kita
    hakhakhaha..
    pada knyataan nya gw jg blum bs nyembuhin rasa patah hati gw.

  77. nda

    pada Saturday, 21 June 2008 pada 11:58 am:

    ehm…
    tuhan pasti
    kasi kita org yg salah sebelum dy kasi org yg benar dalam hidup kita
    hakhakhaha..
    pada knyataan nya gw jg blum bs nyembuhin rasa patah hati gw.

  78. imel

    pada Wednesday, 6 August 2008 pada 10:19 am:

    duh gi patah ati nie,gra2 ortunya yang egois.pertama 3 bln yang lalu ptuz ma yang 2 taon skt bgt n blm smbh n w jdian lg saat w lg syg2nya w di pegatin.sakit bgt.kynya kapok deh.

  79. imel

    pada Wednesday, 6 August 2008 pada 10:25 am:

    kynya w gmw pcran dlu. w pgn jalani hidup w sendiri.w gmw pth hati.coz baru aja semalem w diputusin n ortu&bi2nya langsung yang nyuruh putuz.pdhl dah w berikan semua harta,syg,prhatian,tp semua itu kgk dihargai.cwo mang brengsek. msa alasannya gra2 nilai cwo w trun ortunya nyalahin w n minta w jauhin dy,g masuk diakal bgtkan.w brhrp dy n ortunya menyesali pa yang dah dilakukannya ke w semalem.yang dah maki2 w gzebo.tha qta sma dnk.ihik…ihik…ihik.

  80. pada Thursday, 21 August 2008 pada 6:17 pm:

    hahahahahahah…. aku jadi mw nangissss…. aku baru aja patah hati… sama deh kaya lo ceritanya….. aku jadi ingat… film realita cinta and rock n roll… kata nadine… ” ehem.. cinta itu… terkadang bisa nyenengin… kadang juga bisa nyakitin… jadi siap-siap aja buat dua-duanya… hhhuuuaaaaa… jadi sedih nich….

  81. Kunangkunanghutan

    pada Thursday, 18 September 2008 pada 9:40 pm:

    Rangga..aq sayang kamu

  82. ti2

    pada Sunday, 28 September 2008 pada 11:13 am:

    broken heart?…aduh jangan lg dech.. sumpah rasanya gak enak bgtzzzz… btw buat cris di dunia maya, aku kecewa ma km..

  83. 'j

    pada Monday, 6 October 2008 pada 7:47 pm:

    Mantap! Cukup entertaining…
    Penuh semangat untuk menyongsong ‘yang kemudian’…
    Yang pasti, teori keseimbangan IM & YANG emang kudu berlaku so banyak ’senang’, kudu mesti siap-siap dimampirin ‘ketidak senangan’.. Pinter-pinter aja ngebalance’nya tapi gak pinter juga nda apa… kaya saya… hahaha… masih kandas terus nih… next time will be better lah..
    Tetap semangat.

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Patah Hati

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.3.1. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas