Tuesday, 26 September 2006
Ramadhan; dan Setelahnya
Saya bukan penikmat pagi. Ya, sejak saya menjalani profesi yang sekarang perlahan-lahan saya tidak lagi berkawan dengan pagi. Kantor saya tidak mengharuskan pegawainya untuk masuk pagi. Jadi, dari rumah biasanya saya langsung datang ke acara yang mesti saya liput. Kalaupun tidak, saya bisa datang ke kantor selepas jam 10 (psstt … kadang-kadang saya juga baru tiba selepas jam 12 :D)
Jadi, bangun pagi, untuk saya, seperti sebuah pekerjaan mahaberat yang sebaiknya dihindari saja.
Kebiasaan susah bangun pagi ini jelas menimbulkan kerepotan tersendiri. Sebab, sesekali ada saja aktivitas yang harus dilakukan di pagi hari. Penerbangan pagi misalnya. Atau liputan pagi. Atau antri di bursa buku murah sejak pagi-pagi (”datang pagi-pagi ya, kalau enggak nanti kamu susah masuk,” begitu kata seorang teman). Atau berburu foto pagi-pagi (aduh, enggak banget deh, hunting foto itu kan mestinya menyenangkan, masa’ jam enam pagi udah mesti nyampe Monas sih?)
Saat liburan pekan lalu, saya melewatkan pemandangan embun di ujung-ujung batang padi di pematang sawah di Ubud sana gara-gara tak bisa bangun bagi. Hiks. -saya sebenarnya sudah bangun, sebentar saja, membuka mata, dan … melanjutkan tidur lagi. Ugh! (ija -sahabat yang menemani perjalanan saya- dengan tak sopannya menunjukkan koleksi foto embun-embunnya)
Untunglah sampai sekarang belum ada kencan pagi (mitra strategis yang saya cintai sepenuh hati, laki-laki dengan harum hutan itu juga bukan manusia pagi. -hai hon, i love you- :D)
Belakangan saya mulai berpikir untuk mengubah kebiasaan ini. Sebagai seorang muslim, saya wajib mendirikan sholat lima waktu.
Nah, karena sulit bangun pagi, saya sering melewatkan subuh. Bagaimana mau subuh kalau saya kerap kali bangun saat matahari mulai tinggi? Duh…
Saya harus mengubahnya.
Kapan?
Sekarang dong.
Saat niat ini datang, Ramadhan kembali menghampiri. Senangnya. Nah, atta, sekarang kau tak punya alasan untuk tidak subuh karena kesiangan. Bukan begitu?
Yayaya. Sudah beberapa hari ini saya berusaha sekuat tenaga menjaga mata saya tetap terjaga. Tidak tidur setelah sahur dan menjalankan dua rakaat subuh.
Saya harap, setelah Ramadhan nanti usai, saya sudah terlatih menjadi manusia pagi kembali. Amin.
Semoga setelah Ramadhan nanti, saya masih dengan riang menyambanginya. Halo subuh, saya datang ![]()
pada Tuesday, 26 September 2006 pada 8:19 pm:
Amiiiinnnn.
Lelaki harum hutan sesegar embun.
pada Tuesday, 26 September 2006 pada 8:22 pm:
toast !!!!
aku juga berniat mengubah kebiasaan buruk bangun siang hingga melewatkan dua rekaat yang sangat berharga itu pada ramadhan kali ini. semoga setelah ramadhan, aku - juga kamu - bisa rutin menjalankan dua rekaat yang sangat berharga itu di waktu pagi.
‘ta, apa kalo bekerja sebagai peliput itu jadi susah bangun pagi ya? soalnya, contoh konkretnya sudah ada dua. kamu, dan aku … hehehehehehehe. payah bener yak, kita ………
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 4:08 am:
Amiiin
Dulu waktu masih di Jogja, aku bangun pagi2, otherwise diomelin panjang lebar sama Mama. Trus kuliah di Bandung, hmmm, mulai siangan dikit ;), tapi kadang tetep harus bangun pagi karena ada kuliah jam 7 pagi, atau janjian sama temen2 jualan buku di gereja. Trus kerja di Jakarta, makin siang lagi, hahaha. Temen2 kost paling hobi menggedor kamarku, nggodain aku sementara aku cuma cengar-cengir dan balik memeluk guling. Sekarang? Jangan ditanya deh, hihihi. Tadi pagi jam 7 juga masih gelap ‘Ta, jadi tidur lagi deh, minimal sampe jam 8, hahahaha.
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 6:45 am:
ck…ck…ck…. pasti di rumahmu gak punya ayam jantan ya na?!
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 9:22 am:
hi hon, i love you
ini masih atta ya?
*kabur*
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 9:26 am:
jeng, semoga puasanya lancar jaya..maaf lahir bathin yo
salam buat lelaki harum hutanmu yo
kapan buka bareng nih ?
duh..jadi pengen ikut liat bintang di matamu
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 2:03 pm:
hi hon, i love you
ini masih atta ya?
*kabur*
mmmmmmm… boleh ikutan kabur juga????
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 5:52 pm:
i love you too.. *kabur.. sebelum ditampar si hon*
ya.. ya.. ya.. kamu selalu ‘menampar’ saya..
masalahnya.. walaupun bangun untuk sahur ..
subuh.. kadang bablas.. juga.
btw.. katanya perjalanan ubudnya heboh ya? huu uuh..
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 6:06 pm:
harum wangi hutan seperti apa sih? :p
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 7:03 pm:
semoga misi bisa berhasil Ta
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 8:12 pm:
pernah ada pada fase itu: 3.5 years extended vacation in Japan
tapi skrg harus berangkat kerja waktu lampu2 jalan masih terang: hikmahnya jadi tiap hari bisa menunggu subuh. semoga resolusi atta berhasil 
pada Wednesday, 27 September 2006 pada 9:09 pm:
iya… saya lebih lebih tertarik membahas bau hutan yang wangi… hihihi! btw, happy fasting ya ‘Ta…
pada Thursday, 28 September 2006 pada 6:44 am:
klo saya malah susah bangun siang (hihihi gaya…:P)

Tapi emang bener, bangun paling siang itu jam 7 pagi.
Tapi klo dalam seharian tidur berkali2 saya plg jago..misalnya
bangun jam 7 bangun…jam 8 tidur lagi…bangun lagi jam 10, jam 12 tidur lagiihh
hihihihi
anyway, lelaki wangi hutan….aromanya pasti meneduhkan yaa…;)
pada Thursday, 28 September 2006 pada 7:00 am:
semoga berhasil bangun paginya
semoga bahu hutannya bukan bau hutan korban illegal logging
pada Thursday, 28 September 2006 pada 7:59 am:
lelaki harum hutan….
what a romantic……….
pada Thursday, 28 September 2006 pada 8:05 am:
waduh tante, lama nggak kesini. alamatnya lupa bu!
pada Thursday, 28 September 2006 pada 8:06 am:
aku paling hobi bangun pagi (jam 4) terus main game
anyway, selamat menjalankan ibadah puasa.
pada Thursday, 28 September 2006 pada 8:18 am:
boleh dong kau dan lelaki harum hutanmu bertemu pagi untuk mengabadikan pemandangan embun pagi kalian.
pada Thursday, 28 September 2006 pada 1:04 pm:
Dear Atta,
Selamat menjalankan ibadah puasa.
Yes, 10 menit dari waktu imsak ke shubuh rasanya lama sekali ya, Ta.
Menjaga mata agar tidak terpejam dalam jangka waktu 10 menit sulitnya minta ampun, gontok2an sama nafsu tidur. Harus dilawan dan kita kudu menang. Tas nya sudah dipasang resleting ? It was nice meeting you in Bali - walau setengahnya puter2 cari bensin ;). Salam kangen dari Keluarga Cemara di Mandalay. Salam juga untuk Ma’e ya.
pada Thursday, 28 September 2006 pada 3:21 pm:
I c… kamu butuh ayam jago
pada Thursday, 28 September 2006 pada 5:09 pm:
selamat bangun pagi.. eh salah maksudnya selamat menjalankan ibadah puasa.. semoga menjadi manusia yang terlahir kembali…
pada Thursday, 28 September 2006 pada 6:10 pm:
i’m not a morning person, and im proud of it!
*denial mode on - soalnya berkali2 mencoba untuk tidak hidup nocturnal, tapi banyakan gagalnya daripada berhasil*
pada Friday, 29 September 2006 pada 9:42 am:
ternyata mbakayune podho karo aku… golongane bangsawan (=bangsane tangi awan)
pada Friday, 29 September 2006 pada 10:38 am:
hai atta, apa kabar? benarkah ini atta yang kantornya di jalan panjang dan pernah tinggal di solo?
pada Friday, 29 September 2006 pada 2:54 pm:
nanti tak kabari kalo mo jalan2 lagi .. taman prasasti?
pada Friday, 29 September 2006 pada 5:55 pm:
Atta, selamat beribadah puasa! saya jg nocturnal, alias males bgn pagi
pada Saturday, 30 September 2006 pada 4:53 am:
“Untunglah sampai sekarang belum ada kencan pagi (mitra strategis yang saya cintai sepenuh hati, laki-laki dengan harum hutan itu juga bukan manusia pagi. -hai hon, i love you-
) ”
gue sukaaa neeeh…hahaha….jadi pingin denger ucapan langsungnya..:))
pada Saturday, 30 September 2006 pada 8:05 am:
seringkali temen temen kosan juga bilang…jek…lo rajin amat sholat dhuha…(padahal kan saya lagi subuh yang kesiangan)…
pada Saturday, 30 September 2006 pada 2:29 pm:
Bangun pagi2 jam 4, tapi tidur lagi …
pada Saturday, 30 September 2006 pada 8:19 pm:
neng,
Bangun pagi memang adalah pekerjaan maha berat.. saya selalu bilang dalam diri saat si kedua mata ini muali melek: “Oh, sepertinya hari ini say amau libur dulu dna bilang ke kantor kalau saya nggak enak badan…atau alasan apalah, kucing tetangga lagi batuk,kek!”
Namun demikian, dengan pahala ramadhan,termasuk itu bangun sahur - bisa menjadi pemacu semangat bangun pagi.
seneng bisa mampir kesini lagi, salam rindu selalu dari Negeri si Bau Kelek
pada Monday, 2 October 2006 pada 8:20 am:
kalo mo dapet bonus, sholat shubuhnya ditambah sholat sunnah ta
pada Monday, 2 October 2006 pada 9:14 am:
penyakit wartawan & “artis” itu sama: nokturnal, berseteru dengan fajar pagi.
ehm, mau lihat, dua bulan setelah lebaran gimana.
pada Monday, 2 October 2006 pada 10:17 am:
pada Monday, 2 October 2006 pada 12:01 pm:
buka puasa bareng yuk ta…. jumat..?? *wink*
pada Monday, 2 October 2006 pada 2:37 pm:
tta, boleh minta tolong gak? bangunin gue dong besok pagi pas sahur… biar bisa nemenin lo sahur dari jauh, dan ga telat sampe kantor, tta…
makasih ya…
pada Monday, 2 October 2006 pada 3:17 pm:
sesama nocturnal creature dilarang saling mendahului…hehe. wartawan di mana?
pada Monday, 2 October 2006 pada 4:21 pm:
wah…sekarang udah ada harum hutan ya
pada Monday, 2 October 2006 pada 4:49 pm:
Lama ga kemari, kok tiba2 udah ada ‘hon’ aja.. Sori ya kemaren pas dikau ke bali, dakunya lagi kabur. Kemari lagi doong.. Lebaran ntar si ‘hon’ diajak ke camoe2 lho ya.. Mo ikut nengokin si kecil, nggak?
pada Monday, 2 October 2006 pada 6:58 pm:
aku juga bukan penikmat pagi…
abis subuh tidur lagi. tu juga subuhnya ga pas subuh
tapi kaya’nya pagi ramadhan seindah senja juga….
hmmmm… boljug tu!!!!
halo tta… met puasa yaaaa….
pada Monday, 2 October 2006 pada 7:47 pm:
rasanya saya lebih berkawan akrab ketika mentari sudah menapak tinggi. Biasanya ketika mentari datang menyapa, ya narik selimut lagi
Di ubud kok gak bilang2, kan bisa disamperin mbak. Kapan ke bali lagi?
pada Tuesday, 3 October 2006 pada 9:59 am:
weits, ganti lay out ternyata
pada Tuesday, 3 October 2006 pada 12:23 pm:
eh..ini msh ngeri senja-kan ? makin keren euy..
pada Tuesday, 3 October 2006 pada 2:11 pm:
nah ya ketauan…, bibi ternyata slama ini nggak pernah solat subuh karna ngga bisa bangun pagi
pada Wednesday, 4 October 2006 pada 7:35 am:
hullo sista!
Suasana pagi itu inspiring lho.. cobain deh tanya si apoy… *blink blink*
ps: gpp kan sekali2 mampir??
pada Wednesday, 4 October 2006 pada 8:29 am:
Bangun pagi also my problem, mudah-mudahan sih dengan adanya Ramadhan ini jadi lebih improve
pada Thursday, 5 October 2006 pada 8:43 am:
wahh..jeng atta rumahnya dah di cat baru, mo persiapan buat lebaran yack?, btw..salam kenal ya jeng n sekalian mo ijin ngelink blog nya
pada Thursday, 5 October 2006 pada 12:23 pm:
Ga subuhan….oh….sayang….sayang se x…
Tapi ga papa..
mudahan masih ada usia tersisa…
pada Thursday, 5 October 2006 pada 3:11 pm:
permisi, mbak salam kenal dan met puasa!!!
pada Friday, 6 October 2006 pada 12:06 pm:
wah sudah ada ‘hon’ nih ta..makan2x dong! *keukeuh*
pada Sunday, 8 October 2006 pada 10:41 am:
eh mba atta saya lagi skripsi loh **ngga penting**.
yang paling penting saya mo ucapin mohon maaf lahir batin ^_^ .
wah wah , selamat ada kata2 ‘hon’
pada Sunday, 8 October 2006 pada 7:03 pm: