Friday, 10 November 2006

Rindu, Gunung, dan Bukit

Perempuan mengirim pesan pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Lelaki ganti mengirim pesan; aku juga.

Perempuan mengirim pesan pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Rinduku Menggunung. Lelaki membalas pesan; aku juga rindu. Belum menggunung. Masih bukit.

Perempuan terdiam. Masih bukit?, pikirnya dalam hati. Hanya bukit?, pikirnya lagi masih dalam hati. Mmm…

Lelaki tersadar, sesaat setelah mengirim pesan. Tapi tak diralatnya pesan tentang bukit rindu tadi.

Dan perempuan itu setengah merajuk berkata:
di mana-mana itu bukit lebih rendah daripada gunung. jadi rinduku padamu jauh lebih tinggi ketimbang rindumu padaku. atau begini, setiap harinya rinduku padamu bergerak menurut deret ukur, sedangkan rindumu padaku berjalan seperti deret hitung. Oh …

Lelaki yang sabar juga tampan itu ganti berkata:
jangan berpikir begitu. bukit itu bukan berarti lebih rendah dari gunung. bukit barisan itu coba. terbentang luas.

Dan keduanya tertawa.

Perempuan berkata pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Lelaki balas berkata; aku juga.

Kali ini rindu saja tanpa satuan. Hanya rindu. Lagipula adakah satuan yang tepat untuk dapat menggambarkan perasaan? untuk mendeskripsikan rindu, untuk menjabarkan luasnya kasih, untuk menerangkan suka cita yang berkumpul di hati saat menghabiskan menit-menit bersama yang terkasih?

Dan perempuan itu tak lagi merajuk (ah, ia sebenarnya memang tak berniat merajuk, ia hanya senang membahas hal-hal tak penting bersama lelaki itu. buatnya ini menyenangkan :))

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 10:07.

kembali ke atas

59 komentar
untuk Rindu, Gunung, dan Bukit

  1. djatu

    pada Friday, 10 November 2006 pada 10:28 am:

    Aah, mbak Atta..jadi ikutan kangen deh..

  2. may

    pada Friday, 10 November 2006 pada 10:36 am:

    betul, tidak ada satuannya…kalau kata Iwan Fals : simpanlah rindumu, jadikan telaga, agar tak usai mimpi panjang ini :)

  3. pada Friday, 10 November 2006 pada 11:09 am:

    atta, jangan sedih … :p

  4. pada Friday, 10 November 2006 pada 12:40 pm:

    A: Aku rindu
    B: Aku lagi pake sepatu
    A: Lho kok?
    B: Emang lg pake sepatu

  5. dika

    pada Friday, 10 November 2006 pada 1:03 pm:

    Ooo… uooo… aku rinduuuhuhu
    Katakaaan padanya aku rinduuuhuhu

    *Farid Harja style ON*

  6. pada Friday, 10 November 2006 pada 2:00 pm:

    Ah rindu dan kasmaran memang membuat segalanya terasa indah, bukan begitu mbakyu? :D

  7. Peps

    pada Friday, 10 November 2006 pada 5:23 pm:

    Aih, Atta, aku juga rindu, padahal kemana-mana berdua. Tetep aja rindu. Ditinggal pipis aja rindu. Jadi? Jadi aku juga rindu dirimu, Ta. Seneng aja denger suaranya Atta yang menggelegar… Makan sop buntut lagi, yuk!

  8. Ash!

    pada Friday, 10 November 2006 pada 5:47 pm:

    ehehe yang mengenaskan kalo kita merindukan orang yang tidak merindukan kita, mbak atta…

  9. pada Friday, 10 November 2006 pada 9:11 pm:

    oooo gitu ya? ehm ehm ehm….

  10. pada Saturday, 11 November 2006 pada 8:29 am:

    duh, weekend emang enaknya kangen2an… tiba tiba aku juga jadi kangennnnnn banget

  11. pada Saturday, 11 November 2006 pada 8:52 am:

    jadi inget temen gw yang punya koleksi lagu malasia….
    rinduuuuuuu… rindu serindu rindunyaaa…

    yup bener k’lo udah urusan perasaan memang gak pernah mengenal konstanta…

  12. pada Saturday, 11 November 2006 pada 9:18 am:

    Jadi rindu utk merindu pada yang kurindu dulu.. ;)

  13. MAYA

    pada Saturday, 11 November 2006 pada 10:42 am:

    Assalamualaikum………….
    Atta, rindu memang indah tak terkata. Kalau menurut saya Rindu ibarat gemericik air yang menuju ke muara…
    Dan kerinduan yang kamu tuliskan membuat saya merindu untuk bersua denganmu. Minta emailnya dong Neng, kamu kedengarannya (emang terdengar), keliatannya (emang terlihat) pokoknya asyik punya gitu.
    salam ya, en jangan sampai kehilangan subuhmua…
    Wassalamualaikum………

  14. pada Saturday, 11 November 2006 pada 10:50 am:

    aku juga rindu, dan rinduku terbawa angin. tapi semakin jauh, rinduku semakin lemah. entah apakah akan sampai kepadanya.

    aku rindu, pernah meradang, tapi sekarang hilang. aku tak tahu apakah rinduku akan kembali meradang.

    aku rindu, tapi aku tak tahu apakah dia masih pernah merindukan aku jauh di dalam hatinya. setiap kali kukirimkan pesan, dia membalasnya dengan senyum, dan berkata “aku baik-baik saja”.

  15. suton

    pada Saturday, 11 November 2006 pada 2:22 pm:

    gunung dan bukit adalah sebuah perumpamaan saja padahal cuman ingin bilang rindu pake gunung dan bukit… rindu ya kudu ketemu… :)

    kalo si apri lucu rindu pesannya lewat burung merpati…:D

  16. pada Saturday, 11 November 2006 pada 5:24 pm:

    Kayak lagunya Farid hardja, Ini rindu…hehehehe. (Jadul banget yak gue…)

  17. katro

    pada Saturday, 11 November 2006 pada 11:47 pm:

    hey, rindu yah? sama dong, makanya mampir niy, pa kbr? smakin bagus aja deh, msh yg tbaik, fans-nya jg makin banyak aja lol..da ahh mo mlepas rindu dulu baca2 arsip2 sblmnya, banyak euy! tp gpp namanya aja rindu, ya ga sih..

  18. pada Sunday, 12 November 2006 pada 3:33 pm:

    rindu pd kenangan!

  19. Inem

    pada Monday, 13 November 2006 pada 6:06 am:

    huwaaaa…mbak attaaaa…dikau membuat diriku merindu pada tanah airku indonesiaaahhh. Aku kangen Djakartaaa. Kembalikan daku pd orang tuaku *loh* hahaha :P

  20. pada Monday, 13 November 2006 pada 10:00 am:

    A:Aku rindu gunungmu
    B:kurang ajar!!plakz..bletakz *nampar abis2an si A*
    A:ampun…ampun..

  21. pada Monday, 13 November 2006 pada 10:27 am:

    sms = aku rindu

    *30 menit berlalu, tak ada jawaban*

    huhuhuhu, poor me

  22. pada Monday, 13 November 2006 pada 12:23 pm:

    aduh biyung… ada yg lagi rindu to? :D

  23. pada Monday, 13 November 2006 pada 2:40 pm:

    ooooooooo ……. ini critane lagune farid harja sama lucky reza, to …..

    oooooooooouuuuwwwwoooooooo aku rindu
    katakan padanya, aku rinduuuuuuuuuuuuu

  24. pada Monday, 13 November 2006 pada 6:46 pm:

    sesama tante asik harus saling menguatkan:

    yang tabah ya bu.. jangan sedih. hahahah

    dooohh… sampai kapan sih dirimu mau menyiksaku dengan sejuta rasa iriii… sebel deh!

  25. pada Monday, 13 November 2006 pada 6:58 pm:

    jadi inget …
    semua kata rindumu semakin membuatku, tak berdaya aaa, menahan rasa ingin jumpa aaa
    percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulanggg, melepas semua kerinduan yang terpendam…
    sayang yang dikangeni udah gak kangen lagi, hiks!

  26. deeajah

    pada Tuesday, 14 November 2006 pada 9:54 am:

    weeeh…keren
    gw suka kata2nya
    tapi kog jadi mirip gw yah???

  27. pada Wednesday, 15 November 2006 pada 1:11 am:

    trus kalo gunungnya meletus…itu rindunya gimana ta…hehehe

  28. pada Wednesday, 15 November 2006 pada 1:23 pm:

    Rindu, dan perasaan turunan- yang menyertainya.. kata orang Irlandia: These kind of feelings make the world go round-and-round..

    Tiada satuan rindu yang cukup tangibel melukiskan atau mampu mengukur rasa tsb pada seseorang, selain dari ia bisa sakit akibat-nya [Rindu].

    Semoga rindu-mu akan dia dan perihal lainya bisa segera terobati dan membuatmu bahagia.

    Saya juga rindu bgt sama si idung pesek di kampung.. serta rindu bikin kaget dirimu lagi dikantor seperti tempo hari :)

    Salam hangat dari kampret sawah afrika :)

  29. Opanggino

    pada Wednesday, 15 November 2006 pada 1:34 pm:

    perempuan mengirim pesan pada lelaki; Aku rindu..
    Perempuan sedang menunggu pesan balasan….
    Tetap menunggu dengan resah….
    Lelaki membalas ; Aku sedang mendaki rinduku yang menggunung untuk membalas sms mu….

  30. abiyar

    pada Thursday, 16 November 2006 pada 6:27 am:

    he..he..he…
    rinduku pada si abang jampang
    si calon menantu gagal

    aduh abang, rinduku padamu tak kesampaian

  31. pada Thursday, 16 November 2006 pada 6:33 am:

    I miss missing you :)

  32. pada Thursday, 16 November 2006 pada 1:35 pm:

    Mudahan rindu yang ada thulus…

  33. dy

    pada Thursday, 16 November 2006 pada 7:53 pm:

    Hmmm, kalo udah ketemu pria yang bisa diajak bicara hal-hal nggak penting sama kita, berarti udah cocok tuh….. :)

  34. pada Friday, 17 November 2006 pada 6:09 am:

    Ass. Wr Wb

    Rindu dengan penggambaran sebagai bukit dan gunung, berarti rindu yang ingin ditunjukkan

    Tapi, rindu yang terpendam akan digambarkan dengan wujud object dalam bumi, “Rinduku sedalam lautan”

    Rindu yang “win wi solution” alias rindu bokis diucapkan dengan “Rinduku sama luas dan dalamnya dengan rindumu”..

    :D betul?!

  35. pada Friday, 17 November 2006 pada 12:47 pm:

    atta, aku rindu padamu. lama tak sua. pesan instanmu lewat jendela komputer, sms, dan telponmu saja tak mampu sembuhkan rasa sakit rinduku.

    argh, aku jadi mau punya pacar :)

  36. pada Saturday, 18 November 2006 pada 3:30 am:

    yang baca juga ikut senang :D
    penting-tidak penting itu relatif, kadang-kadang sesuatu yg tdk penting itu IS penting ;)

  37. cj

    pada Saturday, 18 November 2006 pada 6:01 am:

    rindu juga… tanpa satuan… *hug!*

  38. pada Sunday, 19 November 2006 pada 10:30 am:

    rindu kian membeku
    membatu
    sekeras hatimu

  39. pada Monday, 20 November 2006 pada 7:45 am:

    Seems like it’s happening everywhere ..
    Distance does kill me !

  40. pada Monday, 20 November 2006 pada 8:12 am:

    hai atta, lama tak main ke sini. udah tampilan baru nih. tapi tetap bersahaja. saya suka.

    satuan untuk menggambarkan perasaan? hmm, susah juga. mungkinkah aura bisa?

  41. pada Monday, 20 November 2006 pada 9:37 am:

    aku rindu kopdar. halah. penting ngga sih?

  42. pada Monday, 20 November 2006 pada 9:48 am:

    bukan di RCTI atta. di gramedia-majalah, tepatnya di National Geographic Indonesia. salam kenal ya. minta emailnya atau YM, ada? rasanya menyenangkan ngobrol denganmu…kekeke (teteeuup)

  43. pada Monday, 20 November 2006 pada 10:02 am:

    percakapan via sms :

    A: met malam sayang
    B: met malam juga
    A: aku rindu
    B: aku juga rindu
    A: met bobok
    B: met bobok juga sayangku
    A: bye
    B: bye
    A: cu tomorrow
    B: cu
    A: i love u
    B: mmmuahhh
    dst……

    begitulah operator telepon seluler mendapatkan uangnya :-)

  44. pada Monday, 20 November 2006 pada 2:05 pm:

    kami..kaminya sama siapa nih? cieee…ayo dong ajak2 kalau ke bogor..nanti kita double date di death by chocolate :p

  45. roi

    pada Tuesday, 21 November 2006 pada 1:54 pm:

    ….
    masih musim ya?

  46. pada Tuesday, 21 November 2006 pada 5:27 pm:

    andai saja alamat itu tidak terselip diantara tumpukan bimbang, pasti ada rindu yang akan terkabar

  47. pada Tuesday, 21 November 2006 pada 9:58 pm:

    mba atta!!!
    aturan waktu itu diajak,,,sapa tau bex bisa ikutan rinduuuuuw ;) hehe!!

  48. pada Wednesday, 22 November 2006 pada 2:23 pm:

    aku juga lagi merindu…. akangku pergi baru dua hari… tapi dah berasa 2… abad :D hehehehe
    cepat pulang sayang

  49. pada Friday, 24 November 2006 pada 6:32 am:

    Hallo Atta, met kenal. Ratusan menit saya habiskan untuk menikmati catatan-catatanmu. Hmmm, bahasamu renyah, mengapa pula kau tidak bikin novel? atau cerpen? Mungkin kita bisa berbagi, mampirlah ke http://asep-mulyana.blogspot.com

  50. pada Friday, 24 November 2006 pada 1:56 pm:

    tante asik, dapet salam rindu dari Ghilman…

  51. pada Saturday, 25 November 2006 pada 8:13 pm:

    siapa sih atta ini?
    pengen kenal…. :)

  52. na

    pada Monday, 27 November 2006 pada 9:40 am:

    tulisannya bagus2
    ttg rindu..
    yg menggigit..
    hikz
    bagus mana sih
    pake kata rindu ato kangen??
    btw, met kenal
    minta email dunk
    pengen surat2an :D

  53. upi

    pada Monday, 27 November 2006 pada 1:46 pm:

    rindurindurindu tapi gak mau ngaku.. hehe
    tulisannya bagus deh x)

  54. tumbuh

    pada Thursday, 14 December 2006 pada 4:14 pm:

    akupun merindu…
    lelaki berkulit coklat yang menggoda
    senyum manis dengan lesung pipinya
    kami saling mencinta
    namun waktu tak berpihak
    hiks….

    salam kenal dariku yang ingin tumbuh sepertimu

  55. pada Thursday, 21 December 2006 pada 2:44 pm:

    Atta,
    Membaca tulisanmu di sore yang mendung ini
    Membuatku menitikkan airmata
    Betapa lama tidak membaca sesuatu yang indah
    Ah Atta,
    Kamu ini berjiwa indah
    How I learn to appreciate beauty even if it’s not pretty
    Sore ini tulisan sederhanamu tentang rindu
    telah membungkus anganku yang lama beku
    Hampir lupa rasanya merindu dan dirindu…
    Aku bahagian untukmu dan lelaki yang beruntung itu…
    Salam Kenal

  56. pada Tuesday, 30 January 2007 pada 3:54 am:

    VideoPoker

    Lounsbury,tasteless Lubell,toothbrushes.fence VideoPoker [url=http://www.videopokerok.com/#]VideoPoker[/url] http://www.videopokerok.com/#

  57. agunx

    pada Friday, 15 June 2007 pada 9:04 am:

    rindu tanpa satuan, hanya rindu saja!
    pemikiran baru buat saya….

    mungkin perlu waktu lebih dalam untuk merenungkannya.

  58. pada Friday, 22 June 2007 pada 11:02 pm:

    phentermine phentermine pharmacy

    correspondent unprojected reflect?Whitcomb duchess:buy phentramine [url=http://www.blogezer.com/orderlowcostdietpill/]buy phentramine[/url] http://www.blogezer.com/orderlowcostdietpill/

  59. lia

    pada Saturday, 8 November 2008 pada 11:18 am:

    Saat rindu mrsuk htiQ terasa semua tak brgna.Rindu adlah prsan yang kdang mlh myktkan,tp rindu kdg jg dTggu.Y pokoknya rindu emang berjuta rsY

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Rindu, Gunung, dan Bukit

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.7. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas