Sunday, 23 December 2007

Rumah

Wamena

Selasa sore pekan lalu, saya kembali ke Jakarta. Setelah sempat tertunda sehari akibat maskapai yang “ajaib” -memberikan kursi pada penumpang lain, padahal tiket sudah dikonfirmasi-, saya tiba di rumah, selepas perjalanan dari timur yang sangat-sangat menyenangkan.

Wamena dan Jayapura menawarkan banyak. Saya bisa dengan mudahnya jatuh cinta dengan Wamena. Pada bonggol-bonggol awan putih, langit biru, hijau pohon, terik matahari, pebukitan. Wamena, hanya bagian kecil dari Papua, yang begitu cantik.

Selasa sore pekan lalu, saya kembali ke Jakarta. Selalu saja perasaan itu datang setiap kali saya kembali ke sini, ke Jakarta. Kota tempat saya berumah. Aneh, meski dijejali dengan banyak hal yang kurang saya senangi -termasuk kemacetan dan perilaku tergesa-gesa yang ditunjukkan banyak warga kota-, selalu ada perasaan senang yang menyusup di hati. Tiba di rumah selalu menentramkan :)

Kelak saya akan temukan perasaan tenteram itu di satu kota lain. Di manakah? Saya juga belum tahu. Tapi saya memetakannya dengan jelas di pikiran. Tempat di mana pantai berpasir putih tak terlalu jauh dari pusat kota, udara masih bersih, penduduk kota yang ramah dan hidup berdampingan dengan rukun, barisan pohon flamboyan, sambungan Internet yang baik -aha!-, dan laki-laki yang harumnya bisa dicuri kapan saja. Satu hari nanti … saya akan temukan rumah itu :)

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 19:14.

kembali ke atas

33 komentar
untuk Rumah

  1. pada Sunday, 23 December 2007 pada 9:57 pm:

    saya juga ingin punya rumah baru. rumah yang sama menentramkannya dengan yang ada sekarang. dan tentu saja, harus ada sebaris senyum itu. senyum yang selalu memberikan alasan untuk tetap berlari dan terus berlari.

  2. pada Monday, 24 December 2007 pada 2:07 am:

    rumah itu memang selalu ngangeni, Ta…mau jelek atau bagus, tetep serasa nikmat :D

  3. pada Monday, 24 December 2007 pada 4:21 am:

    Cobalah ke sini. Di sini tidak ada pantai yang dekat pusat kota, tapi ada danau yang menenangkan. Tidak ada pohon flamboyan, tapi banyak cemara dan pinus yang baunya makin segar tercium bahkan saat tertutup salju putih. Ada udara yang masih bersih, penduduk kota yang ramah dan hidup berdampingan dengan rukun, dan sambungan Internet yang tak membuat kita tertidur. Oh ya, ada laki-laki yang harumnya bisa dicuri kapan saja. But he is taken…he he he…

  4. pada Monday, 24 December 2007 pada 10:12 am:

    bagi saya, setiap tempat bisa jadi rumah. HALAH!

  5. nie

    pada Monday, 24 December 2007 pada 10:22 am:

    lelaki dengan harum hutan ya….
    cieee… siapakah gerangan….
    pasti senang sekali lelaki harum hutan itu dpt sebongkah rindu dari jeng atta. hehe

  6. pada Monday, 24 December 2007 pada 8:11 pm:

    atta, kota tempat tinggalku sekarang kota yang indah, ada banyak taman yang luas tempat anak2 bebas bermain dan trotoar yang nyaman untuk pejalan kaki. udaranya bersih, enak untuk menghirup napas dalam2. penduduknya juga ramah. tapi tetap saja, ini hanya rumah kedua. tetap kangen indonesia :)

  7. pada Tuesday, 25 December 2007 pada 11:49 pm:

    sebelum mendarat di Sentani, keren banget lho bukit2nya dari udara. hijau. apakah masih begitu? sudah lama sekali gue terakhir kali ke sana.

    oya. semoga rumahnya cepat ketemu, atta!

  8. eyi

    pada Wednesday, 26 December 2007 pada 5:28 am:

    Amin… :)

    Wah, senengnya rek menemukan satu posting baru di rumah senjanya Atta ;p

  9. keringat

    pada Thursday, 27 December 2007 pada 5:02 am:

    seperti biasa…. posting lain yang begitu menakjubkan ^^

  10. vie

    pada Thursday, 27 December 2007 pada 12:21 pm:

    manisnya….

  11. pada Thursday, 27 December 2007 pada 10:20 pm:

    Jauh sudah aq berjalan,tolonglah tunjukkan jalan ke rumahku..[oppie-rumah]dimana ada seseorg yang memeluk saya ditiap mlm saya,dan anak2 bandel buah cinta kami berlarian ditaman mungil kami,dimana ada 2 cangkir kopi dan sejuta celotehan kecil dimeja sarapan kami setiap pagi dan secangkir susu jahe untuk sang lelaki,dongeng nina bobo untuk sang kecil di setiap akhir hari kami..hemmm..wamena bagus ya sis?saya pengen ke samalona malah..

  12. ika

    pada Friday, 28 December 2007 pada 1:22 pm:

    iya yah, no place like home :D

  13. pada Saturday, 29 December 2007 pada 9:44 am:

    dan saya sudah temukan sebuah rumah
    di sebuah tempat di pinggir kota solo
    dengan pandangan hijau menghampar di tepi sawah
    dan kicau burung di pagi hari
    kapan2 mampirlah dan kita akan nikmati secangkir teh hangat di senja hari… :)

  14. pada Saturday, 29 December 2007 pada 7:29 pm:

    ke bali aja mbak..hihihihi :D

  15. SyL

    pada Sunday, 30 December 2007 pada 10:14 pm:

    met tahun baru, atta
    dari kami semua di hanoi yang musim dinginnya makin menusuk tulang

  16. pada Monday, 31 December 2007 pada 6:45 pm:

    welcome home! selalu ada tempat yang nyaman untuk disebut rumah, dimanapun kita berada :D

    selamat tahun baru :)

  17. pada Monday, 31 December 2007 pada 8:44 pm:

    Ternyata ada tempat yang bisa jadi saingan NZ hehehe…

  18. pada Tuesday, 1 January 2008 pada 12:20 pm:

    oh jadi yah pindah ke kota itu? .. cie cie

  19. pada Tuesday, 1 January 2008 pada 10:14 pm:

    Selamat tahun baru, Non. Have a great days!

  20. pada Wednesday, 2 January 2008 pada 4:35 am:

    di maldives, ta.. heheh..

  21. pada Wednesday, 2 January 2008 pada 4:53 am:

    home is where the heart is… :)
    selamat taun baru ta…

  22. suton

    pada Wednesday, 2 January 2008 pada 9:09 pm:

    rumahnya di temukan di Selandia Baru
    di Mbatu aja mbak..

  23. pada Thursday, 3 January 2008 pada 5:10 am:

    Atta, selamat tahun baru. Kamu di mana sih sekarang?

  24. pada Thursday, 3 January 2008 pada 5:35 pm:

    Hi Atta, Selamat tahun baru semoga tahun ini bisa jadi tahun perubahan baik buat kita semua…

  25. pada Friday, 4 January 2008 pada 2:54 pm:

    Happy New Year 2008

    -boaz-

  26. cyn

    pada Saturday, 5 January 2008 pada 12:43 am:

    hum swit hum ya atts…
    suit.. suit…

  27. pada Saturday, 5 January 2008 pada 6:19 pm:

    Emang there’s no place like home.. Terutama kalo travel terus, bisa kengan abies sama rumah…

  28. pada Monday, 7 January 2008 pada 7:12 am:

    salam kenal
    atta, sekarang kok update-nya lama ya
    gak sabar baca cerita2nya yang lain….

  29. ichanx

    pada Tuesday, 8 January 2008 pada 8:30 pm:

    ada satu pepatah bilang
    “jadikan hidupmu seperti termostat yang bisa mengubah keadaan, jangan seperti termometer yg selalu ikut keadaan”

    dimanapun selalu menunggu rumah itu. bila hidup kita seperti termostat.
    salam kenal

  30. pada Wednesday, 9 January 2008 pada 2:07 pm:

    tetanggaan ama aku aja yuuuk ;-)

  31. pada Wednesday, 9 January 2008 pada 6:40 pm:

    amin..

  32. pada Sunday, 13 January 2008 pada 5:34 am:

    rumah itu hanya bisa kau temukan di dalam hatimu.

    salam kenal atta

    RM
    http://ayomerdeka.wordpress.com/

  33. pada Monday, 14 January 2008 pada 3:23 pm:

    mampir :)

    wuaaaaaaaaah.. uda sampai ke wamena yaaa…
    ingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin….

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.3.1. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas