Friday, 24 October 2008
Selamat Jalan Ruri
Kabarnya baru sampai ke saya kemarin, hampir tengah malam. Dan saya terkejut, sangat.
Tuhan memiliki skenario-Nya tersendiri. Yang pasti saya menyesal tak menyempatkan diri menyambanginya setelah ia menjalani perawatan di rumah sakit.
Selamat jalan Ruri. Pasti tempat yang lapang dan tenang, lengkap dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, yang Ruri diami saat ini.
Untuk Fanny dan keluarga, semoga diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan
pada Saturday, 25 October 2008 pada 7:37 am:
selamat jalan pemilik blog bergambar penangkap kupu yang sering bercerita kudapan…
pada Saturday, 25 October 2008 pada 12:36 pm:
ah, kemanapun engkau pergi, aku yakin tempat itu akan seindah senja yang kau lihat dari balik lensa matamu. selamat jalan…
pada Sunday, 26 October 2008 pada 4:16 am:
kangen tulisan-tulisanmu. Sibuk banget ya, Say? Belakangan kabar di halaman ini tentang kehilangan, ya? Ikut berduka cita untuk kepergian sang teman.
kapan ngobrol lagi?
pada Sunday, 26 October 2008 pada 6:05 am:
*ngilu badan gw baca postingan almarhum*
pada Sunday, 26 October 2008 pada 7:09 pm:
turut berduka cita yang sangat dalam.
pada Monday, 27 October 2008 pada 7:00 am:
turut duka ‘ta
pada Monday, 27 October 2008 pada 7:07 am:
semoga ALLAH memberi kelapangan baginya…
ikut berduka, Ta…
pada Monday, 27 October 2008 pada 11:29 am:
Hmm, turut berdukacita. Semoga arwah beliau di terima disisiNYA. amiin…
pada Thursday, 30 October 2008 pada 7:06 pm:
atta…
terima kasih ya.. juga buat semua yg udah mendoakan..
insya Allah, Ruri sudah mendapatkan yg terbaik, tenang & bahagia di sisi-Nya…
di tempat di mana sungai-sungai mengalir di bawahnya..
amin..
pada Sunday, 2 November 2008 pada 7:11 pm:
ikut berduka cita, mbak atta,
pada Monday, 3 November 2008 pada 5:17 pm:
iya. aduh, gak taulah mesti komen apa lagi.
pada Wednesday, 5 November 2008 pada 8:26 am:
ta
turut berduka buat temenmu ya
semoga keluarga diberi ketabahan
salam dari banjarmasin
pada Wednesday, 19 November 2008 pada 8:47 pm:
turut berduka ya tta.
mungkin besok giliran kita.
pada Monday, 1 December 2008 pada 11:20 am:
Ah……Satu lagi pejuang kehiodupan yang harus terhenti…..semoga apa yang sudah ia perjuangkan mendapatkan ridhonya
Amin………..
pada Saturday, 6 December 2008 pada 9:47 pm:
Turut berduka cita dan semuaga hal ini memberi peringatan pada kita semua yang masih diberi kesempatan hidup agar mempersungguh ibadahnya masing-masing.
pada Thursday, 18 December 2008 pada 9:09 am:
atta….. kemana saja??
pada Thursday, 25 December 2008 pada 11:51 am:
atta, pakabar darling ? masih “berjaga” di Istana kah ?
pada Monday, 27 April 2009 pada 6:49 pm:
lia turut berduka cita ya…..jujur lia kaget plus sedih dan sekalian minta maaf yach…soalnya dari minggu lalu lia bolak-balik nyontek resep yang ada di blok mba ruri…., sore tadi juga masih sempat download resepnya malah..n beberapa detik yang lalu baru tau klo mba ruri yang punya blok udah berjumpa dengan Sang Pemilik Hidup…lia trima kasih sekali yah buat mba ruri, semoga tenang disisi-Nya…, segala kebaikan juga ilmunya dapat menjadi ladang amal dan melapangkan jalan mba untuk kembali…..lia makasi sekali, buat semua resep yang ada di blog kue ruri….awalnya seh lia pengen belajar masak garang asem, cos calon mertua jago masak itu…^_^…, makasi ya sekali lagi……..