Tuesday, 21 July 2009

Tentang Kemudahan Bepergian

pelangi2

“Bepergian itu bagaikan candu. Jika sudah mengunjungi satu tempat, kamu akan memiliki keinginan untuk mengunjungi yang lainnya, terus begitu. Dan perjalanan itu menyenangkan, karena tiap-tiap tempat menawarkan sesuatu yang berbeda” - Ray dalam perjalanan setengah hari di Paris.

Di kaki Menara Eiffel, akhir pekan lalu, saya -dan tiga orang teman lain yang bepergian dalam satu grup dari Utrecht, Belanda- bersua dengan Ray. Laki-laki usia 32 tahun asal Filipina itu bekerja untuk kapal pengangkut barang. Saat kapalnya sandar di Antwerp, Belgia, ia menyempatkan diri untuk mengunjungi Paris dalam satu hari, tanpa bermalam. Tiba di Paris pada pagi hari, Ray kembali lagi ke Antwerp pada petang harinya. Ia kemudian ikut dalam rombongan kami.

Bepergian antarnegara di benua Eropa, seperti yang Ray lakukan, bukan sesuatu hal yang pelik. Lupakan pemeriksaan di tiap-tiap perbatasan negara. Perjalanan dari negara yang satu ke negara yang lain tak ubahnya meloncati kota demi kota di dalam satu negara saja.

Hal ini dimungkinkan setelah ditekennya perjanjian Schengen pada 1985. Sejumlah negara di Eropa melalui kesepahaman yang dibuat di Schengen, sebuah desa di Luxemburg, sepakat untuk menghapus pengawasan perbatasan di antara mereka. Perjanjian ini juga mencakup regulasi bersama untuk izin masuk jangka pendek, penyelarasan kontrol perbatasan eksternal, dan kerjasama polisi lintas batas.

Pemegang paspor atau visa dari salah satu negara, yang menerapkan perjanjian Schengen, dapat leluasa melakukan perjalanan dari dan ke negara-negara tersebut.

katedral2

Saya mengurus visa Schengen di Kedutaan Besar Belanda. Visa yang menempel pada paspor saya itu menjadi bekal untuk singgah ke negara yang bertetangga dengan Negara Kincir Angin. Pada saat sekolah musim panas berlangsung, saya sempat mengunjungi Belgia. Peserta sekolah musim panas dibawa ke Brussels dan Antwerp di Belgia untuk mengunjungi Gedung Parlemen Uni Eropa dan miniatur negara-negara anggota Uni Eropa di Mini Europe. Di Antwerp, peserta mendapatkan kuliah tentang sejarah kora-kota urban di dunia, bahasa, dan kebudayaan di Eropa yang disampaikan di Universitas Antwerp. Tur singkat dengan berjalan kaki di sejumlah gedung-gedung bersejarah di Antwerp diberikan sebelum peserta bertolak kembali ke Utrecht.

antwerp2

Setelah kelas usai, saya berkesempatan untuk mengunjungi Paris.

eiffel2

Kemudahan bepergian ini membuat banyak mahasiswa di Belanda memanfaatkan waktu libur mereka untuk melakukan perjalanan ke negara-negara di Eropa. Bayangkan jika itu kalian. Setelah berpeluh mengerjakan serangkaian tugas kuliah, kalian dapat memanjakan diri dengan melihat bangunan cantik, makam penyanyi idola, mengelilingi museum, atau bersenang-senang melihat banyak pemandangan yang selama ini hanya didapati dari kartu pos atau jelajah Internet.

Seperti saya ;)

Melihat Paris dari dekat rasanya benar-benar seperti mimpi. Hahahaha.

notre-dame

Rasanya menyenangkan ;)

arc-de-triomphe

Benar apa yang dikatakan Ray; kalau perjalanan itu ibarat candu. Terus menerus mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat akan memperkaya batin kita. Visa Schengen memudahkan kalian yang ingin mengunjungi banyak kota di Eropa.

Dunia tak selebar daun kelor. Ada banyak hal menakjubkan yang menanti kalian di sini ;)

» Diletakkan dalam General oleh atta pada 23:07.

kembali ke atas

25 komentar
untuk Tentang Kemudahan Bepergian

  1. pada Wednesday, 22 July 2009 pada 12:09 pm:

    sepakat banget. satu yang paling dirindu adalah “kemudahan bepergian”.

    —kangen kereta api—

  2. pada Wednesday, 22 July 2009 pada 1:38 pm:

    Fotonya yang burung itu lumayan bagus. :)

  3. pada Sunday, 26 July 2009 pada 11:16 pm:

    memang bepergian ibaratnya adalah air mengalir dari hulu terus ke muara.. memberdayakan pikiran dan melapangkan jiwa..

    Ditunggu laporan pandangan mata berikutnya..

  4. Durin

    pada Monday, 27 July 2009 pada 3:41 am:

    Say, thank’s ya sudah nyempetin nengokin. Punten kalau ada salah-salah kata atau service. Setelah tahu wujud asli dan ’sisi gelapku’, masih mau sohiban sama aku ngga? :)

  5. Ika

    pada Tuesday, 28 July 2009 pada 10:40 pm:

    Wah,mb atta, ceritamu membuatku iri. Mau dunk, dikirimi kartu pos dari sana. He2. *ngarep*

  6. laura manalu

    pada Friday, 31 July 2009 pada 5:20 pm:

    seneng banget ya mbak da jalan-jalan di berbagai daerah yang orang banyak pengen jalanin

    kt sih ngarap banget bisa,
    nikmati kayak mbak, tapi ntah kapan bisa kesampaian,,,
    sukses terus ya mbak…………..

  7. pada Friday, 31 July 2009 pada 7:22 pm:

    have fun yaaaa…!

  8. pada Sunday, 2 August 2009 pada 9:53 pm:

    aku seneng baca tulisan-tulisannya mba atta.
    salam kenal..
    mampir dong mba ke blog ku.
    kasih komen disana ya..
    ditunggu

  9. pada Friday, 14 August 2009 pada 3:23 pm:

    your adventure inspire me..
    thanks

  10. pada Saturday, 29 August 2009 pada 7:04 am:

    hm, jadi pengen… Doakan doakan doakan!

    Salam kenal

  11. pada Monday, 31 August 2009 pada 8:58 am:

    perjalanan memang menyenangkan. dari kota ke kota. banyak orang menganggap kereta api klasik, romantik, atau nostalgik.

    namun saya beranggapan bus paling menarik. wajah kota dihamparkan dari jendela bus. tak seperti kereta api yang seringkali nyelonong lewat belakang rumah orang….

  12. pada Wednesday, 2 September 2009 pada 2:03 pm:

    terimakasih mba. oleh-olehmu ini membuatku selalu tertarik untuk nongkrong berlama-lama. meski kadang hanya membaca, tak member komen apapun. tapi aku senang bisa membacanya saja.

  13. pada Saturday, 5 September 2009 pada 1:39 pm:

    heh!
    baru liat lg blog nya.. skarang penuh foto!
    horeeee… akhirnya… gak tulisan mulu..
    keren2 euy fotonyah!
    ;)

  14. pada Tuesday, 22 September 2009 pada 10:05 am:

    Selamat Idul Fitri 1430 H
    Mohon Maaf Lahir dan Batin

  15. Durin

    pada Monday, 5 October 2009 pada 3:42 pm:

    sudah naik cetak say!

  16. dandy

    pada Monday, 5 October 2009 pada 9:08 pm:

    atta … lama gak berkunjung kemari. tetep deh tulisan2 atta tuh inspiring :-) btw, ngapain di belanda ? kuliah lg di sana ?

  17. pada Monday, 12 October 2009 pada 12:34 am:

    asyik na mbk atta jalan-jalan.
    iya, blog na ada fotonya sekarang.hehe
    memang, setuju mbak : Bepergian itu bagaikan candu :D

  18. pada Monday, 26 October 2009 pada 10:02 pm:

    wes mantab tuh itu baru pengalaman liburan yg sangat ok kok iri saya ya he he becanda kok salam kenal thanks

  19. bulir embun

    pada Tuesday, 3 November 2009 pada 5:22 pm:

    blog ini adalah bacaan favorite saya

  20. pada Saturday, 12 December 2009 pada 6:07 pm:

    prancis!
    aku pengen banget ke sana!

  21. pada Friday, 18 December 2009 pada 10:54 pm:

    daku ngilang lamma… baru mampir lagi ke sini.. cerita atta teuteup maknyus.. !

  22. doraemon

    pada Wednesday, 20 January 2010 pada 4:28 pm:

    ada yg tau kemana pemilik negeri-senja ini?? kok lama ga ada postingan baru. atta…we miz u…

  23. yus

    pada Monday, 1 February 2010 pada 8:34 pm:

    Tok tok tok.
    Assalaamualaikum…
    Kemana ya penghuni rumah ini?
    Lama nian rumah dibiarkan dalam bisu?

    Tok tok tok.
    Asslaamulaikum…
    Atta.. Atta…

    Hening. Sunyi. Senyap.
    Kaku pepohonan.
    Tak bergerak.

  24. pada Tuesday, 2 February 2010 pada 3:34 pm:

    haloo..bgs bgt tulisan dan foto2 nya
    di bulan agustus thn lalu saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi sdra di belanda :) pgn bgt klo bisa sekolah disana..please info beasiswa ya :)
    saya lulus s1 man. ekonomi di malang
    thanks a lot

  25. pada Sunday, 7 February 2010 pada 10:59 pm:

    Mbak Atta menghilang ke mana, ya??? Hukz, kangen…. Semoga Mbak Atta sehat dan baik2 aja. :)

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Tentang Kemudahan Bepergian

Tinggalkan Komentar







Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.7. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas