Friday, 9 July 2010
Tak menyerah
Saya tak pernah tahu menjadi 31 ternyata begitu menyulitkan. Pikiran saya kerap dipenuhi kecemasan yang tak penting; pencapaian, masa depan, penyesalan atas waktu yang -menurutsaya- terbuang sia-sia, bayangan-bayangan yang belum nyata.
Hidup sepertinya terlalu bergegas dan saya tak mempersiapkan bekal yang cukup untuk itu. Seperti lalai membawa kotak makan ketika piknik akhir pekan. Atau seperti mendaki bukit dan diterpa kelelahan yang sangat.
Dan saya begitu merindu menulis. Tapi saya tak menulis ketika cemas. Kalimat menguap ketika sedih berkepanjangan.
Buntu
Ini hanya benang kusut yang harus diurai, pelan-pelan.
Malam ini saya putuskan:
Saya tak hendak menyerah pada hidup. Saya berjanji untuk itu…
Sekarang, saya benar-benar memerlukan secangkir coklat panas …
pada Friday, 9 July 2010 pada 8:23 am:
menulis itu semacam terapi; hanya dengan menulis hidup seperti bisa tertahankan.
pada Friday, 9 July 2010 pada 6:20 pm:
Ayo dong nulis lagi Ta…
*semangat utk diri sendiri juga hehehe
pada Tuesday, 13 July 2010 pada 2:52 am:
menulis untuk berbagi. seorang penulis akan terus berkarya dalam keadaan apapun karena melalui tulisanlah ia hidup…
pada Tuesday, 13 July 2010 pada 8:57 pm:
menulis menambah ‘nutrisi jiwa’ seperti istilah atta….:)
pada Wednesday, 14 July 2010 pada 10:20 pm:
Bagaimana jika secangkir coklat panasmu saya tambahkan tawa lepas sepanjang malam?
Ayo dong Atta… kapan?
pada Friday, 16 July 2010 pada 9:34 am:
Mbak Atta ..
Kemana aja??
pada Sunday, 18 July 2010 pada 6:34 am:
ayo semangat menulis …
jangan ditunda lagi..
saya juga sering putus-nyambung nulisnya
salam kenal…
pada Wednesday, 21 July 2010 pada 9:11 pm:
semua akan kembali lagi, tta…
pada Thursday, 22 July 2010 pada 8:49 am:
Kangen sama tulisan mba’ Atta……
cepet kembali lagi ya mba’……
pada Wednesday, 28 July 2010 pada 1:09 pm:
situasimu mirip situasiku
pada Saturday, 31 July 2010 pada 1:57 pm:
mbak atta, ayo dong, menulis lagi. kangen dengan tulisan mbak atta, nih….
pada Sunday, 1 August 2010 pada 7:13 pm:
mb atta, semangat!!
kangen ma tulisan2nya. setuju dg menulis menambah ‘nutrisi jiwa’
pada Wednesday, 4 August 2010 pada 3:52 pm:
lalai membawa makanan ketika piknik? mmmm..
ketika piknik banyak sekali yang bawa makanan berlebih…. jadi tak perlu takut kelaparan…
oba lirik kiri kanan, teman2 piknik ada yang punya coklat panas gak….
pada Saturday, 7 August 2010 pada 10:03 am:
Semangat ya mba…
Kangen tulisanmu.
Kangen tertulari semgatmu..
pada Thursday, 12 August 2010 pada 5:50 pm:
being 31, doesnt make any difference with being 41…and the clock is ticking…life continues
pada Thursday, 19 August 2010 pada 10:45 am:
hai… apa kabar??
pada Thursday, 16 September 2010 pada 1:21 am:
tak menyerah………