Wednesday, 27 October 2010

Dalam gundah yang sangat

Saya tak pernah membayangkan kalau saya akhirnya ada di titik ini. Ketika saya lebih sering berhenti dan melihat sekeliling, membandingkan, dan menyesali banyak hal.

Berjalan-jalan dari satu tulisan ke tulisan lain di laman ini membuat saya diliputi keheranan yang sangat. Dari mana energi itu dulu berasal. Saya begitu menikmati semuanya. Menulis dengan rutin. Berjejaring. Dan mensyukuri banyak hal.

Malam ini saya merasa seperti orang yang kalah. Dilanda gundah yang sangat. Cemas atas banyak hal yang belum nyata. Saya melihat harapan saya pupus, perlahan-lahan.

Pencapaian, eksistensi, penghargaan, waktu yang terbuang…

Kepala saya penuh.

Ada saran apa yang harus saya lakukan saat ini, ketika saya kehilangan saya …

22 komentar » Diletakkan dalam General oleh atta pada 20:01.

kembali ke atas

22 komentar
untuk Dalam gundah yang sangat

  1. stania

    pada Thursday, 28 October 2010 pada 3:48 am:

    bikin supporting club yuk, for 30 something crisis… :D

  2. irwan

    pada Thursday, 28 October 2010 pada 7:31 am:

    pulang

    Your comment was a bit too short. Please go back and try again.

  3. pada Thursday, 28 October 2010 pada 3:37 pm:

    mba atta,

    jalan ke kampus lagi yuk.. lewat jalan tembus stsi, nonton film di teater kecil stsi, nonton teater di TBS, makan di pak wal trus minum susu coklat hangat depan tbs.
    gimana? :)

  4. pada Thursday, 28 October 2010 pada 6:28 pm:

    syukuri apa yg ada, hidup adalah anugerah mba ata
    tetap jalani hdup ini, melakukan yg terbaik (de masiv). kata katamu sperti puisi mba. indah

  5. Qkoy

    pada Saturday, 30 October 2010 pada 5:28 pm:

    Dalam masalah yg sma mba’….:(
    really need something to count on…..

  6. pada Sunday, 31 October 2010 pada 8:09 am:

    dilepasin aja, semuanya, mungkin?

  7. ika

    pada Sunday, 31 October 2010 pada 6:01 pm:

    mbak atta….
    kangen tulisan-tulisan mbak atta. yang pelan, runut, perlahan, puitis dan sabar. disini mbak atta gak kehilangan apa-apa, to? lha wong masih banyak yang menunggu kemunculan mbak atta.

    tulisan mbak atta, selalu memberi inspirasi. miss u, mbak….

    :D

  8. su

    pada Wednesday, 3 November 2010 pada 7:59 pm:

    perbanyak syukur mbak….

    masih terlalu banyak nikmat Tuhan yang tidak kita sadari….
    masih banyak orang yang masalah mereka hadapi lebih berat…..

  9. johan wowor

    pada Wednesday, 10 November 2010 pada 7:39 pm:

    saya malah salut sama mbak Atta, dari dulu konsisten ngeblog. Jujur aja, baca tulisan ini malah membangkitkan keinginan saya ngeblog lagi kayak dulu …

  10. pada Sunday, 14 November 2010 pada 12:46 pm:

    Tidur. Trus Nulis. Tidur lagi. Nulis lagi…

    Biasanya berhasil.

    (tullisannya suka berakhir di tong sampah tapinya Heu)

    :)

  11. Durin

    pada Friday, 19 November 2010 pada 4:34 am:

    woooi, belum sempet nulis email ya Say. Maap, maap. Insya Alloh dalam waktu dekat deh. Gimana kabarnya? (sorry, oot).

  12. pada Saturday, 20 November 2010 pada 11:25 pm:

    Kosongin dulu itu kepala yang penuh. Sebagain mau dibuang ke sini juga monggo. Kontak-kontak dong. Take care.

  13. pada Sunday, 21 November 2010 pada 1:56 am:

    googling cari negeri senja, seno gumira ajidarma, malah sampai di sini… baca2 aja deh kalau begitu. salam blogger ya
    :)
    salam kunjungan pertama.

  14. dey

    pada Wednesday, 1 December 2010 pada 9:51 pm:

    selalu suka tulisan2-mu sejak 7 th yg lalu .. :)

  15. amali

    pada Saturday, 4 December 2010 pada 10:34 am:

    Dear mba atta,

    Dari mba atta aku malah banyak belajar bersyukur pada hal-hal kecil dan tak penting dalam hidup.

    mba pernah bilang, bumi ini dipijak, bukan dipikul.

    tulisan mba yang sangat inspiratif sudah banyak membantun orang lain “menemukan” dirinya. kok malah ironinya terjadi pada mba..

    anggap aja ini kulminasi, fase kepompong pada kupu-kupu.

    tarik nafas dalam-dalam, minum segelas coklat hangat, nonton film kesukaan, memandang senja di ujung sungai, bersujud di malam hari. dan kamu akan menemukan bahwa hidup ini indah dan tidak sia-sia untuk dijalani.

    hope all the best for you.
    cheers

  16. Newproezt

    pada Monday, 6 December 2010 pada 4:16 pm:

    Setuju sama koment-nya Amali ..

  17. pada Tuesday, 14 December 2010 pada 11:55 pm:

    keep your two feet on the ground, but keep your eyes on the stars.

  18. nur khoeroni

    pada Thursday, 6 January 2011 pada 8:40 pm:

    subhanallah… saya kagum dengan karya pemilik negeri senja ini…
    inspiratif, imajinatif… pilihan kata2nya benar2 meneduhkan…
    salam kenal ya mbak…

  19. pada Wednesday, 26 January 2011 pada 11:58 am:

    bangun sebelum fajar datang,
    awali dengan 2 rakaat yang sederhana,
    duduk sejenak mba dan cobalah berbicara dengan diri sendiri..
    InsyaAllah..mba akan menemukan diri mba kembali.. Amin

  20. pada Wednesday, 26 January 2011 pada 1:05 pm:

    mbak, duluuuu aku pernah singgah di tempatmu.. meng copas full MENARUH HATI milikmu. dan sejak saat itu, aku jadikan mu salah satu kiblat ku untuk terus menulis tentang apapun.

    aku kangen tulisan mu lagi.

  21. pada Saturday, 19 February 2011 pada 3:41 pm:

    hm..biasanya saya sih makin banyak amal :)

  22. pada Thursday, 24 February 2011 pada 10:21 am:

    he…. nulis lagi dong… aku menunggu nih. baru sadar kalau sdh ‘terbiasa’ baca2 tulisanmu sejak 7 thn lalu. lha wong Aria aja skrg sdh 6 thn umurnya :)

Subscribe to comments atau TrackBack untuk Dalam gundah yang sangat

Tinggalkan Komentar





Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 3.1.3. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas