Friday, 17 July 2009

Untuk Indonesia

Saya masih ingat betul larik percakapan antara saya dengan Fabien. Pekan lalu di bawah gerimis, saya berjalan beriringan dengan pria asal Perancis itu menuju titik awal bermain kano. Ia berada di Utrecht untuk mengambil kelas bahasa Belanda.

Sepanjang jalan, kami berbicara banyak hal; tentang mimpinya untuk bekerja di Belanda dan berada dekat dengan pujaan hatinya yang warga negara Belanda, tentang Paris, tentang betapa sulitnya mempelajari bahasa Perancis, tentang sistem pemerintahan di negaranya, tentang krisis ekonomi global, tentang Indonesia, Tanah Air tercinta.

“Maaf. Tapi yang saya ingat tentang Indonesia adalah peristiwa kerusuhan beberapa tahun lalu dan kerusakan di mana-mana,” ujarnya, dalam perbincangan.

Ia tak salah. Serangkaian peristiwa kelam yang sempat terjadi di negara kita menempel dan menempati ruangan dalam ingatan Fabien.

Saya kemudian berupaya untuk menjelaskan bahwa kondisi keamanan di Indonesia berangsur-angsur membaik pada beberapa tahun belakangan ini dan memintanya untuk memasukkan Bali, juga sejumlah titik menarik lainnya, dalam rencana perjalanan Fabien ke Asia.

Ia mengangguk. “Saya belum pernah ke Asia. Baiklah, nanti saya akan pertimbangkan,” tuturnya.

Ingatan tentang Indonesia yang suram juga menetap di pikiran Jane, mahasiswa asal Amerika Serikat.

“Bom,” jawabnya singkat, ketika saya bertanya apa hal yang terlintas pertama kali di benaknya ketika ia mendengar nama “Indonesia”. Kala itu kami berdua tengah berjalan mengitari jalan-jalan berbatu di Antwerp, Belgia.

Sama seperti yang saya katakan dengan Fabien, saya ingin Jane melihat Indonesia dari perspektif yang lain.

Tapi hari ini, saya khawatir keduanya tak segera membangun bayangan tentang Indonesia yang ramah dan jelita.

Pagi tadi, siaran berita di CNN terus menerus menayangkan potongan gambar mengenai ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlon, Jakarta. Di sana asap membumbung, wajah-wajah panik, raungan sirine, petugas keamanan yang berseliweran, korban yang dilarikan ke rumah sakit, air mata, duka.

Dan kesedihan memeluk saya.

Ini tentu bukan wajah Indonesia -Tanah Air yang saya banggakan, rumah tempat saya pulang- yang ingin kita kabarkan ke dunia.

Dan kini kita kembali menolak tunduk untuk takut, melawan pada setiap tindakan yang menghentikan upaya untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, untuk kita, keluarga, anak cucu kita nantinya. Saya percaya kita akan sampai pada kehidupan yang jauh jauh lebih menjanjikan kelak.

-teriring doa untuk seluruh korban yang berpulang-

4 komentar » Diletakkan dalam General oleh atta pada 20:19.

kembali ke atas

Wednesday, 15 July 2009

Tentang Antwerp

antwrep

Bagus ya?
Bagus kan?
Bagus dong … :D

Ini diambil di Antwerp, Belgia. Kotanya cantik sekali. Cantik. Cantik. Cantik.

Peserta summer course singgah di Antwrep dan bermalam di sana. Berangkat dari Utrecht pada Senin pagi dan tiba di Antwerp pada Senin petang. Sebelumnya kami singgah dulu di Brussels, Belgia, untuk mengunjungi gedung Parlemen Uni Eropa. Lalu pada Selasa sore, setelah siangnya mendengarkan kuliah di Universitas Antwerp dan tur keliling pusat kota, kami bertolak kembali ke Utrecht.

Si Antwerp ini membuat saya berdecak kagum

kuda

Huhuhu, terharu saya bisa menjejakkan kaki di tempat ini. Nanti saya sambung lagi ya, saya hendak mengantri tiket “Harry Potter and the Half-Blood Prince” dulu ;)

Tapi sebentar, sebelum pergi hendak pamer pose dulu di depan gereja dulu ah. Gambar ini hasil bidikan mahasiswa dari Hong Kong.

mejeng

Keren kan?

Oke, tunggu cerita dan foto-foto selanjutnya. Dijamin kalian juga akan jatuh hati pada paras Antwerp yang menawan :)

Jangan kemana-mana.

6 komentar » Diletakkan dalam General oleh atta pada 22:00.

kembali ke atas

Monday, 13 July 2009

Menyusuri Sungai

Kemarin gerimis turun sejak pagi hari. Semula saya berharap matahari akan menyembul dari peraduannya. Sayang yang ditunggu tak kunjung nampak bahkan hingga kami, saya, ina, Hee Rim dan Yoo -dua teman dari Korea Selatan, dan Ida -gadis pemberani dari Denmark-, berangkat dari asrama menuju Kromme Rijn dengan berjalan kaki.

Kemarin kelas diliburkan. Peserta sekolah musim panas dapat mengikuti program sosial yang tersedia pada hari itu, seperti Discovery Holland dan menyusuri sungai dengan kano. Kami memilih program sosial.

Beruntung kami bertemu dengan Ida. Ia telah mempelajari rute berjalan kaki dari asrama menuju tempat pertemuan. Dan percayalah, jika berjalan dengan ahlinya, kalian akan sampai ke lokasi yang dituju dan tepat waktu :) -untuk saya yang bukan ahli pembaca peta, keahlian Ida membuat saya kagum, ia bahkan tidak pernah membuka petanya selama perjalanan-

Sepertinya perhatian peserta lebih banyak tersedot ke program Discovery Holland, karena tak banyak peserta yang kami temui di program menyusuri sungai dengan kano ini. Acara juga nyaris dibatalkan karena hujan tak juga berhenti.

Untunglah semua akhirnya bisa bersenang-senang dan melatih otot lengan dengan mengayuh dayung ;)

Dan perjalanan menuju titik awal mendayung diisi dengan mengunjungi Fort of Rhijnauwen. Benteng yang dibangun pada abad ke 18 ini masih berdiri tegak. Peruntukkannya kini berubah, selain sebagai tujuan wisata dan sejarah, benteng ini juga menjadi tempat penyelenggaraan pertunjukan kesenian. Saat ini misalnya tengah digelar opera bertajuk “King Arthur”.

benteng2

Seorang pemandu pria paruh baya yang ramah menemani rombongan memasuki ruang-ruangan di dalam benteng. Mulai dari tempat interogasi tawanan, lubang pengintai musuh, hingga ruang istirahat para prajurit. Sebagian ruangan di dalam benteng sangat minim cahaya. Alhasil tak jarang peserta berjalan dalam gelap.

benteng

Puas memutari ruangan benteng, dengan ditemani seorang pemandu yang ramah, rombongan kemudian bergerak menuju titik awal bermain kano. Ini acara yang dinanti para peserta. Wajah-wajah pun terlihat kian bersemangat.

Satu kano diisi dua peserta. Saya berpasangan dengan seorang mahasiswa dari Inggris yang sangat mahir mendayung. Tahu bahwa mitra kanonya hari itu tak menguasai teknik mendayung, ia langsung membagi pengetahuannya.

“Jadi begini ya, pegang dayungnya begini, terus kayuh bergantian. Ini caranya kalau arah dayung lurus ke depan, kalau mau belok ke kanan, pegang dayung di sini, terus kalau ingin belok ke kiri, begini caranya. Nah, kalau mau mundur lain lagi,” ujarnya, panjang lebar.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya mendayung. Beberapa tahun lalu saya pernah melakukan olahraga sejenis di Lombok dan Ujung Kulon. Tapi karena bukan aktivitas yang sering dilakukan, tetap saja saya jauh dari mahir.

dayung2

Untungnya cuaca jauh lebih bersahabat. Gerimis yang sempat turun pada awal perjalanan telah mereda. Tapi sepanjang perjalanan kami tak mandi cahaya matahari. Meski Belanda telah memasuki musim panas, di beberapa tempat di dalam perjalanan menyusuri sungai, udara tetap terasa dingin.

Kami menemui banyak pemandangan yang menarik. Rumah-rumah dengan arsitektur yang manis lengkap dengan kerimbungan pohon bunga, sekawanan bebek yang berenang di tepi sungai, gerombolan sapi yang tengah merumput, seorang kakek yang sibuk melepas pakaian dan menyisakan celana pendeknya lalu terjun ke sungai … dan berenang ;), dan hijau pohon di sepanjang perjalanan.

Lebih dari itu, suasana mendayung juga dipenuhi gelak. Sesekali kano sengaja dibenturkan ke kano tetangga. Empat orang peserta juga terlihat bertukar sapa dan sibuk memberi nama kano yang mereka tumpangi. Suasana terkesan cair dan sangat akrab. Kalau sudah begini kehangatan senyuman mengalahkan udara dingin.

Membayangkan tiap-tiap orang berdatangan dari tempat asal yang berbeda-beda, menempuh perjalanan dengan beragam moda transportasi dan waktu perjalanan yang beragam, dan tiba di satu titik, kemudian tertawa bersama terasa begitu menyenangkan.

Dan percayalah, Jumat itu adalah hari yang manis untuk saya ;)

2 komentar » Diletakkan dalam General oleh atta pada 5:13.

kembali ke atas

Friday, 10 July 2009

Tentang Tempat Tinggal

pintu-01

Selama di Utrecht, peserta summer course ditempatkan di sejumlah kawasan. Sebagian siswa bertempat tinggal tak jauh dari kampus Universitas Utrecht di De Uithof. Lainnya di asrama yang berbeda. Saya dan Ina termasuk golongan yang beruntung karena kami ditempatkan di Parnassos Cultural Center, yang terletak di Kruisstraat, 201.

parnassos11

Ini gedung yang menjadi pusat aktivitas mahasiswa. Sejumlah kegiatan dilangsungkan di sini, termasuk pertemuan para mahasiswa internasional. Panitia yang merancang program sosial untuk siswa summer course juga melakukan pertemuan rutin di gedung ini. Satu pagi saya juga mendapati empat orang berlatih memainkan alat musik di bangku-bangku merah jambu di lobi.

parnassos2

Semua kegiatan kebudayaan bertempat di sisi kiri dari pintu masuk, sementara asrama, dengan 72 kamar yang biasanya digunakan para mahasiswa untuk program studi yang digelar dalam jangka waktu pendek, berada di sisi kanan.

lobi

Dari gedung kampus Utrecht di Drift, tempat kelas musim panas berlangsung, gedung ini bisa dicapai dengan berjalan kaki. Ada dua jalan yang dapat dipilih. Dari depan gedung kampus belok ke kiri lalu ke kiri lagi menuju Biltstraat, terus lurus melewati Keizerstraat dan Lucasbolwerk, terus lagi dan sampai di Kruisstraat. Jika melalui rute ini, gedung Parnassos ada di sebelah kiri jalan.

Rute lain yang juga bisa dipilih adalah dari gedung Utrecht di Drift belok ke kanan, tiba di perempatan ambil arah kiri menuju Nobelstraat, terus hingga menemui persimpangan antara Maliesingel dan Kruisstaart, belok ke kiri lurus, dan Parnassos ada di sebelah kanan.

Rute pertama dan rute kedua sama menariknya. Kita bisa temukan toko-toko kecil yang menawarkan beragam suguhan, dari kopi hingga supermarket, dari toko roti sampai gedung teater, dari tempat mencuci cetak foto sampai makelar rumah, dari penyalur tenaga kerja sampai salon.

Parnassos berdiri di lokasi yang sangat sangat strategis. Untuk menuju pusat kota, penghuni asrama dapat berjalan kaki menuju Centrum sekitar 20 menit. Kalau sedang terburu-buru bisa naik bis yang menuju Central Station dari Wittevrouwen, halte terdekat dari Parnassos terletak tak jauh dari Museum Maluku -yang bisa dibilang bertetangga dengan Parnassos-. Pemberhentian bis ini bisa ditempuh dengan berjalan kaki hanya dalam waktu lima menit saja ;)

Semua kamar dilengkapi dengan meja belajar, tempat tidur, lemari, dan rak. Ada keran untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Kamar mandi terdapat di luar kamar. Mereka juga menyediakan dapur. Peralatannya lengkap, sangat lengkap. Ada dua kompor listrik, microwave, dan kulkas. Selain perlengkapan untuk memasak, di dapur juga bisa ditemukan peralatan untuk mencuci, seperti mesin cuci dan pengering.

Yang lebih menyenangkan lagi. Kamar-kamar di bagian belakang, termasuk kamar saya -yay- memiliki jendela-jendela lebar yang dapat dibuka dan menjadi akses menuju … taman. Saya sukasukasuka sinergi perpaduan antara jendela lebar dan taman.

taman

Pada hari-hari pertama di sini, udara masih terasa dingin. Jadi jendela lebih banyak tertutup dan saya hanya menikmati pemandangan dari balik kaca. Tapi belakangan cuaca bertambah baik dan baik. Hari ini jendela saya buka hingga saya bisa dapat mendengar gesekan daun juga merasakan semilir angin yang memenuhi ruang kamar. Seperti senja-senja sebelumnya, sekelompok orang akan datang ke taman dan bermain sepak bola atau basket sampai petang pergi.

Saya senang memiliki tempat tinggal yang nyaman selagi jauh dari rumah.

Dan di luar sana, tetangga saya dari Romania sedang menghabiskan sore bersama dengan tetangga yang lain; laki-laki dari Spanyol yang tengah mengambil kursus administrasi publik di negaranya dan bercita-cita menjadi pegawai negeri. Tepat di samping kamar saya, mahasiswa dari Korea Selatan kebingungan bagaimana menghabiskan malam dengan tidur sendirian karena ia tak diizinkan membawa teman Korea-nya yang lain, yang tinggal di kamar yang berbeda, menginap di tempatnya, seperti malam-malam sebelumnya (petugas asrama tahu hal ini dan langsung melarangnya).

Saya harap mereka juga merasakan hal yang sama; tempat tinggal yang nyaman dan membuat mereka tidak merasa asing selama mereka di sini :)

foto-diri

2 komentar » Diletakkan dalam General oleh atta pada 17:24.

kembali ke atas

Thursday, 9 July 2009

Bunga-bunga di mana-mana

Ungkapan “katakan dengan bunga” sangat terasa di Belanda. Saat pertama kali menjejakkan kaki di Bandar Udara Internasional Schiphol, Amsterdam, saya melihat rangkaian bunga berwarna cerah banyak dibawa para penjemput untuk menyambut sahabat mereka yang baru saja tiba. Kehangatan sebuah perjumpaan kian lengkap dengan buket bunga yang diserahkan sebagai tanda kasih.

Di Utrecht juga demikian. Toko bunga bisa ditemukan di pinggir-pinggir jalan. Saya senang melihat penjual bunga yang menjajakan dagangannya di bawah tenda. Aneka bunga ditaruh di dalam wadah-wadah besar menanti pembeli.

bunga-01
Dan hati saya kian berbunga-bunga sewaktu melihat segerombolan bunga matahari. Saya jatuh hati pada jenis bunga yang satu ini sejak dahulu kala. Bagi saya, ia bunga termanis sejagat. Saya menemukannya di sebuah gerai di atas jembatan kecil di mana sungai yang bersih mengalir di bawahnya.

Karib bunga matahari juga dapat dijumpai di sini. Mawar misalnya.

bunga-02

Duh, hati siapa tak merona saat melihat kuntum-kuntum mawar yang cantik.

Ini juga…

bunga-09

Atau ini

bunga-04

Bunga beraneka warna

bunga-05

Cukup 5 euro saja dan kalian sudah bisa membawa pulang 20 batang

bunga-03

Selain bunga potong, ada juga bunga di dalam pot. Yang ini 2,99 euro

bunga-06

Bunga menghiasi jalan dalam kota

bunga-07

dan mempermanis sepeda

bunga-08

Kalau nanti kalian berkunjung ke Utrecht, bunga dapat ditemukan di mana-mana; ditanam di bawah jendela rumah, dijumpai di meja-meja kafe di ruang terbuka, di toko bunga stasiun, di tanam di tiang-tiang di sepanjang trotoar (yang awalnya saya kira adalah bunga plastik. aduduh), di mana-mana. Pemandangan orang membawa buket bunga juga mudah ditemukan.

Data dari Flower Council of Holland menyebutkan pada tahun lalu pertanian bunga potong di negeri ini mencapai 2.809 hektar, sedangkan bunga dalam pot mencapai 1.431 hektar. Dan tahukah kalian, posisi teratas masih ditempati oleh mawar, disusul dengan krisan dan tulip.

Jika ada kesempatan, ayo, kunjungi Utrecht dan nikmati perasaan yang berbunga-bunga :)

2 komentar » Diletakkan dalam General oleh atta pada 16:44.

kembali ke atas


Kredit

© Negeri Senja | Ditenagai oleh WP 2.7. | Tree oleh Headsetoptions, tema minimal berbasis HyperBallad | Kandungan: XHTML + CSS | Ke Atas